Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menganalisis Sumber Alat-alat Canggih dari Kantong Doraemon

Arya Luthfi Permadi oleh Arya Luthfi Permadi
10 Februari 2021
A A
Menganalisis Sumber Alat-alat Canggih dari Kantong Doraemon terminal mojok.co

Menganalisis Sumber Alat-alat Canggih dari Kantong Doraemon terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai robot kucing dari abad 22, Doraemon tentu dilengkapi dengan teknologi mutakhir dari abad tersebut. Mulai dari alat terbang sederhana; baling-baling bambu, hingga pintu ke mana saja yang bisa mengantar penggunanya ke seluruh penjuru dunia yang ingin dikunjungi. Namun, tentu saja alat-alat canggih dari kantong Doraemon memiliki harga yang tak murah. Jangankan teknologi abad 22, teknologi zaman kita saja harganya tidak murah, Ngab. Ya, teknologi terbaru dan tercanggih biasanya keluar dengan harga yang tidak sedikit. Lantaran memang dibutuhkan riset mendalam, uji coba, pemasaran, hingga fungsi yang memanjakan pengguna.

Mengingat Doraemon memiliki alat-alat canggih yang seolah tidak ada habisnya, pernahkah terpikir dari mana sumber asal teknologi canggih yang kerap disalahgunakan oleh Nobita tersebut? Ada beberapa analisis sumber alat-alat canggih dari kantong Doraemon tersebut.

#1 Alatnya lawas

Meskipun berasal dari abad 22, tapi Doraemon tidak pernah secara jelas menyebutkan tahun berapa alat-alat tersebut berasal. Bisa jadi, meskipun dari abad 22, alat-alat tersebut sudah ketinggalan zaman alias lawas. Biasanya, teknologi yang sudah lawas memiliki harga yang lebih murah dibandingkan teknologi canggih yang baru saja dikeluarkan.

Misalnya saja seperti alat penyimpan data atau flashdisk. Harga flashdisk sekitar 2000-an awal sangat fantastis, tapi sekarang harganya lebih terjangkau bahkan dengan ukuran kapasitas yang besar. Contoh lainnya adalah kartu sim telepon genggam yang harganya selangit di awal abad 21. Sekarang, kartu sim telepon genggam sangat terjangkau dan mudah didapat.

Melihat contoh tersebut, bisa jadi alat canggih dari kantong Doraemon yang digunakan dalam membantu Nobita adalah alat yang sudah lawas. Lantas hal ini membuat Doraemon bisa dapat banyak teknologi abad 22 dengan harga yang murah. Jika memang demikian, terjawab sudah alat-alat canggih tersebut berasal. Namun jika bukan demikian, mungkin masuk dalam alasan selanjutnya.

#2 Cicit Nobita adalah sultan

Seperti yang diceritakan, sang pengirim Doraemon kembali ke masa lalu adalah sang cicit Nobita, Sewashi. Dengan memperhatikan hal tersebut, maka bisa saja diambil kesimpulan bahwa Sewashi merupakan seorang crazy rich alias sultan. Alasannya adalah jika mengirim robot kembali ke masa lalu merupakan hal mudah dan murah, tentu sudah banyak yang melakukannya.

Nyatanya, hal tersebut bukanlah hal yang umum terjadi. Barangkali alasannya adalah biaya yang dibutuhkan untuk mengirim robot canggih ke masa lalu sangatlah besar. Belum lagi robot tersebut dibekali alat-alat canggih yang tentunya tidak murah.

Sewashi juga mungkin memiliki izin khusus mengenai perjalanan waktu. Lantaran patroli perjalanan waktu dari masa depan diketahui sangat ketat dilaksanakan. Untuk memiliki izin khusus seperti ini sepertinya membutuhkan syarat dan biaya yang tak mudah.

Baca Juga:

Dennis Nggak Ada Apa-apanya ketimbang Nobita, Tokoh Paling Beban dan Nggak Tahu Diri!

Perbandingan Jumlah Guru dan Murid yang Ideal serta Keberadaan Support System Adalah Rahasia Kecerdasan Upin Ipin dan Naruto

Kalau memiliki cicit sultan, tak heran Nobita dibantu langsung dari masa depan melalui robot kucing canggih, Doraemon.

