Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Mencoba Mengungkap Misteri di Balik Helm Nyebelin Ojek Online

Ersya Fadhila Damayanti oleh Ersya Fadhila Damayanti
10 Maret 2020
A A
Mencoba Mengungkap Misteri di Balik Helm Nyebelin Ojek Online
Share on FacebookShare on Twitter

Pengemudi ojek online alias ojol sudah pasti menyediakan helm untuk penumpangnya. Kendati demikian, bukan berarti tak ada masalah yang muncul dari helm tersebut. Entah helmnya kebesaran, tidak memiliki pengait, bahkan pengait yang seret ketika dibuka pun tak jarang kita temui.

Namun, kita bisa sepakat bahwa penderitaan terhebat sebagai customer ojek online adalah kaca helm yang sering kali kurang rapat. Bayangin, lagi enak-enak menghirup polusi udara segar dari atas jok motor yang empuk, tiba-tiba saja terdengar bunyi “CTAKKK!” Pada saat itu juga kesabaran manusia diuji.

Rasanya betul-betul menyebalkan kalau kejadian itu terjadi. Belum lagi kalau kaca helmnya warna hitam atau penuh guratan kayak muka kucing kalau habis berantem. Saya tiba-tiba saja mau berubah jadi Spiderman supaya bisa gelantungan di badan truk biar nggak perlu pakai helm itu.

Berangkat dari pemikiran skeptis menyoal lemahnya fisik jajaran helm abang ojek online, saya mencoba mengungkap beberapa kemungkinan yang bisa menjadi alasan di balik penyebab tingginya angka tensi darah masyarakat Indonesia ini.

Pertama, alasan logis. Kendurnya kaca helm bisa disebabkan karena helm sering terjatuh. Entah jatuh karena kesalahan driver atau customer, pokoknya jangan biarkan helm sering jatuh karena bisa membuat kacanya kendur. Selain itu, terpaan air hujan juga bisa menjadi alasannya. Air hujan akan menimbulkan korosi pada bagian pengait antara visor, sehingga kaca helm otomatis bakal kendur apabila pengaitnya berkarat.

Kedua, alasan instrumentalis. Kaca helm yang sering kali turun tiba-tiba tidak tercipta tanpa alasan. Rasa kantuk yang sering menimpa driver maupun customer bisa jadi merupakan alasan di balik eksistensi helm menjengkelkan ini. Bayangin kalau kita naik ojek online tengah malam. Kantuk yang tak terelakkan sering kali dirasakan driver. Setidaknya bunyi “CTAKKK” dari helm penumpang tadi bisa mengagetkan driver yang lagi ngantuk sehingga bisa tetap fokus menyetir.

Ketiga, alasan suuzan. Kaca helm kendur itu sebetulnya ulah para customer introvert. Mereka sengaja mengendurkan baut helm supaya tidak diajak ngobrol driver. Selain itu, mereka juga bisa meminimalisir pertanyaan personal seperti, “Suka makan kadal juga, Mbak?”

Tidak adil rasanya kalau hanya suuzan dengan customer. Lemahnya performa helm bisa jadi disebabkan karena helmnya bekas dipakai lomba balap karung. Pengemudi ojol yang mendadak jadi atlet balap saat tujuh belasan menggunakan helmnya sebagai pertahanan kepala sehingga menjadikan helm sering terbentur.

Baca Juga:

Ibu Rumah Tangga dan Ojol juga Berhak untuk Kuliah, Universitas Terbuka Menerima Tanpa Batasan Apa pun!

4 Sikap Green Flag Driver Ojol yang Bikin Penumpang Nyaman

Terakhir, alasan futuristik. Percaya nggak percaya, driver ojol dengan helm menyebalkan itu datang dari masa depan. Pengemudi ojek online dengan kaca helm kendur sebetulnya adalah utusan dari masa depan. Mereka adalah ilmuwan-ilmuwan genius yang dikirim langsung dari tahun 2276 untuk meneliti kekuatan otot tangan manusia purba (baca: kita di zaman sekarang).

