Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Mencoba Memahami Fungsi Dua Gapura di Alun-Alun Kabupaten Situbondo

Firdaus Al Faqi oleh Firdaus Al Faqi
1 Oktober 2024
A A
Memahami Fungsi Dua Gapura di Alun-Alun Kabupaten Situbondo

Memahami Fungsi Dua Gapura di Alun-Alun Kabupaten Situbondo (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Redundansi yang menggelikan

Kalau satu gapura saja sudah cukup membuat kita bertanya-tanya soal fungsinya, bagaimana jika ada dua? Kehadiran gapura kedua di Alun-Alun Situbondo malah semakin terlihat absurd. Dua gapura, berdiri di area yang sama, tapi tidak ada pengaruh nyata selain bagus saja dilihat dan tidak penting-penting amat. 

Di teori teknik, redundansi itu bagus, kalau duplikasi yang dilakukan dengan sengaja dari komponen atau fungsi suatu sistem bisa meningkatkan keandalannya. Katakanlah agar fungsinya makin optimal. Tapi coba lihat dua gapura yang ada di Alun-Alun Situbondo. Adakah fungsi yang memang lebih diperkuat? Kalaupun ada, mungkin cuma fungsi untuk menjelaskan kesia-siaan dalam membangun sesuatu. 

Seolah-olah satu gapura saja kurang cukup untu menunjukkan betapa tidak gunanya bangunan itu. Malah ditegasin pakai dua. 

Belajar menerima absurditas dari hadirnya gapura di Alun-Alun Situbondo

Banyak kota dan negara yang membangun simbol-simbol besar untuk memperkuat identitas atau membanggakan kekayaan sejarah. Namun, alih-alih menjadi simbol kebanggaan, gapura-gapura di Alun-Alun Situbondo ini malah menjadi simbol kebingungan: mereka ada, tapi tidak benar-benar dibutuhkan. 

Meskipun didesain untuk menjadi pintu masuk yang megah, realitasnya, mereka hanyalah ornamen yang mengambang di tengah ruang publik yang tak membutuhkannya. Dan jika gapura ini memang harus tetap ada, mungkin bisa difungsikan dengan lebih baik—sebagai gerbang dengan informasi sejarah, misalnya, atau dihubungkan dengan jalur pejalan kaki yang mengarahkan orang untuk benar-benar lewat di bawahnya. Dengan begitu, mereka tidak hanya jadi simbol kosong, tapi punya peran yang berarti dalam tata ruang kota.

Dua gapura besar di Alun-Alun Situbondo ini adalah simbol dari absurditas tata kota yang terjebak dalam simbolisme tanpa fungsi. Lantas, apa makna dari adanya gapura Situbondo? 

Mereka ada, tapi tanpa makna. Pada akhirnya, keberadaan mereka mengundang kita untuk tertawa kecil—bukan karena mereka lucu, tapi karena mereka hadir tanpa alasan yang jelas. 

Dan mungkin, seperti halnya absurditas hidup, kita harus menerima bahwa tidak semua yang ada di dunia ini perlu punya tujuan, punya fungsi, atau makna. Kadang, sesuatu hanya perlu ada, dinikmati, dan diterima kesia-siaannya.

Baca Juga:

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Situbondo, Bondowoso, dan Jember, Tetangga Banyuwangi yang Berisik Nggak Pantas Diberi Respek

Penulis: Firdaus Al Faqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA GOR Bung Karna, Proyek Narsis Bupati Situbondo yang Bakal Menelan Duit Rakyat hingga Puluhan Miliar.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 2 Oktober 2024 oleh

Tags: alun-alun situbondositubondo
Firdaus Al Faqi

Firdaus Al Faqi

Sejak lahir belum pernah pacaran~

ArtikelTerkait

Sudah Saatnya Membangun Jalan Tol Hutan dari Situbondo Sampai Jember (Unsplash)

Sudah Saatnya Membangun Jalan Tol Hutan dari Situbondo Sampai Jember

17 April 2023
Tutorial Bertani di Situbondo, Mulai dari Harga Sewa Lahan sampai Pengelolaannya

Tutorial Bertani di Situbondo, Mulai dari Harga Sewa Lahan sampai Pengelolaannya

12 Oktober 2023
5 Alasan Jalur Pantura Situbondo Rawan Kecelakaan

5 Alasan Jalur Pantura Situbondo Rawan Kecelakaan

28 Maret 2022
3 Alasan Kenapa Alun-alun Situbondo Nggak Ramah Buat Pengunjung, dari Masalah Sampah hingga Keamanan yang Dipertanyakan!

3 Alasan Alun-alun Situbondo Nggak Ramah Buat Pengunjung, dari Masalah Sampah hingga Keamanan yang Dipertanyakan!

23 Maret 2025
Sejarah dan Misteri Jurang Tangis, Saksi Bisu Pembantaian Paling Mengerikan di Indonesia

Sejarah dan Misteri Jurang Tangis, Saksi Bisu Pembantaian Paling Mengerikan di Indonesia

29 Oktober 2022
Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

Ironi Situbondo: Kotanya Sepi, Bupatinya Jadi Tersangka Korupsi

9 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot Mojok.co

Menulis Nama Pacar di Lembar Persembahan Skripsi Adalah Blunder Abadi dan (Pasti) Jadi Bencana di Masa Depan

23 Mei 2026
Jalan Ngluwar Magelang yang Bobrok Adalah Area Paling Cocok untuk Simulasi Ujian SIM  Mojok.co

Jalan Ngluwar Magelang yang Bobrok Adalah Area Paling Cocok untuk Simulasi Ujian SIM 

21 Mei 2026
3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

3 Alasan Romantisme Bandung Akan Luntur, Ketika Menginjakan Kaki di Kecamatan Cibiru

25 Mei 2026
Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.