Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menebak Pikiran Orang yang Suka Melanggar Imbauan Lepas Alas Kaki Sebelum Masuk Toilet Umum

Munawir Mandjo oleh Munawir Mandjo
18 Desember 2020
A A
Nggak Usah Jijik Melototin Warna Feses dan Urin. Penting lho Ini!

Nggak Usah Jijik Melototin Warna Feses dan Urin. Penting lho Ini!

Share on FacebookShare on Twitter

Mengabaikan imbauan sudah jadi hal yang umum bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Salah satu imbauan yang sering dilanggar adalah larangan memakai alas kaki ketika masuk ke dalam toilet umum. Baik toilet yang ada di pom bensin, minimarket maupun toilet di musala atau masjid yang sering kali digunakan sebagai persinggahan seorang pengendara ketika tiba-tiba pengin buang air.

Tidak melepas alas kaki sebelum masuk toilet tentu bisa membuat lantai  jadi kotor. Hal itu membuat petugas yang bertanggung jawab menjaga kebersihan akan setengah mati membersihkan lantai toilet. Karena toilet yang kotor tentu akan menimbulkan kesan kurang nyaman saat digunakan.

Demi meminimalisir lantai toilet jadi kotor, pengelola gedung biasanya memasang sebuah imbauan yang diletakkan pada posisi yang mudah disorot mata. Sebuah imbauan yang berisi perintah untuk melepas alas kaki, baik sendal atau sepatu, sebelum memasuki toilet.

Namun, namanya juga orang Indonesia, melakukan pelanggaran adalah suatu hal yang wajar. Oleh sebab itu, saya mencoba menebak pikiran orang yang nggak melepas alas kaki saat memasuki toilet umum berdasarkan pengalaman saya yang kerap menyaksikan fenomena ini.

#1 Lantai toilet sudah kotor sejak awal

Alasan pertama yang membuat orang nggak melepas alas kaki saat memasuki toilet umum adalah kondisi lantai toilet yang sudah kotor sejak awal. Hal itu membuat orang-orang enggan melepas alas kaki karena nggak ingin kakinya ikut kotor. Apa lagi kalau jenis alas kaki yang mereka gunakan adalah sepatu, tentu mereka akan kerepotan membersihkan telapak kaki saat akan memakai kaus kaki.

Selain itu, lantai yang kotor juga bisa jadi pembenaran bagi mereka untuk tetap masuk ke toilet menggunakan alas kaki, walau sudah jelas ada imbauan agar melepasnya. Bagi mereka, melepas atau nggak melepas alas kaki tetap membuat kondisi lantai sama alias tetap kotor. Pikir mereka…

#2 Buru-buru

Alasan kedua yang membuat orang nggak melepas alas kaki saat masuk toilet umum adalah buru-buru. Adanya keperluan mendesak bisa jadi penyebab seseorang buru-buru. Bagi mereka, daripada melepas dan memasang sepatu yang membutuhkan waktu beberapa menit, mendingan nggak usah lepas sepatu sekalian. Kan gampang, setelah menggunakan toilet bisa langsung pergi menyelesaikan urusan secepatnya.

Selain urusan mendesak, alasan lain yang membuat mereka buru-buru pengin menggunakan toilet karena kebelet. Menuntaskan kepentingan pribadi, menurut mereka, lebih baik ketimbang kepentingan umum. Daripada setengah mampus menahan rasa kebelet pipis saat melepaskan alas kaki demi kebersihan lantai, lebih baik mereka segera menuntaskan kepentingan pribadi dan mengabaikan imbauan untuk melepas alas kaki.

Baca Juga:

5 Kasta Tertinggi Toilet Mall di Semarang, dari yang Rajin Berinovasi sampai yang Cocok untuk Selfie

Aturan Numpang Toilet Indomaret yang Perlu Diketahui. Jangan Asal Nongkrong meski Kebelet!

#3 Takut kehilangan alas kaki

“Ingat! Kejahatan bukan semata-mata muncul karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan!”. Masih ingat kan dengan nasihat yang sering Bang Napi ucapkan saat memandu acara berita kriminal itu?