#3 Doraemon mendapat endorse alat canggih

Dengan alat-alat canggih nan mahal, bisa saja Doraemon memiliki jaringan alias link dengan produsen alat-alat tersebut. Dengan demikian, Doraemon dipinjamkan bahkan dikasih alat canggih secara cuma-cuma untuk mempromosikan atau sekadar melakukan uji coba.

Alasan ini diperkuat dengan beberapa kali dalam ceritanya Doraemon mendapat trial alat dari produsen abad 22. Sepertinya pada abad 22, pembeli mendapat trial teknologi canggih sebelum memutuskan membelinya. Seperti ketika Nobita secara sembrono memesan sepeda canggih abad 22 tanpa tahu harga sepeda yang selangit. Beruntung, sepeda yang ia dapat merupakan produk cacat pabrik. Sang produsen justru berterima kasih kepadanya.

Jika benar Doraemon banyak dipinjami barang, ini akan menjawab mengapa banyak alat canggih dari kantong Doraemon yang justru tidak muncul kala ia sangat membutuhkannya dalam serial petualangannya. Biasanya, barang-barang berguna justru tidak tampak. Ya, mungkin hal tersebut terjadi karena masa pinjam alat sudah berakhir. Duh.

#4 Sewashi dan keluarga Nobita adalah produsen alat

Alasan berikutnya mengenai sumber alat canggih dari kantong Doraemon adalah Sewashi dan keturunan Nobita merupakan produsen alat canggih tersebut. Dengan demikian, hal tersebut menjelaskan mengapa Doraemon bisa memiliki alat-alat canggih yang banyak.

Dalam ceritanya, Sewashi ditampilkan sebagai seorang yang pintar. Lantas ia memanfaatkan kepintarannya untuk membantu kakek buyutnya dari masa lalu agar tidak kesulitan dengan mengirim Doraemon beserta alat-alat canggihnya. Barangkali, ia yang membuat kantong ajaib beserta isinya.

Jika memang mereka yang membuat alat-alat canggih, ya wajar saja alat canggih dari kantong Doraemon banyak macam serta fungsinya.

Sumber Gambar: YouTube Bandai Namco Entertainment America

BACA JUGA Kedapatan Baca Komik ‘Doraemon’ di Usia (Hampir) Kepala Tiga dan Saya Bangga! dan tulisan Arya Luthfi Permadi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2021 oleh

Tags: alat canggihkantong DoraemonNobita
Arya Luthfi Permadi

Arya Luthfi Permadi

Seorang penikmat sepakbola dan game yang sering menganalisis keduanya dikala senggang.

ArtikelTerkait

Upin Ipin dan Naruto Dapat Pendidikan Bagus, Nobita Menderita (lescopaque.com)

Perbandingan Jumlah Guru dan Murid yang Ideal serta Keberadaan Support System Adalah Rahasia Kecerdasan Upin Ipin dan Naruto

2 Maret 2024
Suneo Honekawa: Representasi Anak Tunggal di Seluruh Dunia

Suneo Honekawa: Representasi Anak Tunggal di Seluruh Dunia

10 Mei 2022
Menerka Hal yang Akan Terjadi jika Doraemon Beneran Ada di Dunia Nyata

Menerka Hal yang Akan Terjadi jika Doraemon Beneran Ada di Dunia Nyata

10 Maret 2023
Nobita Adalah Sosok Impian Terpendam Orang Jepang Terminal Mojok.co

Nobita Adalah Sosok Impian Terpendam Orang Jepang

10 Mei 2022
Dekisugi, Mr. Nice Guy dalam Doraemon yang Pernah Bikin Saya Sebel

Dekisugi, Mr. Nice Guy dalam Doraemon yang Pernah Bikin Saya Sebel

20 November 2023
Doraemon

Bukan One Piece atau Naruto, Manga Terbaik Itu Doraemon

28 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

27 Maret 2026
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026
Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living Mojok.co

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living

27 Maret 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026
ASN Rajin Adalah Tempat Sampah Buat Atasan (Shutterstock)

Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya
  • Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja
  • User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan
  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.