Menebak Kepribadian Karakter dalam Kartun Upin Ipin dari Warna Bajunya yang Tak Pernah Ganti – Terminal Mojok

Menebak Kepribadian Karakter dalam Kartun Upin Ipin dari Warna Bajunya yang Tak Pernah Ganti

Artikel

Siapa di sini yang masih sering nonton Upin Ipin? Kalau ada yang angkat tangan, saya juga ikutan. Saya merupakan salah satu di antara sekian banyak orang yang bukan anak-anak lagi masih sering menonton serial kartun ini. Bagaimana tidak, kartun dari Malaysia ini merupakan salah satu kartun yang tayang paling lama di Indonesia.

Namanya kartun tentu banyak sekali hal-hal yang masih menjadi misteri dan tidak pernah diungkap oleh pihak studio seperti, mengapa Upin Ipin cs tidak pernah naik kelas? Bagaimana wajah ayah dan ibu Upin Ipin yang telah meninggal? Kak Ros sekolah di mana? Bahkan pekerjaan ayah Ehsan pun tidak dijelaskan.

Selain itu misteri lain yang tidak terungkap adalah mengapa baju yang dikenakan oleh para karakter dalam kartun ini tidak pernah ganti. Upin selalu identik dengan kaos berwarna kuning dengan huruf U di depan, dan Ipin selalu terlihat mengenakan kaos berwarna biru dengan huruf I di depan, serta tak ketinggalan scarf yang dipasangkan di lehernya.

Saat saya mencoba berpikir apakah mungkin baju-baju ini sengaja diciptakan untuk memudahkan kreator agar tidak berulang kali mendesain baju, atau ada makna lain di dalamnya? Atau apakah mungkin warna baju pada tokoh kartun ini mencerminkan kepribadian masing-masing tokoh? Karena penasaran saya mencoba menguliknya.

Upin

Upin adalah tokoh utama di serial kartun ini, ia digambarkan sebagai bocah botak yang memiliki adik yang kembar identik dan seorang kakak perempuan. Upin di sini selalu memakai baju berwarna kuning dan ia mengaku bahwa kuning juga warna kesukaannya.

Menurut psikologi, ada hubungan karakter dengan warna favorit seseorang. Menurut para ahli warna kuning mengarah pada warna yang bahagia, suka bermain, serta cenderung extrovert. Seseorang yang menyukai warna kuning cenderung kreatif dan pandai.

Hal ini sangat sesuai dengan kepribadian Upin. Ia terkenal sebagai anak yang banyak akal, selalu periang bahkan ide-idenya pun sangat cemerlang. Misalnya, saat kaki sang adik patah, ia tetap mengajaknya untuk bermain di luar agar bisa menghiburnya. Upin pun selalu terlihat bahagia dan tanpa beban.

Baca Juga:  Menebak Besar SPP Bulanan Upin Ipin di Tadika Mesra

Ipin

Ipin adalah adik bungsu di keluarga mereka, ia sangat suka dengan ayam goreng, sampai-sampai kebawa mimpi. Di sini Ipin digambarkan menggunakan baju berwarna biru dan biru juga merupakan warna favorit Ipin.

Nah warna biru memang selalu identik dengan kepercayaan serta profesionalitas. Selain itu, seseorang yang menyukai warna biru selalu dikaitkan dengan pribadi yang melankolis alias berhati lembut, cenderung mudah tersentuh, serta cengeng.

Rupanya benar jika Ipin menjadikan biru sebagai warna kesukaannya, sebab di beberapa episode sering sekali kita jumpai Ipin sering takut dan berlindung di balik kakaknya. Ipin juga selalu menurut dengan apa yang dikatakan oleh Upin. Jika dibanding dengan Upin, Ipin memang tampak lebih pendiam dan lebih mudah terharu.

Mail

Ini adalah karakter favorit saya. Ia sangat gemar berbisnis di mana pun dan kapan pun. Ismail bin Mail merupakan teman satu kelas Upin Ipin di Tadika Mesra. Bocah yang selalu berdagang sesuatu seharga dua singgit ini selalu memakai baju berwarna hijau yang tidak pernah ia ganti.

Warna hijau sendiri mencerminkan pembawaan yang santai, alami, dan menghindari sesuatu berbau konflik. Selain itu, warna hijau ini kerap diidentikkan dengan nuansa warna uang.

Bukan hal yang mengagetkan jika Mail suka warna hijau, ia yang gemar berjualan ini memang selalu memikirkan cuan ke mana pun ia pergi. Mata duitan lah ini bocah. Namun, pembawaannya yang santai dan selaw membuat ia mempunyai banyak teman, meskipun selalu berantem dengan Mei-mei.

Mei-Mei

Gadis berkacamata berbaju pink yang sering diisukan berpacaran dengan Mail ini memang sangat menarik perhatian. Bagaimana tidak, ia merupakan siswa teladan, sering menjawab pertanyaan Cikgu dan rajin membaca buku hingga mengakibatkan ia memakai kacamata.

Pecinta warna pink memang tergambar sebagai seseorang yang feminim, lembut, dan romantis. Selain itu, kesan lemah lembut juga tercermin jelas pada pecinta warna pink. Maka tak heran jika Mei-Mei memfavoritkan warna ini.

Mei-Mei ini gemar menanam bunga matahari. Ia pun tak sungkan memproklamirkan diri sebagai Mei-Mei yang cantik di hadapan teman-temannya. Ini memberikan citra bahwa ia merupakan perempuan yang feminim.

Baca Juga:  Menebak Karakter Seseorang dari Cara Mereka Makan Biskuit Oreo

Ehsan

Ketua kelas Upin Ipin ini mungkin bisa disejajarkan dengan anak Indonesia zaman sekarang. Gemar memakai barang-barang mewah dan kemudian memamerkannya kepada teman-teman. Selain itu, Ehsan juga suka sekali foto-foto demi konten. Ehsan selalu memakai baju berwarna oranye, rupanya warna baju dan perilaku Ehsan memang cocok.

Warna oranye memberikan kesan hangat serta bersemangat, juga merupakan simbol kepercayaan diri, optimisme, dan kesan manis. Orang yang menyukai warna oranye akan mudah menarik perhatian orang lain karena kehangatan serta kemampuan berkomunikasinya yang baik.

Hal-hal tersebut sangat tercermin pada diri Ehsan. Ia sangat percaya diri dan optimis dapat mengalahkan Upin dan Ipin dalam pertandingan badminton. Ia juga selalu dapat menarik perhatian orang lain lewat barang-barang serta mainan barunya. Kemampuan komunikasinya yang baik ini pula yang membuat ia dipilih menjadi ketua kelas.

Nah, itu dia beberapa hasil tebakan kepribadian para tokoh di serial kartun Upin dan Ipin. Ternyata memang baju dan warna yang mereka favoritkan juga mencerminkan seperti apa sejatinya watak dan kebiasaan mereka.

BACA JUGA Belajar Mental Pengusaha dari Ismail bin Mail, Anak TK yang Punya Banyak Ide Bisnis atau tulisan Sri Pramiraswari Hayuning Ishtara lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
25


Komentar

Comments are closed.