Mengenang Lagi Cerita Wanita Misterius di Balik Lagu Sephia dari Sheila On 7

Mengenang Lagi Cerita Wanita Misterius di Balik Lagu Sephia dari Sheila On 7 terminal mojok.co

“S’lamat tidur kekasih gelapku (oh, Sephia). S’moga kau lupakan aku cepat (oh, Sephia).” Begitulah bunyi baris pertama bagian refrain lagu “Sephia” dari Sheila On 7. Penggalan lirik lagu ini masih kerap kita dengar di berbagai macam tempat, meskipun usia lagunya sudah lebih dari dua dekade. Terlepas dari betapa adaptifnya Sheila On 7 dengan generasi yang lebih muda, lagu ini memang cukup easy listening dan mudah dilantunkan.

Namun, di balik segala kenyamanan yang terlihat di lagu “Sephia” ini, ada satu kisah misterius, cenderung mistis yang menyertainya. Mungkin kita sudah sering sekali mendengar kisah ini, dan memang kisah ini juga sudah diceritakan dan sudah dibahas ribuan kali. Namun, izinkan saya sekali lagi untuk membahasnya dan menceriakannya, siapa tahu beberapa dari kita ada yang lupa.

Adalah Eross Candra, gitaris sekaligus pencipta lagu ini yang diceritakan mengalami kisah misterius itu, lebih tepatnya adalah kejadian mistis di balik penciptaan lagu “Sephia.” Menurut cerita yang beredar di balik penciptaan lagu “Sephia” ini, Eross menerima sebuah telepon ketika sedang genjreng-genjreng gitar sendirian. Mendengar telepon rumahnya berdering, Eross segera mengangkatnya, dan di seberang telepon terdengar suara seorang wanita. Suaranya tegas dan terdengar riang. Tidak ada yang mencurigakan

Kepada Eross, wanita tersebut mengaku sebagai Sephia. Eross yang merasa tidak punya teman atau kenalan bernama Sephia, terkejut bukan main. Eross akhirnya tetap melanjutkan pembicaraan dengan wanita yang mengaku bernama Sephia itu. Ternyata, wanita tersebut adalah fans atau penggemar dari Sheila On 7. Dia mendapatkan nomor telepon Eross dari sesama fans, dan si Sephia ini bahkan menelpon Eross dari telepon umum di seberang rumahnya.

Eross semakin terkejut dan segera beranjak menuju seberang rumahnya, memastikan apakah benar ada seorang wanita yang meneponnya dari telepon umum di seberang rumahnya. Sesampainya di luar, Eross tidak menemukan wanita tersebut di bilik telepon umum, dan malah menemukan gagang telepon di telepon umum depan rumahnya melayang. Terdengar tidak masuk akal, tapi ya namanya juga cerita mistis.

Karena penasaran, keesokan harinya Eross mencari informasi tentang wanita tersebut dan akhirnya mendapatkan alamat rumahnya. Bergegaslah Eross menuju rumah si wanita itu. Ketika sampai di rumah itu, Eross malah bertemu orang tuanya, dan Eross menceritakan soal pengalamannya dihubungi oleh Sephia beserta keanehan yang terjadi. Alih-alih mengiyakan, orang tua Sephia malah sedih, sebab Sephia sebenarnya sudah meninggal tujuh bulan yang lalu akibat kecelakaan ketika perjalanan menonton konser Sheila On 7. Maka jadilah lagu “Sephia” dibuat oleh Eross untuk menghormati wanita itu yang juga fans Sheila On 7 itu.

Kisah mistis ini semakin dipercaya dan semakin kuat ketika Eross membuat sebuah tulisan di balik gitar Fender Telecaster-nya dengan tulisan “I Love My Sephia” dan menunjukkannya ketika lagu “Sephia” selesai dimainkan. Tidak ada yang tahu kebenaran yang sebenar-benarnya dari cerita ini, dan sepertinya Eross saat itu juga ingin nge-troll orang-orang dengan tulisan di balik gitarnya. Lumayan, hitung-hitung promosi gratis, lah.

Cerita ini tentu saja tidak benar (dan saya yakin itu). Saya bahkan sangat yakin bahwa tidak mungkin seorang Eross Candra, seorang gitaris yang dingin tapi ciamik permainannya, mengalami situasi seperti itu. Sangat tidak mungkin, bahkan. Bukan apa-apa. kisah-kisah seperti ini jelas sekali seperti kisah-kisah buatan, kisah-kisah yang mungkin si pembuatnya terinspirasi dari film atau sinetron. Soalnya, dramaturgi ceritanya itu sinetron sekali.

Kalau dari lagunya sendiri, baik secara lirik atau musik, “Sephia” seakan tidak diciptakan sebagai penghormatan kepada seorang fans seperti cerita yang beredar. Lagu “Sephia” malah menceritakan dilema hubungan tanpa status (HTS), selingkuhan, affair, yang hanya sesaat. Liriknya pun sudah cukup jelas, tentang HTS, dsb, bukan tentang fans yang sudah meninggal yang tiba-tiba menelepon Eross. Dinalar dari akal yang setengah sehat pun cerita ini sudah tidak masuk akal.

Kisah mistis ini sebenarnya juga sudah diklarifikasi oleh Eross dan personel Sheila On 7 lainnya. Coba saja tonton tayangan ulang Tonight Show NET TV pada 18 Desember 2014. Di situ, Vincent menanyakan tentang kisah mistis di atas, yang langsung dibantah oleh Eross dan personel lainnya. Eross mengatakan bahwa “Sephia” ini sebenarnya adalah simbol dari selingkuhan. “Wah, selingkuhan kalau dikasi nama lucu kelihatannya,” kata Eross.

Jadi, sebenarnya tidak ada kisah mistis di balik lagu “Sephia” ini (tidak nyata). Tidak ada pula gagang telepon yang melayang. Namun, sebagaimana lagu “Tinggal Kenangan” dengan kisah Gaby-nya, kita biarkan saja kisah mistis yang tidak masuk akal itu melekat dengan lagu “Sephia”. Bukannya sebuah lagu kalau tersangkut dengan kisah-kisah seperti ini akan terdengar lebih menarik?

Sumber gambar: Unsplash.com

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version