Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menggugat Alasan Bali Selalu Jadi Tujuan Study Tour Anak Sekolah Jawa

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
8 Februari 2021
A A
Menggugat Alasan Bali Selalu Jadi Tujuan Study Tour Anak Sekolah Jawa Terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sepertinya, hingga tahun ini, study tour atau darmawisata sekolah belum boleh diadakan. Bagi para siswa yang sekarang sedang sekolah online, harap bersabar ini ujian. Saat yang seharusnya jadi momen indah untuk anak sekolah, harus digantikan dengan melihat wajah bapak atau ibu guru dari layar gawai, mana suka dekat banget dari kamera. Kondisi seperti ini memang harus banyak maklumnya. Seperti yang adik saya alami. Saat SMP tak bisa ikut karena ada lomba voli, saat SMA ada pandemi. Saya sih senang-senang saja, ngirit sangu.

Saya tak terlalu suka study tour. Bukan karena nggak suka jalan-jalan, melainkan nggak suka keramaian. Di bus ramai, tempat yang dipilih juga ramai, belum lagi tidur di hotel ramai-ramai, saya bisa stres. Namun, yang paling bikin heran adalah kenapa kalau kita anak sekolah Jawa study tour, tujuannya selalu ke Bali. Saya sangat bingung dengan fenomena ini. Kalau cuma ramai dan pantai, Parangtritis juga sama saja dengan Ubud.

Namun, dengan kemampuan pencarian ilham dan ilmu cocokologi, saya punya pemaparan perihal Bali yang istimewa ini. Salah satu alasannya mungkin karena budaya turun-temurun. Sejak zaman bapak saya, kalau study tour ya ke Bali. Sudah sejak dulu begitu adanya, sehingga para junior hanya sekadar jadi ahli waris dari budaya ini.

Bisa juga karena Bali adalah wisata nomor satu di Indonesia, favorit gitu. Banyak orang yang bercita-cita pergi ke Bali, tentu karena menganggap Bali adalah tempat paling ciamik untuk liburan. Hampir semua orang Indonesia selalu pergi ke sana tiap kali liburan tiba. Karena tempat itu memang sudah “wisata” banget, sehingga sudah banyak fasilitas pendukung bagi wisatawan. Hotel banyak, tempat wisata banyak, mau party gampang, bebas pokoknya. Mungkin unsur bebas itu yang dicari. Untuk study tour pun memang enak, fasilitas tadi itu lho, komplit.

Alhasil, banyak yang bercita-cita bisa ke Bali. Bali jadi semacam tujuan hidup untuk banyak orang. Minimal sekali seumur hidup harus pergi ke sana. Begitu juga yang terjadi pada kawan-kawan sekolah saya dulu. Pokoknya harus Bali, kalau nggak Bali emoh. Saya yang nggak suka study tour, ya mending tiduran sambil main gim di rumah. Kan enak, tetap dapat oleh-oleh.

Tapi, kenapa kok harus Bali lagi tho? Indonesia luas, Bung! Bahkan kita punya banyak tempat asoy di pulau Jawa, nggak perlu jauh-jauh. Ada Malang, Jogja, Banyuwangi, Solo, Kediri, Bekonang, dll. Bahkan, bisa lebih murah biayanya. Tapi ya itu tadi, semua kalah favorit dari Bali.

Mungkin karena FTV juga sering pilih lokasi syuting di Bali. Artis-artis kalau nikah juga sukanya di Bali. Secara nggak langsung, masyarakat terpengaruh untuk bisa menyambangi Bali. Belum lagi embel-embel surga, paradise, Pulau Dewata, tentu sangat menarik layaknya “Chum is Fum” bikinan Patrick Star.

