Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Meminjamkan Utang Itu Sederhana, Yang Rumit Itu Nagihnya

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
15 Mei 2019
A A
utang

utang

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini, warganet dibuat baper dengan postingan video di Instastory Adelia Lontoh. Dalam video yang hanya berdurasi tak lebih dari satu menit itu, memperlihatkan sosok sang suami, Duta Sheila On 7, yang tengah menyenandungkan lagu Rumit milik Langit Sore ketika tengah menyopir. Alih-alih ikutan baper, saya justru memaknai kata cinta dalam syair lagu tersebut sebagaimana saya memaknai utang. Bukankah di dunia ini tak hanya cinta yang sederhana, toh meminjamkan uang ke teman atau saudara juga sederhana. Tapi yang rumit itu drama saat mau menagih uang kita.

Meminjamkan uang itu mudah. Seorang teman datang ke kita, dengan muka melas, bersamaan dengan cerita menyedihkan yang membuat hati siapa pun menjadi melankolis dibuatnya. Lalu karena kita punya uang, secara otomatis kita akan begitu mudahnya meminjamkan uang itu tanpa pikir panjang. Padahal uang itu satu-satunya harta yang kita miliki hingga tanggal muda datang kembali.

Di awal sih janjinya cuma sebentar pinjamnya. Tapi setelah sehari, seminggu, sebulan, setahun, bahkan beradab-abad lamanya, utang tersebut tak kunjung ada kelanjutan kabarnya. Padahal kita sangat berharap uang itu kembali, karena kita butuh untuk membayar sesuatu atau justru untuk biaya makan sehari-hari. Kalau udah gini, bersiaplah mengemis uangmu sendiri, Nak!

Seperti halnya bandara, di mana pun itu, pintu keberangkatan dan pintu kedatangan itu selalu berbeda. Sama seperti kelakuan orang pinjam uang. Pas pinjam aja, ngomongnya manis-manis, lalu seolah menggangap kita itu teman paling baik sedunia, dan hanya diri kita manusia di muka bumi ini yang bisa membantu masalahnya. Tapi, pas mau ditagih uang itu, taraaa~

Kita yang tadinya teman dekat, kini justru menjelma menjadi wabah penyakit yang patut dihindari. Tiap kali mau ditagih, selalu saja ada banyak alasan dari A sampai Z. Belum gajianlah atau uangnya kepakelah, hingga kita pun harus maklum dan memahami keadaannnya.

Namun, di saat kita hanya makan lauk kerupuk sama sambel karena kehabisan duit di akhir bulan, lah kok buka Instagram, lihat teman yang kita utangi tadi posting lagi makan di kafe atau sedang posting foto piknik.

Kejadian seperti ini sangat lazim sih terjadi. Tanpa menyebutkan nama oknum, saya pun sering mengalami hal serupa. Beberapa teman sering pinjam uang ke saya dengan alasan untuk makan, eh sehari setelahnya kok dia beli alat make up atau pergi ke salon. Kan sebel ya.

Sungguh, menagih utang itu bukan perkara yang mudah. Butuh hati yang kuat serta tenaga yang ekstra. Kadang karena saya ini orangnya tak enakan sama teman atau saudara, jadi mau nagih itu yang takut malah saya. Belum lagi kalau ketemu, rasanya kok saya yang malu dan dianya malah cuek-cuek aja kayak nggak ada yang terjadi. Apa cuma saya yang mengalami hal seperti ini?

Baca Juga:

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7

Mulai dari Nama Besar Hingga Banyaknya Pendengar di Platform Digital, Inilah Alasan Mengapa Band Bisa Punya Rate Harga yang Mahal  

Sebagian orang pernah menasihati saya, yang namanya utang ya tetap utang. Berapa pun jumlahnya harus dibayar, kalau gak nanti bakalan beratin si orang yang punya utang di akhirat nanti. Tapi mau gimana ya, perihal utang gini sensitif sih. Utang kadang bisa merusak pertemanan yang sudah terjalin lama, bahkan utang juga bisa membuat saudara pecah silaturahmi. Nah, ini yang saya takutkan itu.

Saya sendiri sebisa mungkin, kalau gak terpaksa banget gak mau yang namanya utang. Selain karena malu, juga karena beban psikis. Sumpah loh, pinjam uang itu rasanya malu banget. Mulut itu rasanya kelu. Makanya kalau ada teman yang pinjam uang ke saya, pas ada, saya gak pernah mikir panjang lalu saya pinjami. Karena saya yakin, untuk bilang pada saya untuk pinjam uang, itu juga butuh mental yang kuat. Saya bahkan nggak sanggup.

