Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Menguak Rahasia Kepopuleran Milo Malaysia di Indonesia, yang Katanya Jauh Lebih Enak ketimbang Milo Indonesia

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
13 Juli 2023
A A
Menguak Rahasia Kepopuleran Milo Malaysia di Indonesia, yang Katanya Jauh Lebih Enak ketimbang Milo Indonesia (Akun Instagram Milo Malaysia)

Menguak Rahasia Kepopuleran Milo Malaysia di Indonesia, yang Katanya Jauh Lebih Enak ketimbang Milo Indonesia (Akun Instagram Milo Malaysia)

Share on FacebookShare on Twitter

Milo Malaysia belakangan lagi populer di Indonesia. Kenapa?

Siapa, sih, yang sama sekali belum pernah mendengar merek Milo? Gaung nama besar minuman serbuk yang dibalut dalam packaging berwarna hijau tersebut sepertinya sudah menjangkau nyaris seluruh segmen masyarakat kita. Selain karena sudah lama beredar di pasar Indonesia serta mudah diperoleh dengan harga cukup terjangkau, kepopuleran Milo didukung pula oleh banyaknya sajian atau minuman racikan yang memanfaatkan bubuk cokelat tersebut, baik sebagai bahan baku utama maupun hanya berupa taburan.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya minuman kelas kafe, jajanan ala jelata pun sering memanfaatkan kelezatan Milo. Misalnya saja, es kepal Milo dan Milo dinosaur. Bahkan, tidak jarang, sejumlah orang sok ngide menyetrika sebungkus sachet Milo bubuk supaya gepeng dan mengeras sehingga bisa dinikmati layaknya permen cokelat.

Bukan hanya varian serbuknya yang memikat selera rakyat, susu kotak UHT Milo pun mendapatkan tempat di hati masyarakat. Beberapa orang bahkan berinisiatif membekukan UHT Milo guna disuguhkan layaknya menyantap es potong. Intinya, banyak yang menyukai Milo, terlepas dari apapun metode penyajiannya.

Milo Malaysia lebih populer

Sebagai brand kelas internasional, tentu Milo tak lepas dari nasib dibanding-bandingkan dengan merek yang sama tetapi diproduksi di lain negara. Khususnya Milo yang diperdagangkan di Malaysia. Ekspektasi awam, kalau mereknya sama, sudah pasti cita rasa yang ditawarkan pun tidak ada beda. Sayangnya, proses bisnis tidak berjalan seperti demikian. Sebelum meluncurkan suatu produk, sudah pasti ada tim riset yang bertugas memperoleh segala informasi yang dibutuhkan. Tak terkecuali kecenderungan selera pasar sasaran.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa rasa Milo menyesuaikan kesukaan dari mayoritas konsumen di negara tujuan. Artinya, mereka yang bilang ada perbedaan mendasar antara Milo Malaysia dan Milo Indonesia itu bukan halu semata.

Nyatanya, dugaan ini dikonfirmasi benar oleh perusahaan terkait sebagaimana yang dilansir dari news.prokal.co. Bahkan, pihak perusahaan berani memberikan pernyataan bahwa jika hasil uji pasar menunjukkan kesukaan sekitar 60 persen, artinya produk tersebut dapat diterima. Lucunya, konsensus di suatu platform media sosial yang membahas polemik ini mengungkapkan bahwa pilihan mereka atas Milo Malaysia jauh melampaui Milo Indonesia.

Rasa adalah koentji, dan Milo Malaysia berhasil perkara ini

Lantas, faktor apa saja yang membuat Milo Malaysia jauh lebih populer ketimbang Milo yang dibuat di negeri sendiri? Yang pertama dan utama adalah soal rasa. Milo Malaysia memiliki rasa cokelat yang kuat dan sedikit lebih pahit dibandingkan Milo Indonesia. Hint pahit tersebut justru menjadi tanda superioritas produk karena mengindikasikan kandungan kakao yang lebih kaya.

Baca Juga:

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

Maka dari itu, saat bubuk keduanya disejajarkan atau dicampur air hangat dengan kadar yang sama, Milo Malaysia akan menampakkan warna yang lebih pekat. Ketika disesap, tekstur Milo dari Negeri Jiran terasa lebih thick.

Sebaliknya, saat diminum, Milo Indonesia memberikan kesan lebih light. Konon, hal ini disebabkan dominasi susu di dalam campurannya. Katanya, bubuk Milo Indonesia dikombinasi dengan bubuk Dancow dalam satu kemasan. Pun, sewaktu diseduh, aroma yang menguar tercium lebih amis khas susu sapi. Bagi yang tidak suka mengonsumsi susu hewani dan peka terhadap baunya, hal ini sudah cukup menjadi alasan untuk menolak meneguk Milo Indonesia.

