Menghitung Penghasilan Mr. Bean, Manusia Lucu yang Sering Dikira Alien

Artikel

Gusti Aditya

Ketika banyak yang mengatakan Mr. Bean ini gila, bagaimana jadinya semisal kita sendiri adalah orang gilanya? Dan Mr. Bean adalah satu-satunya “model percontohan” dari sebuah kenormalan itu sendiri. Ya, ketika orang normal berada di sekitar orang gila, definisi sebuah “kenormalan” tentunya akan bergeser dan berubah.

Apalah arti sebuah kenormalan di kontemporer seperti ini. Toh banyak orang kurang waras yang berhasil melenggang mulus ke Senayan, bukan? Eh. Yang jelas dan yang terpenting, Mr. Bean adalah dekonstruksi dari pakem-pakem itu sendiri. Hadirnya unik, menjadi idola dengan segala keanehannya.

Banyak teori yang mengatakan bahwa blio ini adalah alien dengan bukti di scene awal jatuh dari langit, bahasanya yang nggak jelas, dan sikap egoisnya yang kadang mengundang tawa. Ah, peduli setan perihal normal dan alien sekalipun, Mr. Bean tetaplah Mr. Bean. Seorang pria yang tinggal dalam flat sederhana di Bilangan Highbury, London Utara bersama dengan Teddy-nya yang ia sayangi.

Terlepas dari itu semua, ada kejeniusan Rowan Atkinson yang memiliki ide awal sitkom ini sekaligus memerankan sosok Bean itu sendiri. Melihatnya memerankan Bean, saya teringat kepada Jacques Tati dan Charlie Chaplin sebagai pionir film bisu. Dari premis-premis yang sederhana, terangkumlah sitkom ini menjadi bagian utuh yang solid.

Sitkom ini juga menimbulkan beberapa perdebatan, salah satunya yakni apa sih kerjanya pria ini? Jawabannya tentu sebuah tebak-tebakan belaka. Melalui karakteristiknya, bisa ditebak dia ini cocoknya bekerja sebagai apa di London.

Sebagai mahasiswa Mojok Institute semester akhir, saya ingin membuka perdebatan lebih runcing lagi, yakni perihal berapa pundi-pundi poundsterling yang dimiliki pria paling lucu dan paling misterius di muka bumi ini. Melalui beberapa fakta yang dirajut secara nguawur, begini hasil penelusurannya.

#1 Dia sebenarnya orang kaya

Terkadang, teori yang menyatakan Bean ini adalah alien dibenarkan secara tidak sadar oleh si aktornya sendiri. Hadirnya di Bumi, seakan blio ini tidak memiliki tujuan yang jelas. Luntang-lantung pakai mobil kodoknya, melakukan hal konyol, dan masih banyak lagi. Sedangkan di saat yang sama, manusia-manusia London menjalankan kegiatan sebagaimana mustinya, yakni bekerja.

Siapa sih yang kepikiran ngecat flatnya dengan warna putih menjemukan selain Bean? Segabut-gabutnya saya, paling jauh ya mainan udel. Nggak pernah kepikiran ngecat rumah dengan warna serupa, apa lagi warnanya putih. Padahal wallpaper di flatnya itu terbilang masih bagus dan tidak rusak sama sekali. Beda jauh dengan cat kosan saya yang ngelupas sana-sini.

Baca Juga:  Menerka Perasaan Teddy, Boneka Kesayangan Mr. Bean Lewat Caranya Diperlakukan

Walau sama-sama Mini, jika diperhatikan lebih teliti lagi, sebenarnya mobil Bean sudah berganti sebanyak tiga kali. Pertama, dalam episode awal-awal, ia menggunakan BMC Morris Mini 1000 Mark 2 keluaran 1969. Mobil ini berwarna oranye ngejreng dan hampir serupa dengan mobil penerusnya. Kedua, mobilnya berubah menjadi warna hijau dengan tipe British Leyland Mini 1000 Mark 4 keluaran 1977.

Ketiga, dalam episode “Back to School Mr. Bean”, mobil hijau berplat ACW 497V secara nggak sengaja dihancurkan. Di episode-episode berikutnya, mobilnya berplat SLW 287R dengan tipe yang sama. Yang jadi pertanyaan, apakah mobil baru itu adalah ganti rugi pihak sekolah yang nggak sengaja menghancurkan mobil sebelumnya?

Sebagian jawaban di Reddit mengatakan bahwa mobil Mini ini adalah pemberian dari alien. Namun, asumsi saya mengatakan bahwa Bean ini tajir melintir. Siapa lagi yang mau membuang uang demi meledakkan flatnya dengan cat warna putih, gonta-ganti mobil tapi tipenya serupa terus, selain orang kaya dan orang gila?