Jadi sebisa mungkin saya usahakan untuk tidak utang kalau tidak sangat amat terpaksa sekali. Apalagi utang cuma buat beli hal-hal yang bersifat sekunder atau primer. Tahan dulu sampai punya uang.

Saya ingat betul tentang kisah Santiago dalam buku The Old Man And The Sea karya penulis terkemuka Ernest Hemingway. Dalam buku itu Santiago digambarkan sebagai nelayan tua miskin yang hidup sebatang kara. Tak ada makanan ataupun sesuatu yang menghangatkan tubuhnya di rumah kecil yang tak layak huni itu.

Namun saya masih ingat jelas ketika Santiago berkata, “Tapi sebisa mungkin kuusahakan tidak pinjam uang. Mula-mula hanya pinjam. Nanti ngemis.”

Duh, padahal kehidupan si lelaki tua itu sangat nahas. Dia selama berhari-hari melaut tapi tak mendapatkan ikan. Selama itu pula dia tak memakan apa pun di atas perahunya. Namun dia tetap enggan meminjam uang pada orang lain. Sedih banget pokoknya baca buku ini mah.

Ketegasan Santiago dalam perihal meminjam uang ini sungguh luar biasa. Memang benar adanya, kadang mula-mula kita hanya pinjam ke satu orang, tapi lama-lama pinjam ke orang lain. Begitu seterusnya. Hingga tanpa sadar kita tak lagi malu untuk meminjam uang. Hal ini jadi kebiasaan.

Ada loh sebagian orang, yang ketika sudah memiliki uang, tapi enggan menggunakan uang tersebut untuk mengembalikan utangnya. Padahal kalau kita dipinjami, lalu kalau sudah ada uangnya dikembalikan lagi, gitu kan enak ya. Di kemudian hari kita bisa memberi pinjaman lagi. Tak cuma uang sih, barang juga gitu.

Kadang saya suka sebal, dipinjami barang, tapi setelah selesai tak mau dikembalikan. Pas kita mau makai, kita yang harus ambil ke tempat orang yang meminjam tadi. Hmmm

Makanya untuk menghindari perpecahan antar keluarga ataupun pertemanan, dari awal saya sudah putuskan. Jika memang saya pas punya uang lebih, maka saya akan pinjamkan. Dengan niat tak mengharap uang itu kembali. Tapi jika uang yang saya miliki sedang gak ada dan pas-pasan, ya udah saya katakan, saya tak bisa memberikan pinjaman.

Mau seribu pun, yang namanya utang ya tetap utang. Kalau tak bisa mengembalikan, minimal konfirmasi bahwa kita belum bisa mengembalikannya. Dan kalau sudah ada uangnya, maka segerakan membayar utangnya.

Mari tunaikan kata TOA di masjid setiap dini hari…. sa..ur… saur… saurr …utang~

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2021 oleh

Tags: DutaHutangSheila on 7SO7
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Lagu pop Indonesia makin nggak asyik. (Unsplash.com)

Menye semua! Ketika Lagu Pop Terbaru Indonesia Makin Nggak Asyik

5 Juni 2022
3 Lagu Sheila on 7 yang Wajib Dibuat Versi Barunya

3 Lagu Sheila on 7 yang Wajib Dibuat Versi Barunya

25 Januari 2022
Lagu-lagu Sheila on 7 dan Momen yang Pas untuk Menyanyikannya terminal mojok

Lagu-lagu Sheila on 7 dan Momen yang Pas untuk Menyanyikannya

20 September 2021
Sudah Saatnya Pemerintah Berhenti Main Duta-dutaan duta

Sudah Saatnya Pemerintah Berhenti Main Duta-dutaan

2 Oktober 2023
Memori Baik Sheila on 7: Memberikan Kehangatan, Merajut Kenangan Indah, dan Mengajarkan Legowo  Mojok.co

“Memori Baik” Sheila on 7: Memberikan Kehangatan, Merajut Kenangan Indah, dan Mengajarkan Legowo 

28 November 2024
Mengenang Lagi Cerita Wanita Misterius di Balik Lagu Sephia dari Sheila On 7 terminal mojok.co

Mengenang Lagi Cerita Wanita Misterius di Balik Lagu Sephia dari Sheila On 7

5 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
Laweyan Solo, Kecamatan yang Jarang Dibicarakan padahal Nggak Kalah dari Banjarsari

Laweyan Solo, Kecamatan yang Jarang Dibicarakan padahal Nggak Kalah dari Banjarsari

8 Januari 2026
Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Cerita Kawan Saya Seorang OB Selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

10 Januari 2026
Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

8 Januari 2026
4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7 Mojok.co

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7

10 Januari 2026
Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

9 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota
  • Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim
  • Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan
  • Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa
  • Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua
  • Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.