Tren less sugar

Faktor berikutnya yang mendorong popularitas Milo Malaysia di Indonesia adalah keberadaan tren konsumen dalam membatasi asupan gula. Apabila beberapa dekade yang lalu makanan dan minuman manis masih merajai industri makanan dan minuman pabrikan, kini pelanggan menjadi lebih waspada akan efek mengonsumsi sesuatu yang manis secara berlebihan. Kesadaran ini mencuat seiring dengan kemudahan akses informasi mengenai kesehatan.

Banyak pembeli yang lebih memilih minuman dengan sedikit gula demi menghindari bahaya diabetes. Sedikit banyak, preferensi mereka terhadap Milo juga mengalami pergeseran. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, Milo Indonesia memiliki derajat kemanisan yang lebih tinggi ketimbang Milo Malaysia lantaran kandungan malt yang lebih banyak. Sementara, kakao dipercaya memberikan efek positif terhadap tubuh seperti mempertahankan mood dan meningkatkan antioksidan. Dengan demikian, konsumen akan lebih menjatuhkan pilihan pada Milo Malaysia yang digadang-gadang mengandung kakao lebih tinggi daripada Milo Indonesia yang menyuguhkan rasa manis berlebih menurut lidah mereka.

Gengsi minuman impor

Faktor terakhir apalagi kalau bukan gengsi. Akui sajalah, meneguk minuman impor kayaknya terlihat lebih keren dibandingan menyeruput minuman lokal yang bahkan bisa dibeli di warung burjo. Terlebih, Milo Malaysia sudah menjadi buah tangan khas negara tetangga tersebut, yang artinya sudah sah menyandang sebagai minuman dari luar negeri. Secara tidak langsung, perilaku konsumen semacam ini hendak memberikan sinyal bahwa mereka mempunyai taste yang lebih bagus.

Di samping itu, konsumen tipe tersebut percaya bahwa kualitas Milo Malaysia mengungguli Milo buatan lokal. Apalagi, anggapan tersebut dikuatkan dengan harga Milo Malaysia yang lebih mahal daripada Milo Indonesia. Bukankah banyak orang percaya dengan semboyan ada harga, ada rupa? Dan lagi, seseorang terkadang memiliki motif untuk dianggap lebih mampu secara finansial dengan cara mengonsumsi produk impor yang dibanderol dengan nominal lebih tinggi.

Setidaknya, itu tadi tiga alasan mengapa Milo Malaysia dipandang lebih populer daripada Milo Indonesia. Namun demikian, pernyataan tersebut tidak dapat dipukul rata dan dijadikan acuan tunggal. Pasalnya, segala opini tersebut diperoleh dari segelintir warganet yang mungkin nggak mikir beli kuota. Sementara, pasar Milo di Indonesia itu sangat luas dengan berbagai selera individunya. Wong yang milih susu kental manis ketimbang UHT full cream untuk anaknya saja masih banyak, kok. Bagi mereka, yang penting murah plus enak di lidah.

Sumber gambar: Akun Instagram official Milo Malaysia

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Alasan Orang Madura Bakal Sulit Betah di Singapura

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2023 oleh

Tags: Indonesiakakaoless sugarmilo malaysia
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Tolong, Indonesia’s Next Top Model Jangan Kebanyakan Drama! terminal mojok.co

Tolong, Indonesia’s Next Top Model Jangan Kebanyakan Drama!

24 Desember 2020
Kekuatan Paspor Malaysia Bikin Iri Pemegang Paspor Indonesia yang “Memble” Mojok.co

Kekuatan Paspor Malaysia Bikin Iri Pemegang Paspor Indonesia yang “Memble”

15 Maret 2025
pelet ilmu hitam indonesia santet mojok

Indonesia Bukannya Nggak Mau, Tapi Memang Nggak Bisa Pakai Santet untuk Melawan Belanda

29 Juli 2020
4 Adegan Drama Korea yang Nggak Relate bagi Orang Indonesia Mojok.co

4 Adegan Drama Korea yang Nggak Relate bagi Orang Indonesia

16 Januari 2024
rekomendasi film pendek

Rekomendasi Film Pendek Bagus di YouTube yang Wajib Kamu Tonton

8 Oktober 2019
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Di Indonesia, Ganti Nama Klub Itu Semudah Membalik Telapak Tangan

19 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja malang

Deklarasi Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam bakso harusnya menyadarkan Malang bahwa reputasi saja tidak selalu cukup

21 Juli 2026
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

19 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

21 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau? (Unsplash)

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau?

15 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.