Nah, beberapa orang terpaksa mengabaikan imbauan melepas alas kaki lantaran takut alas kakinya digondol maling. Mereka takut alas kaki yang ditinggalkan di luar toilet umum tanpa penjagaan akan memberi peluang bagi maling melakukan tindak kejahatan.

Apa lagi jika alas kakinya dibeli dengan harga mahal, tentu jadi hal menggiurkan bagi si maling. Ketakutan ini yang kemudian membuat sebagian orang terpaksa mengabaikan imbauan melepas alas kaki saat masuk ke dalam toilet umum.

#4 Sepi

Alasan lain yang membuat orang nggak melepas alas kaki saat masuk toilet umum karena situasinya sedang sepi. Tentu saat kondisi sedang sepi, nggak akan ada orang yang bisa melarang atau ngomelin mereka saat melanggar imbauan.

Selama ini, salah satu alasan sebagian orang mematuhi aturan karena nggak pengin memperoleh hukuman sosial yang kerap muncul dari orang lain yang menyaksikan mereka melanggar aturan. Baik itu berupa kesan buruk, omelan atau sanksi tegas secara langsung.

Oleh sebab itu, saat kondisi sedang sepi dan nggak ada orang yang menyaksikan mereka melakukan pelanggaran, larangan itu terkesan sah-sah saja untuk diabaikan. Termasuk nggak melepas alas kaki pas masuk ke dalam toilet. Toh nggak akan ada orang yang menegur.

#5 Kurang kesadaran untuk senantiasa menjaga kebersihan

Nah, sepertinya kalau yang ini sudah umum kita ketahui. Alasan orang nggak melepas alas kaki saat masuk toilet umum karena kurangnya kesadaran mereka untuk senantiasa menjaga kebersihan.

Orang yang punya kesadaran terhadap kebersihan akan tetap melepas alas kaki mereka meski sedang buru-buru atau situasi sedang sepi. Sebab, mereka sadar jika kebersihan itu sangat penting. Kebersihan selalu identik dengan yang indah-indah atau yang sehat-sehat, sehingga wajib diwujudkan

Tingginya kesadaran akan kebersihan, membuat mereka nggak bergantung terhadap penilaian orang lain. Nggak bergantung terhadap kesan buruk, omelan atau sanksi tegas secara langsung yang bisa muncul saat mereka nggak mematuhi imbauan.

Kesadaran akan pentingnya kebersihan ini yang menciptakan kebiasaan untuk senantiasa menjaga kebersihan, seperti hal melepas alas kaki saat masuk ke toilet.

BACA JUGA Membaca Karakter Orang dari Cara Mencuci Baju dan tulisan Munawir Mandjo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2020 oleh

Tags: imbauanToilet
Munawir Mandjo

Munawir Mandjo

Aparatur Sipir Negara

ArtikelTerkait

3 Alasan Perempuan Minta Ditemani Kalau ke Toilet

3 Alasan Perempuan Minta Ditemani Kalau ke Toilet

28 November 2020
kamar mandi

Wahai Umat Manusia, Perhatikan Kamar Mandi Milikmu!

16 Juli 2019
Toilet Pesawat, Toilet Paling Nggak Nyaman

Toilet Pesawat, Toilet Paling Nggak Nyaman

4 Mei 2022
toilet

Toilet Sekolah di Timur Indonesia

13 Mei 2019
Aturan Tidak Tertulis di Toilet Perempuan yang Perlu Diperhatikan agar Sama-sama Nyaman Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis di Toilet Perempuan yang Perlu Diperhatikan agar Sama-sama Nyaman

20 September 2024
Panduan Memahami Kesejahteraan PNS sebelum Benar-benar Yakin Ikut Tes CPNS Tahun Ini

4 Hal Baik yang Haram Dilakukan oleh PNS, Patuhi Saja ketimbang Kariermu Terancam

8 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

30 Maret 2026
3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.