Jawaban Bean adalah orang gila tentu harus disingkirkan lantaran mana ada orang gila yang punya pacar cantik macam Irma Gobb (Matilda Ziegler). Ada yayasan tersendiri di London yang mengurus orang dengan gangguan jiwa, tidak mungkin dibiarkan begitu saja karena bisa berbahaya bagi dirinya maupun orang lain.

#2 Mr. Bean bekerja sebagai pelawak, sifat konyol sehari-hari adalah latihan pendalaman peran

Rowan Atkinson mengatakan tokoh ini sebagai “a child in a grown man’s body”, namun tidak menjelaskan secara spesifik bagaimana kisah masa lalu Bean dan apakah sifat anehnya ini sudah berlangsung sejak anak-anak atau nggak. Berangkat dari klue Rowan, bisa saja sosok ini adalah aktor yang diberi peran oleh sutradaranya sebagai “a child in a grown man’s body”. Wallahualam.

Iya, paham. Dalam filmnya dijelaskan bahwa blio ini bekerja sebagai kepala keamanan museum London. Namun, hal itu tidak serta-merta bahwa pekerjaan itu adalah pekerjaan satu-satunya Bean. Menurut saya pribadi, dia adalah aktor yang sedang latihan mendalami peran dan karakter yang dibuat lucu.

Percobaannya pun beragam, seperti menjaili pacarnya sendiri, pergi berenang dengan anak-anak, pergi ke sebuah karnaval dan mengacaukan wahana permainan di sana. Bean sedang melatih menjadi “sosok” yang sutradaranya inginkan. Sosok lucu, berpakaian rapi, memiliki mimik wajah yang selalu konyol, dan lainnya. Perannya ini ia coba bawa dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Nggak Mau Sandal Hilang Sewaktu Salat di Masjid, tapi Enggan Tertib Saat Menyimpannya

Bean tinggal di flat sederhana, mobil Mini itu-itu saja walau berkali-kali ganti dan kerjaannya di museum London mengindikasikan bahwa itu salah satu bagian dari pendalaman peran. Entah nama “Bean” ini adalah nama aslinya atau nama peran yang akan ia mainkan. Bagai Reza Rahadian yang butuh waktu menyendiri untuk mendalami peran sebagai Habibie, mungkin cara terbaik bagi Bean untuk mendalami perannya adalah bertindak “gila” seperti tokoh yang akan ia mainkan.

Atau… bisa saja Bean ini seorang stand up comedian lantaran pada tahun ’90-an, skena komedi ini begitu menjamur di bar-bar Inggris.

#3 Berapa penghasilan Mr. Bean?

Dalam situs Right Move UK disebutkan bahwa harga flat paling murah di London Utara dan bentukannya sama seperti flat Bean berada di angka Rp7 miliar. Tentu perbedaan tahun berpengaruh menengok perkembangan properti amat pesat di London. Diperkirakan, pada medio ’90-an, harga flat tersebut berada di angka Rp5 miliar.

Sedangkan harga mobil BMC Morris Mini 1000 Mark 2 keluaran 1969 kini menyentuh harga 45 juta hingga 350 juta. Sesuai dengan perawatan, kondisi mesin dan tingkat keantikannya. Harga mobil Bean, kini berada di angka Rp340 juta lantaran antik. Namun, jika ditelisik lebih jauh, harga awal mobil ini sekitar Rp100-120 juta. Harga yang termasuk tinggi pada jamannya.

Kemudian, berapa penghasilan Bean sebagai aktor, menengok biaya flat dan mobil Mini ini bukan main-main. Sekadar riset, Bean berani menggelontorkan uang besar, hal ini mengindikasikan bahwa penghasilannya menjadi aktor jauh berada di angka Rp6 miliar. Sekali lagi, Bean bukanlah alien. Ia ini Reza Rahadian-nya London Utara yang sedang mendalami perannya guna kebutuhan film komedi.

Dengan penghasilan di atas Rp6 miliar dalam satu film, Bean adalah komedian kaya raya pada jamannya. Namun, pada jaman ini, sepertinya kelucuan Bean mau nggak mau sudah tergeser oleh grup lawak yang kini sangat terkenal di London Utara. Nama grup lawak itu Arsenal.

BACA JUGA 30 Tahun Serial Mr Bean dan Tetap Tak Pernah Bosan Bikin Tertawa dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
6


Komentar

Comments are closed.