Menerka Isi Profil Kak Ros “Upin Ipin” di LinkedIn

Menerka Isi Profil Kak Ros Upin Ipin di LinkedIn

Menerka Isi Profil Kak Ros "Upin Ipin" di LinkedIn (Unsplash.com)

Kalau keahlian Kak Ros yang banyak banget itu dicantumin di profil LinkedIn, bukan hal mustahil para HRD berlomba-lomba ingin merekrut kakak dari si kembar Upin dan Ipin ini!

Bagi saya, Kak Ros adalah tokoh paling berprestasi sejagat Upin dan Ipin. Gimana nggak berprestasi, di usianya yang masih remaja itu, beliau boleh dibilang sosok serba bisa. Contohnya sejak si kembar masih diajar Cikgu Jasmin, Kak Ros sudah memiliki keahlian entrepreneur yang sangat mumpuni. Dia rajin sekali membuat nasi lemak dan kue yang nantinya akan dititipkan pada Uncle Muthu. Urusan berjualan nasi lemak adalah hobi atau bukan nggak perlu dipikir, yang penting di mata saya level pengusaha Kak Ros udah nggak bisa disamakan dengan anak danusan di sekolah.

Nggak hanya itu, keahlian Kak Ros di serial Upin dan Ipin season terbaru juga nggak perlu ditanya lagi. Dugaan saya, selain menjadi siswi SMA, kakak dari si kembar botak ini juga merangkap pekerjaan berlapis-lapis tak ubahnya anak BEM. Kadang saya sampai bertanya-tanya, apakah Kak Ros punya waktu 32 jam sehari atau tetap 24 jam tapi nggak pernah tidur lantaran harus belajar banyak skill. Bahkan kayaknya kemampuan kakak Upin Ipin ini boleh diadu dengan Tok Dalang yang juga terkenal serba bisa.

Nah, saya pikir banyaknya kegiatan Kak Ros ini bagus juga kalau seandainya ditaruh di profil LinkedIn. Dia bisa flexing pengalamannya yang banyak banget itu kepada para HRD di luar sana biar cepat dapat kerjaan. Makanya melalui tulisan ini, saya akan mencoba meramu profil LinkedIn Kak Ros.

Profil Kak Ros

Pertama mari kita analisis foto profil Kak Ros. Sebagai ahli selfie, tentu saja foto profil cucu pertama Opah ini sangat ciamik. Berbekal tablet pink kesayangannya itu, Kak Ros pasti juga jago mengedit foto supaya hasil fotonya lebih profesional.

Untuk display name ini agak rancu ya karena ada beberapa sumber yang menyatakan bahwa nama aslinya adalah Jeanne Roselia Fadhullah. Tapi, ada juga yang bilang nama asli kakak Upin Ipin ini adalah Nur Roselia Salam binti Abdul Salam. Kalau menurut saya berdasarkan ilmu cocoklogi, nama yang pertama sangat nggak mungkin mengingat keluarga Upin Ipin adalah orang desa. Maka saya akan mengambil nama kedua saja, yakni Nur Roselia Salam binti Abdul Salam.

Selanjutnya jangan lupa deskripsi profil di bawahnya. Karena kegiatannya banyak dalam satu waktu, saya pikir deskripsi yang cocok untuk Kak Ros adalah “Entrepreneur| Project Manager | The Most Outstanding Student 2023”. Lanjut ke bagian tentang, menurut saya agar terlihat lebih outstanding, Kak Ros bisa menjelaskan pendidikan, keahlian, pengalaman, presentasinya secara singkat dan tautan portofolio.

Pendidikan dan Pengalaman Kak Ros

Agar lebih mudah, kita mulai dulu dari bagian pendidikan Terus terang saya belum pernah melihat nama sekolah Kak Ros di serial Upin dan Ipin, maka anggap saja namanya Sekolah Menengah Durian Runtuh. Jangan lupa juga untuk memamerkan jurusannya apa dan nilai akhirnya berapa.

Nah, selanjutnya bagian yang cukup penting adalah pengalaman kerja. Dari analisis saya yang agak terbatas, entah mengapa sepertinya kakak si kembar ini adalah tipe siswi yang aktif dalam proyek dan lomba ketimbang magang dan kerja. Setahu saya, Kak Ros memiliki beberapa pengalaman seperti pengusaha nasi lemak dan kue, fasilitator Pusat Promosi Kesihatan Komuniti Kampung Durian Runtuh, project manager Komuniti Bebas Denggi, hingga pengajar part-time untuk anak-anak Tadika Mesra.

Khusus pengalaman yang terakhir sebenernya saya agak skeptis. Soalnya beliau baru satu kali mengajar matematika materi perkalian. Tapi, nggak apa-apa deh dicantumin aja di profil LinkedIn. Lumayan kan buat pamer.

Sertifikasi, Proyek, dan Skill

Untuk sertifikasi, terus terang saja saya masih agak kesulitan mencarinya. Namun kalau ditilik dari pengalamannya, sepertinya dia tersertifikasi menjadi fasilitator resmi Promosi Kesihatan Komuniti Kampung Durian Runtuh. Selain itu, kemungkinan besar Kak Ros juga punya sertifikat bahasa Jepang lantaran dia memiliki sahabat pena asal negeri Sakura.

Untuk proyek yang perlu dicantumkan dalam profil LinkedIn, kayaknya pengalamannya cukup banyak. Mulai dari penggagas ide membuat film Upin dan Ipin menggunakan proyektor miliknya, penulis komik Kembara Kembar Nakal, serta bikin miniatur rumah hemat energi untuk pameran hemat energi.

Kalau urusan skill sih tentu saja nggak usah ditanya lagi. Dia punya keahlian seperti memasak, melukis, public speaking, mengajar, kemampuan interpersonal, adaptif, berpikir kritis, enterepreneur, dan masih banyak lagi. Sungguh multitalenta sekali kakak si kembar botak ini, ya!

Prestasi dan Rekomendasi

Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya menerka bahwa Kak Ros merupakan siswi yang aktif mengikuti berbagai lomba dan proyek. Maka nggak usah heran kalau dia punya banyak prestasi, salah satunya adalah berhasil merilis komik Kembara Kembar Nakal. Lantaran dia juga suka melukis, saya kira dia punya prestasi di bidang melukis pula. Selain itu, Kak Ros juga senang mengikuti lomba maraton, sehingga boleh jadi dia juga sering juara karena memiliki banyak medali di kamarnya.

Menurut saya, kakak Upin Ipin ini juga siswi yang cerdas, jadi kemungkinan besar dia termasuk siswi berprestasi di sekolahnya. Selanjutnya untuk bagian rekomendasi di profil LinkedIn, sayangnya Kak Ros kemungkinan hanya dipromosikan oleh dua orang, yaitu Badrol dan Lim. Soalnya hanya mereka berdua yang pernah bekerja secara langsung dengan Kak Ros.

Nah, itulah analisis singkat saya terhadap isi profil Kak Ros di LinkedIn. Melihat dari pengalaman dan kepribadiannya, saya yakin betul kalau kakak si kembar ini akan mudah mendapatkan pekerjaan, bahkan bukan tak mungkin jadi incaran para HRD. Oh ya, bila kalian merasa ada kekurangan di bagian pengalaman, proyek, atau lainnya, kalian bisa ikut menambahkan, ya!

Penulis: Bella Yuninda Putri
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Upin Ipin Harus Dikasih Tahu Menjadi Kak Ros Itu Sulit.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version