Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Menerima Penempatan CPNS di Luar Pulau Jawa Tak Pernah Saya Sesali, Justru Jadi Keputusan Terbaik yang Pernah Saya Buat

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
2 Mei 2025
A A
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Proses penerimaan CPNS kembali geger. Banyak calon dosen CPNS yang ramai-ramai mengundurkan diri. Kalau nggak salah ada sekitar 700-an calon dosen CPNS yang terkonfirmasi balik kanan. Alasan utama mereka mundur lantaran penempatan CPNS yang jauh, utamanya di luar Pulau Jawa. Total yang mengundurkan diri sampai 1.967 orang, tak hanya dosen. Memang salah satu komitmen ketika mendaftar seleksi CPNS itu siap ditempatkan di mana saja. Tergantung keputusan dari instansi pemerintah yang  terkait.

Saya nggak terburu-buru ngejudge siapa yang salah dalam kasus ini. Terlebih saya pernah di posisi mereka. Iya, saya pernah ada di persimpangan antara menerima dan menolak penempatan CPNS di luar Pulau Jawa.

Dan ini cerita bagaimana saya akhirnya menerima takdir dan segala risiko yang ada tentang penerimaan CPNS di luar Pulau Jawa.

Proses seleksi CPNS

Saya sebenarnya orangnya Jawasentris banget. Saya lahir dan besar di Pulau Jawa, tepatnya di Cikarang. Menyelesaikan pendidikan strata satu pun di Kota Semarang. Bahkan setelah lulus kuliah saya memilih pulang dan bekerja di Cikarang.

Nasib saya berubah ketika mencoba peruntungan dalam seleksi CPNS 2018. Saya cukup serius mempersiapkan tes CPNS. Setiap hari saya belajar soal-soal tes CPNS, baik dari internet maupun buku. Selayaknya orang-orang yang serius daftar CPNS, saya pun tak putus berdoa tiap harinya. Saya lalui tahap demi tahap seleksi CPNS sampai rampung.

Tibalah di hari yang ditunggu. Pada hari pengumuman hasil tes, saya dinyatakan lolos menjadi CPNS. Saya tentu saja tak perlu tulis reaksi saya. Kalian tahu, kalian paham, dan semoga kalian juga merasakannya.

Saya segera memberi tahu orang tua informasi tersebut. Senyum merekah di bibir kedua orang tua saya saat menerima kabar itu. Mata mereka pun berbinar seolah tak bisa menutupi kebahagiaan yang mereka rasakan.

Penempatan CPNS di luar Pulau Jawa, hantaman yang tak sederhana

Setelah pengumuman hasil tes CPNS, nggak berapa lama muncul kabar penempatan kerja. Apesnya saya ditempatkan jauh dari domisili. Bahkan sudah beda pulau dari tempat asal saya. Yak saya ditempatkan di Sulawesi. Mau tak mau, saya harus keluar dari Pulau Jawa.

Baca Juga:

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

Terus terang, saya awalnya juga mau mengundurkan diri. Terlebih saya ini anak satu-satunya di keluarga. Kalau saya kerjanya jauh takut orang tua kenapa-kenapa di rumah. Yang ada di pikiran saya dulu sama seperti bagaimana Jawa memandang pulau lain, tidak semaju Jawa, tidak selengkap Jawa. Ketakutan-ketakutan irasional menggelayuti kepala saya.

Sebelum mengambil keputusan, saya merenung cukup lama. Dalam proses merenung itu tiba-tiba saya mengingat wajah bahagia orang tua waktu mendapatkan kabar saya lulus CPNS. Wajah orang tua yang merasa bangga telah menjadikan putra semata wayangnya menjadi “orang”.

Kebahagiaan orang tua saya amat wajar. Orang tua saya ini hanya lulusan SMA yang menjadi pekerja kasar di pabrik, dan anaknya tiba-tiba menjadi abdi negara. Saya berani bertaruh orang tua saya nggak pernah sekalipun bermimpi anaknya bisa jadi abdi negara.

Keputusan menerima penempatan CPNS saya letakkan di tangan orang tua

Akhirnya saya meletakkan keputusan menerima penempatan CPNS atau tidak di tangan orang tua. Apabila orang tua merestui, saya akan tetap lanjut menjadi CPNS. Jika nggak direstui, saya tetap stay di pekerjaan waktu itu.

