Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Memikirkan Kesejahteraan para Demit di Negeri Ini

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
20 September 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Tak bisa dimungkiri, kesenjangan sosial memang makin ngadi-adi. Semakin ke sini, semakin lebar jurang pemisahnya. Mau tak mau, kita boleh mempertanyakan hal ini pada pemerintah. Apa mau begini-begini terus? Kesejahteraan harus diratakan, semua harus sejahtera bersama-sama. Karena makin lama, kesenjangan dan kemiskinan sudah menghampiri jagat demit di negara kita. Apalagi kalau dibandingkan demit luar negeri, demit kita kalah jauh.

Saya suka kasihan dengan genderuwo, tante kunti, sampai para pocong. Soal outfit, mereka memang sejak dahulu compang-camping dan kurang punya inovasi, kurang nyetil. Tapi, hal itu bisa dimaafkan. Tak boleh ada yang mempertanyakan selera fashion orang lain, itu hak mereka. Yang bikin nyesek adalah, demit luar punya tempat-tempat yang aduhai dan edgy, semacam kastilnya Valak atau drakula. Terkadang, mereka menghuni makam besar nan mewah. Nggak kayak demit sini. Mereka semakin banyak yang terpaksa pindah dari ekosistem alami mereka.

Jika dulu banyak pohon besar nan rindang, kini semua itu sirna. Jangankan di kota dan kampung-kampung, hutan saja bisa gundul. Seperti pohon waru di kampung saya, yang sekarang ditebang dan berubah menjadi pohon albasia. Ya, mohon maaf, pohon besiar atau albasia ini kurang nyetil kalau dipakai nangkring sama demit, meski cepat laku. Sudah kecil, rapuh juga. Bahkan hutan dan bukit di timur desa saya, sudah jadi perumahan. Kabarnya, genderuwo di sana ngambek dan pindah entah ke mana.

Konon, kalau ada yang berani buang air di sungai kampung saya, bakalan langsung sakit perut. Itu benar-benar terjadi di masa kecil bapak saya. Kini sungai itu airnya makin sedikit, banyak sampah, dikeruk, dan diberi alas beton. Mirip sama gorong-gorong buatan di kota. Wajar kiranya si penunggu sungai marah dan sudah tak sudi lagi menjaga sungai itu dari limbah.

Di luar negeri, kastil-kastil dirawat dengan baik. Mereka mengerti soal apa itu sejarah dan warisan leluhur. Di negara ini, pulau yang berisi dinosaurus dari masa jurassic saja, malah makin mengkhawatirkan keadaannya. Apalagi bangunan lawas, kalau nggak dirawat, ya, dijual.

Di Magelang sendiri, bangunan peninggalan sejak abad 19 saja banyak yang rusak dan diratakan. Ini belum termasuk prasasti dan candi terlantar yang tak terhitung jumlahnya. Saya kira, melindungi peninggalan leluhur saja nggak bisa, apalagi memberikan tempat tinggal yang layak untuk para demit itu.

Sekarang sudah susah mencari tempat rindang dan angker. Dan di situ bahayanya. Demit-demit ini terpaksa masuk ke kos-kosan, kantor-kantor, kampus, dan bangunan megah lain. Karena apa? Karena rumah mereka dirusak oleh kita.

Sekarang kita terpaksa rebutan kuasa di gedung-gedung itu. Lantaran lahan terbatas dan makin sesak, belum lagi harganya makin gila, manusia terpaksa hidup berdampingan. Tak terkecuali kawan saya yang pernah ngontrak beberapa bulan di tempat angker. Mau cari yang aman, nggak ada duit. Pilihan terakhirnya adalah berkawan dengan kejadian mistis setiap malam yang penting murah pakai banget.

Baca Juga:

3 Spot Terbaik Melihat Kesenjangan Kota Jakarta dari Ketinggian

Jangan Jadi Dosen dan Guru: Gajinya Irit, Tanggung Jawab Selangit

Kota makin sesak, desa makin ramai dan rusak, hutan hilang. Wajar jika demit susah nyari kerjaan. Mereka nggak sewingit dan tak terlalu dihormati lagi. Keberadaan mereka mulai kalah dengan lampu-lampu dan tonggak-tonggak beton. Manusianya saja susah nyari duit, boro-boro mikirin yang mistis-mistis. Pembangunan tanpa keberpihakan pada kemanusiaan menyebabkan kesenjangan yang makin gawat. Dan para demit pun makin terpinggirkan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2021 oleh

Tags: demitkesejahteraankesenjangan sosial
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

listrik padam

Mengungsi ke Hotel saat Listrik Padam adalah Kemewahan yang Sulit Kita Lakukan

10 Agustus 2019
paket wisata vaksinasi bali mojok (1)

Paket Wisata Vaksinasi Adalah Gambaran Kesenjangan Sosial Kala Pandemi

4 Juli 2021
seleksi pppk pns guru honorer birokrasi amburadul mojok.co

Seleksi PPPK Adalah Bukti Pemerintah Setengah Hati Memikirkan Guru Honorer

20 September 2021
pajak GM Irene Dadang Subur mojok

Pajak Warisan, Terobosan Baru Meningkatkan Pendapatan Pajak Negara

2 Desember 2021
Jangan Jadi Dosen dan Guru: Gajinya Irit, Tanggung Jawab Selangit Mojok.co

Jangan Jadi Dosen dan Guru: Gajinya Irit, Tanggung Jawab Selangit

23 Februari 2024
makanan murah kesejahteraan tolok ukur daerah mojok

Makanan Murah sebagai Tolok Ukur Kesejahteraan Daerah Itu Anehnya Paripurna

13 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribuan yang Layak Dibeli Mojok.co

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribu yang Layak Dibeli 

13 Januari 2026
Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru Mojok.co

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

18 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.