Sekali-kali, tempat lain juga harus diberi kesempatan untuk merasakan gegap gempita anak-anak yang tengah study tour. Kenapa nggak mencoba Bromo atau Malang? Bahkan Madura jika memungkinkan. Tempat-tempat itu punya keistimewaan juga, yahud pokoknya. Bali sudah terlalu ramai, terutama Denpasar. Coba ke Solo, pergi ke Museum-museum bagus itu. Bisa juga ke Bekonang, melihat proses pembuatan minuman para saku licin alias kaum oleng kolektif. Atau ke Semarang, ada museum kereta api di Ambarawa, ada Rawa Pening, ada Kota Tua. Atau ke Magelang deh, ada Borobudur, Museum Widayat, Museum Diponegoro, ada rumah saya, atau boleh menengok sungai Elo yang sedang dicemari limbah-limbah pabrik (cieee, pesan moral).

Baca Juga:

Pengalaman Motoran Banyuwangi-Bali: Melatih Kesabaran dan Mental Melintasi Jalur yang Tiada Ujung  

Sebagai Orang Surabaya, Saya Lebih Memilih Study Tour ke Malang ketimbang Jogja

Oke deh, study tour biar asyik harus keluar pulau. Pergi saja ke Lombok, masih lumayan sepi dan sama-sama indahnya, tentu biaya transportasi jadi lebih mahal dikit. Kita punya pulau-pulau yang asoy juga, ada Pulau Seribu, sekalian melihat kesenjangan daerah yang dekat ibu kota (cieee, pesan moral lagi). Atau ke pulau yang dipercaya sebagai pulaunya Ajisaka, Nusakambangan, liburan sekaligus deg-degan.

Bisa juga study tour di daerah masing-masing. Nggak usah jauh-jauh dulu, kenali daerah sendiri dulu. Saya saja baru tahun lalu bisa melihat candi di Desa Setan (iya, Desa Setan namanya). Padahal, candi itu cuma berjarak 3 kilometer dari rumah saya, lho! Maksud saya, kalau memang mau study dan tour, ya nggak perlu jauh-jauh. Mempelajari daerah sendiri itu juga penting, jangan kayak saya.

Cuma ya gitu, nggak bisa ketemu bule. Mungkin inilah alasan Bali selalu jadi pilihan terbaik, ada bulenya. Persetan itu pantai, leak, kecak, pai susu, gantungan kunci, topeng, bebek betutu, nggak akan ada yang bisa mengalahkan momen berfoto bersama para bule. Cekrek, aplot~

BACA JUGA Kalau Artis dan Bule Pindah ke Bali, Terus Orang Bali Mau Ngungsi ke Mana? dan tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2021 oleh

Tags: balistudy tour
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Ironi Jalur Satu Arah di Indonesia: Jalur yang Harusnya Bebas Macet, tapi Jadi Nggak Berguna karena Kiri Kanannya Isinya Kendaraan Parkir

Ironi Jalur Satu Arah di Indonesia: Jalur yang Harusnya Bebas Macet, tapi Jadi Nggak Berguna karena Kiri Kanannya Isinya Kendaraan Parkir

22 Desember 2024
Membedah Upacara Ngaben_ Ritual Pembakaran Jenazah di Bali terminal mojok

Membedah Upacara Ngaben: Ritual Pembakaran Jenazah di Bali

1 September 2021
Cara Memahami Nama Orang Bali yang Unik dan Penuh Makna

Cara Memahami Nama Orang Bali yang Unik dan Penuh Makna

21 Oktober 2023
Sambal Matah vs Sambal Bawang, 2 Sambal Penguasa Dunia Kuliner dengan Penikmat yang Militan

Mencari Pemenang Sambal Matah vs Sambal Bawang Nggak Bakal Bikin Bingung, Jawabannya Jelas, Sambal Matah!

23 Agustus 2023
Mahasiswa Semarang KKL ke Jogja Buat Apa? Banyak Tempat yang Lebih Baik dari Jogja

Mahasiswa Semarang KKL ke Jogja Buat Apa? Banyak Tempat yang Lebih Baik dari Jogja

15 Februari 2024
Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Bali turis asing sewa motor

Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Bali

26 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
13 Kosakata Bahasa Madura yang "Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar Mojok.co

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

9 Februari 2026
5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.