Saya berbincang cukup lama dengan orang tua mengenai hal ini. Jauh lebih lama dari obrolan kami biasanya. Keputusan finalnya, dengan agak berat hati, orang tua melepaskan saya untuk menjadi CPNS.

Menurut orang tua saya, menjadi PNS adalah salah satu cara mengubah nasib keluarga. Ya, kami memang bukan datang dari keluarga berada. Keluarga besar kami pun hampir nggak ada yang punya latar belakang dunia birokrasi.

Dan jelas tidak mungkin kesempatan ini akan disia-siakan, sekalipun saya harus menerima kenyataan bahwa saya dapat penempatan CPNS di luar Pulau Jawa.

Bukan keputusan yang salah

Hidup saya memang penuh kekeliruan lantaran keputusan bodoh. Syukurnya keputusan saya menerima penempatan CPNS di luar Pulau Jawa bukan salah satunya. Justru bisa dibilang, ini adalah salah satu hal terbaik yang terjadi dalam hidup saya, dan keputusan terbaik yang pernah saya ambil.

Memang setiap keputusan yang direstui orang tua nggak pernah salah. Andai masih bekerja di Cikarang saat itu mungkin hidup saya sudah remuk. Pasalnya, banyak teman-teman kantor saya dulu yang terkena badai PHK saat dan pasca covid-19.

Sementara pengupahan saya sebagai PNS selama covid-19 terbilang sangat lancar. Potensi untuk dipecat pun kala itu hampir nggak ada. Kita sama-sama tahu lah, PNS itu susah dipecat kecuali terkena masalah yang begitu berat.

Pada akhirnya akan ada pengaruh perasaan dalam setiap proses pengambilan keputusan. Entah itu yang dipilih adalah menjalankan takdir atau mengikhlaskannya. Dan saya lebih memilih untuk menjalankannya.

Memang ada beragam pilihan karier yang lebih baik di Jawa. Akan tetapi, buat saya yang bukan siapa-siapa, nggak mudah mendapatkan apa-apa. Makanya, ketika ada sedikit peluang mengubah nasib, saya coba meraihnya.

Ditambah wajah bangga orang tua saya ketika tahu anaknya jadi PNS itu masih terekam jelas di kepala sampai detik ini. Bagi saya, penempatan CPNS di luar Jawa itu nggak hanya sekadar pilihan karier. Mungkin ini jalan yang harus saya lalui untuk membanggakan kedua orang tua yang dulu kerap saya kecewakan.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Panduan untuk CPNS yang Ditempatkan di Pelosok Daerah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Mei 2025 oleh

Tags: Cikarangpenempatan cpnspulau jawaSemarang
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Masjid di dekan kawasan simpang lima semarang underground city bekasi

4 Masjid Terdekat dari Simpang Lima Kota Semarang

7 April 2022
Semarang Bukan Hanya Tentang Kabar Buruk (Unsplash)

Semarang Bukan Hanya Tentang Kabar Buruk Bencana Banjir dan Cuaca Super Panas

12 Juli 2023
5 Hal yang Bikin Saya Menderita ketika Pindah dari Jogja ke Semarang

5 Hal yang Bikin Saya Menderita ketika Pindah dari Jogja ke Semarang

6 Oktober 2023
Saya Justru Lega Semarang Tidak Mungkin Jadi “The New Jogja” seperti Solo dan Purwokerto Mojok.co

Saya Justru Lega Semarang Tidak Mungkin Jadi “The New Jogja” seperti Solo dan Purwokerto

5 April 2025
Semarang Tak Selalu Menyimpan Sisi Gelap, Ada Sisi Terang Juga yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Semarang Tak Selalu Menyimpan Sisi Gelap, Ada Sisi Terang Juga yang Tidak Diketahui Banyak Orang

2 Mei 2025
Semarang Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun, Kota Ini Semakin Sibuk dan Sesak Menyerupai Jakarta Mojok.co

4 Hal Unik di Semarang yang Bikin Pendatang Bakal Keheranan, seperti Togel yang Masih Ada dan Berlipat Ganda

8 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.