Membuang kesempatan memiliki Yamaha F1ZR Marlboro mungkin jadi salah satu penyesalan dalam hidup. Masih ingat betul, pada 2016 saya sedang mencari motor bekas untuk hobi sekaligus bisa digunakan untuk mobilitas sehari-hari. Waktu itu ada yang menawarkan Yamaha F1ZR Marlboro, motor bebek 2-tak legendaris edisi spesial. Namun, saya tidak mengambilnya kesempatan itu.
Saya lebih memilih Honda Megapro. Pada saat itu, saya pikir motor ini bisa dimodifikasi jadi punya tampilan klasik ala CB jadul. Modifikasi yang jelas menelan budget besar. Sudah begitu, motor ini ternyata nggak begitu praktis untuk kebutuhan harian.
Penyesalan semakin menjadi-jadi di 2026 ini. Tepatnya ketika tahu Yamaha F1ZR Marlboro dalam keadaan mulus dihargai hingga Rp20-30 juta. Harganya bisa naik lebih 10 kali lipat daripada yang ditawarkan pada saya pada 2016. Dahulu saya ditawari di harga Rp2-3 juta saja. Pada saat itu, di pasar motor bekas, unit-unit Yamaha F1ZR memang terkenal murah karena tren motor 2-tak mulai ditinggalkan demi motor 4-tak yang lebih ramah lingkungan.
Sejarah Yamaha F1ZR Marlboro edisi spesial yang ikonik
Yamaha Fiz R atau lebih dikenal sebagai Yamaha F1ZR di Indonesia adalah motor bebek 2-tak yang diproduksi Yamaha dari 1992 hingga 2004. Motor ini menjadi ikon di era 90-an dan awal 2000-an karena performa mesin 110cc yang lincah, desain sporty, dan kemampuan akselerasi yang mumpuni untuk balap jalanan. Ada beberapa seri Fiz R, seperti Fiz R standar, Fiz R Clutch, dan edisi spesial seperti Caltex, Millennium, dan yang Marlboro itu.
Edisi Marlboro kalau saya tidak salah dirilis sekitar tahun 2000-2001 sebagai limited edition. Livery putih-merah khas bungkus rokok Marlboro lengkap dengan striping sponsor yang membuatnya tampak seperti motor balap. Seri ini diproduksi dalam jumlah terbatas sehingga kini menjadi buruan kolektor.
Pada 2016, harga bekas Yamaha F1ZR Marlboro masih rendah. Regulasi emisi yang ketat membuat motor 2-tak kurang populer. Menurut data pasar saat itu, unit bekas bisa didapat Rp2-3 jutaan untuk kondisi bahan atau restorasi. Namun, seiring waktu, nilai historis FIZR naik. Di 2020, edisi Marlboro sudah menyentuh sekitar Rp20 juta, dan sekarang di 2026, harga bekas mulus bisa tembus Rp30 juta.
Kenapa bisa mahal?
Menurut saya ada beberapa alasan yang membuat Yamaha F1ZR harganya kini bisa setinggi itu. Ada anggapan kendaraan ini mewakili era keemasan motor 2-tak di Indonesia, di mana balap liar dan modifikasi menjadi budaya. Banyak komunitas seperti Yamaha F1ZR di Indonesia yang aktif merestorasi, membuat permintaan naik.
Selain itu, suku cadang original semakin langka ternyata menambah nilai investasi. Jika saya beli di 2016, motor itu bisa jadi aset yang naik nilai 10 kali lipat! Jangkrik.
Seri Fiz R lainnya seperti Caltex juga mahal, tapi Marlboro paling ikonik karena sponsornya yang kontroversial tapi legendaris.
Motor ini bukan hanya alat transportasi, tapi simbol nostalgia bagi generasi 80-90an. Performa mesinnya, dengan tenaga 12,5 hp, masih kompetitif untuk hobi drag race. Sungguh amat sayang saya melewatkan kesempatan itu karena tergoda tren modifikasi CB.
Namanya penyesalan pasti datangnya belakangan. Yang lebih penting dibanding menyesal adalah pembelajaran yang diperoleh. Dari kejadian ini saya jadi belajar untuk mempertimbangkan nilai jangka panjang suatu barang. Autentisitas juga jadi nilai penting. Honda Megapro yang dipoles seperti CB lawas jelas nilainya jauh dibanding Yamaha F1ZR Marlboro yang memang terbatas sejak diproduksi pertama kali.
Pelajaran terakhir yang saya selalu ingat. Jangan lupa riset sebelum mengambil keputusan. Saya akui di 2016, saya abaikan tren naiknya motor 2-tak lama. Eh, malah kegoda modifikasi Honda Megapro, hasilnya jadi seperti ini kan. Sial.
Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Yamaha Alfa Bukan Motor Gagal meski Kalah Pamor dari F1ZR.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