Benda menyebalkan yang kini kita jadikan objek sambat sebetulnya adalah teknologi di masa depan. Kaca helm sengaja didesain serimpuh mungkin agar otot-otot tangan kita bekerja secara aktif. Kita dipaksa untuk menahan kaca helm yang terus-menerus jatuh itu agar mereka (baca: driver ojol dari masa depan) dapat menemukan titik terang suatu misteri di zamannya.

Entah apa yang terjadi di balik semua itu, mari kita lihat realita yang hidup mendampinginya. Fenomena helm nyebelin di atas adalah bukti masih banyak pemilik helm abai hingga akhirnya mengalami masalah, mulai dari baret dan mengganggu visibilitas dan sebagainya.

Terkadang, karena helm nyebelin ini juga membuat banyak customer memilih untuk tidak memakainya dengan alasan tidak nyaman. Padahal kalau nggak punya kepala kan lebih nggak nyaman lagi, yak?

Balik lagi ke empat teori hasil pertapaan saya di kamar mandi di atas. Semua teori tadi hanya bisa dibuktikan dengan penelitian mendalam. Sebagai rakyat biasa, sebetulnya ada yang tak kalah penting dari meributkan siapa yang menjadi dalang di balik itu semua, yaitu saling mengingatkan.

Sebuah tindakan yang bijak untuk bisa saling mengingatkan demi kemaslahatan bersama. Selain untuk kenyamanan, helm sesuai standar juga dianjurkan untuk keamanan, baik pengemudi maupun penumpang. Toh kodrat helm itu memang untuk meminimalisir efek kecerobohan manusia.

Mulai sekarang jika bertemu driver yang memberikan helm tidak sesuai standar, ingatkan mereka untuk segera membetulkannya. Adapun kalau menemui penumpang yang nggak mau pakai helm, ingatkan mereka pula kalau ada orang terkasih yang menunggu mereka di rumah.

BACA JUGA Helm Buat Ngelindungin Kepala atau Karena Takut Polisi? atau tulisan Ersya Fadhila Damayanti lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2021 oleh

Tags: helmojek online
Ersya Fadhila Damayanti

Ersya Fadhila Damayanti

Mau jadi hokage nggak kesampean, yaudah nulis dulu aja.

ArtikelTerkait

driver ojol

Komunikasi Antara Driver Ojol dan Penumpang: Soal Titik Penjemputan Baiknya Saling Memahami Saja

30 Agustus 2019
10 Potret Menyedihkan Driver Ojol Zaman Sekarang (Unsplash)

10 Potret Menyedihkan dan Memprihatinkan Sehari-hari Driver Ojol Zaman Sekarang

2 September 2025
Mengenal Escorting, Aksi Luhur Ojek Online Indonesia (Unsplash)

Mengenal Escorting, Aksi Luhur Ojek Online Indonesia

16 April 2023
Pengalaman Naik Bus ALS Medan-Malang, Manajemen Kencing Harus Baik terminal mojok.co

3 Pengetahuan Dasar Tentang Terminal Bungurasih yang Wajib Diketahui

8 Oktober 2020
Di Desa yang Nggak Ada Polisi Maksa Pakai Helm, Eh Pas di Kota Males

Di Desa yang Nggak Ada Polisi Maksa Pakai Helm, Eh Pas di Kota Males

27 Desember 2019
Kalau Nggak Mau Pakai Helm, Sebaiknya Jangan Jadi Orang Tua! operasi otak

Kalau Nggak Mau Pakai Helm, Sebaiknya Jangan Jadi Orang Tua!

29 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja Asal Banyuwangi (Wikimedia)

Pengalaman Naik Kereta Sri Tanjung Surabaya-Jogja: Kursi Tegaknya Menyiksa Fisik, Penumpangnya Menyiksa Psikis

13 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.