Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Menebak Misteri: Siapa yang Bekerja pada Lirik Lagu Mendung Tanpo Udan?

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
8 September 2021
A A
Menebak Misteri: Siapa yang Bekerja pada Lirik Lagu Mendung Tanpo Udan? terminal mojok.co

Menebak Misteri: Siapa yang Bekerja pada Lirik Lagu Mendung Tanpo Udan? terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam dinamika kehidupan ini, ada banyak sekali hal yang bersifat misteri. Mulai dari kapan pulangnya Bang Toyib? Siapa sosok suami pada gambar kaleng biskuit Khong Guan? Sampai dengan pertanyan kapan PPKM pandemi ini selesai?

Tentu saja tidak semua hal bisa kita temukan jawabannya. Hal yang bisa kita lakukan hanyalah mengira-ngira atau menebak suatu misteri tersebut.

Nah, belakangan ini ada misteri baru yang ramai diperbincangkan di jagat maya, yakni kejanggalan dalam salah satu lirik lagu “Mendung Tanpo Udan” yang sering dinyanyikan oleh musisi spesialis lagu Jawa, seperti Ndarboy Genk, Denny Caknan, Happy Asmara, Woro Widowati, sampai pendatang baru, Yeni Inka.

Awak dewe tau duwe bayangan
Besok yen wes wayah omah-omahan
Aku moco koran sarungan
Kowe belonjo dasteran

Kurang lebih begini jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia

Diri kita pernah punya angan-angan
Besok jika sudah waktunya berumah tangga
Aku membaca koran pakai sarung
Kamu belanja pakai daster

Dari penggalan lirik lagu tersebut, sekilas terasa sekali aroma romantis dalam hubungan rumah tangga. Penggunaan diksi sarung dan daster, terasa sangat sederhana dan sangat relate bagi kaum dengan ekonomi menengah ke bawah seperti saya.

Namun, jika diamati dengan saksama, maka kita akan menemukan kejanggalannya, yakni, kalau si suami baca koran, kemudian si istri belanja, lantas yang kerja siapa?

Baca Juga:

Panduan Mengenalkan Kabupaten Ngawi pada Masyarakat Awam yang Buta Jawa Timur

Denny Caknan: Contoh Lelaki Patriarki yang Maunya Dilayani dan Sebaiknya Dihindari

Misteri di lagu “Mendung Tanpo Udan” ini membuat banyak netizen berspekulasi karena teka-teki ini muncul secara sentimentil di tengah naik daunnya lagu tersebut di dunia hiburan. Sebagai penikmat musik-musik bergenre “loroh ati tetep dijogeti”, saya juga memiliki tebakan. Tentu saja tebakan saya ini adalah hasil dari riset dan perdebatan cukup panjang dengan diri sendiri.

#1 Positif saja, mungkin mereka sif siang

Secara logis dan empiris, membaca koran tidak setara dengan perjuangan mendapatkan gebetan yang membutuhkan waktu cukup lama. Sama halnya dengan belanja yang hanya membutuhkan waktu 1-2 jam saja. Apalagi si cewek hanya menggunakan daster. Dalam bayangan saya, cewek yang pergi ke pasar dengan hanya memakai daster, tidak memerlukan waktu yang lama untuk merias diri sehingga kalau mau pergi belanja, ya tinggal pergi aja tanpa fafifu. Maka, baik si cewek maupun si cowok, tetap bisa bekerja pada sif siang dengan riang dan gembira.

#2 Masih PPKM, bisa saja kerja dari rumah

Ada kemungkinan kalau lirik lagu tersebut menggunakan setting waktu saat pandemi. Konsekuensi logisnya adalah kebijakan PPKM yang membuat banyak orang harus bekerja dari rumah. Tentu saja yang bekerja dari rumah adalah orang biasa. Gambaran menggunakan sarung dan daster sudah jelas menunjukkan identitas bahwa mereka orang biasa. Kalau orang yang luar biasa tentu saja tidak akan di rumah, melainkan work from Bali.

#3 Dana pensiunan

Kemungkinan selanjutnya adalah menggunakan dana pensiunan. Sekarang coba bayangkan, memangnya siapa sih yang masih membaca koran di pagi hari? Yaktul, kebanyakan adalah bapak-bapak yang sudah sepuh. Oleh karena itu, saya menduga kalau romantisasi tersebut dilakukan oleh orang-orang yang sudah berumur. Nah, ketika sudah berumur, mereka bisa saja mengandalkan dana pensiunan untuk kehidupan sehari-hari. Artinya mungkin saja mereka memang sudah tidak bekerja (mungkin lho), kemudian menggunakan dana pensiun untuk menikmati kehidupan romantis secara paripurna.

#4 Nggak ada

Lah, kan, cuma khayalan. Artinya, saat ini mereka belum menikah dan bekerja. Ya, kan, bebas toh mengkhayalkan apa saja. Ini adalah alasan kenapa lirik selanjutnya lagu “Mendung Tanpo Udan”, “Nanging saiki wes dadi kenangan aku karo kowe wes pisahan” (Tapi sekarang sudah menjadi kenangan, aku dan kamu sudah berpisah). Mungkin karena mereka sadar kalau suami baca koran, kemudian istri belanja, lantas yang kerja siapa? Akhirnya, hubungan mereka pun kandas karena yang mereka bayangkan kurang realistis. Yaktul, rumah tangga yang hanya mengandalkan romantisasi adalah sebuah keniscahyaan.

Sumber Gambar: YouTube DC. Production

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 September 2021 oleh

Tags: denny caknanLagu KoploMendung Tanpo UdanNdarboy Genk
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Menyambut Denny Caknan dan Happy Asmara sebagai Duet Fenomenal terminal mojok.co

Menyambut Denny Caknan dan Happy Asmara sebagai Duet Fenomenal

23 Januari 2021
Denny Caknan Laki-laki Red Flag, Patriarki yang Harus Dihindari (Unsplash)

Denny Caknan: Contoh Lelaki Patriarki yang Maunya Dilayani dan Sebaiknya Dihindari

1 Oktober 2023
Panduan Mengenalkan Kabupaten Ngawi Jawa Timur pada Masyarakat Awam yang Buta Jawa Timur

Panduan Mengenalkan Kabupaten Ngawi pada Masyarakat Awam yang Buta Jawa Timur

25 Januari 2024
orang batak melihat dangdut jawa mojok

Melihat Betapa Suksesnya Dangdut Jawa dari Perspektif Orang Batak

22 September 2021
los dol denny caknan lirik arti video klip mojok.co

Los Dol, Satu-satunya Lagu yang Enak Dinyanyikan Denny Caknan

6 Agustus 2020
8 Rekomendasi Lagu Koplo Paling Nggerus

8 Rekomendasi Lagu Koplo Paling Nggerus

17 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

10 Maret 2026
Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan (Unsplash)

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan, Mending Makan Mangut Lele atau Bakmi Jawa kalau Pertama Kali Kulineran di Jogja

9 Maret 2026
4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya Terminal

4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya

9 Maret 2026
Vespa Matic Dibenci Banyak Orang, Hanya Orang Bodoh yang Beli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor (Bagian 2)

11 Maret 2026
Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal Mojok.co

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

8 Maret 2026
Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat Mojok.co

Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat

10 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol
  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.