Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Membedah ‘Dispatch’, Lambe Turah Khas Korea yang Hobi Bikin Geger Jagat K-Pop

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
15 April 2021
A A
Dispatch Lambe Turah Khas Korea yang Hobi Bikin Geger terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian orang, mengonsumsi gosip artis bisa jadi salah satu alternatif hiburan. Lambe Turah sebagai penyedia daily dose gosip dan julid kadang jadi tempat yang dituju buat mencari informasi tentang artis. Kalau Lambe Turah merupakan “local pride” asli Indonesia, Korea Selatan juga punya media serupa bernama Dispatch. Bagi yang sudah lama jadi budak cinta oppa-eonni Korea, nama Dispatch bukan lagi hal yang asing di telinga. Apalagi setiap tahun baru Dispatch selalu menghiasi jajaran trending topic Twitter saking banyaknya K-Popers yang kepingin tahu siapa pasangan baru yang terciduk media berita yang juga populer secara internasional itu.

Dispatch awalnya didirikan oleh para mantan reporter media Sport Seoul yang pengin berinovasi. Mereka nggak mau lagi dibatasi dalam berkreasi dengan hanya menulis berita berdasarkan topik yang lagi hangat diperbincangkan. Mereka beranggapan kalau media konvensional sudah banyak yang melakukan hal itu, dan di saat yang sama persaingan antarmedia semakin besar. Berkat keputusan mereka itulah Dispatch sekarang hadir dan melegakan kehausan para netizen akan gosip dan skandal.

Baru-baru ini Dispatch bikin gempar jagat hiburan Korea Selatan. Bukan sekadar merilis nama dua aktor dan aktris ternama Korea, Kim Jung-hyun dan Seo Yea-Ji, yang pernah pacaran beberapa tahun lalu, Dispatch juga mengungkapkan hal yang mengejutkan lainnya. Di tahun 2018, Kim Jung-hyun sempat jadi sorotan gara-gara perilakunya yang dingin kepada kru dan sesama pemeran drama Korea Time, menghindari adegan kontak fisik dengan lawan mainnya, Seo-hyun, hingga minta skrip dramanya direvisi. Dispatch menelusuri fakta bahwa Seo Yea-ji adalah dalang di balik itu. Disebut sebagai pacar yang posesif, ia nggak ngebolehin Kim Jung-hyun bersikap ramah maupun punya adegan skinship sama Seo-hyun. Nggak main-main, Dispatch sampai nge-spill chat Seo Yea-ji dan Kim Jung-hyun di tahun itu. Edan, kok bisa ya mereka dapet info seperti itu?

Cara kerja Dispatch yang paling sering mereka lakukan adalah dengan menguntit artis ke tempat tertentu. Agen-agen Dispatch bekerja layaknya detektif yang mengamati perilaku para artis dari jarak jauh. Ketika artis yang bersangkutan melakukan hal-hal yang mencurigakan, kamera yang para agen bawa siap untuk membidik dan menangkap gambar. Peliputan ala-ala paparazzi untuk saat ini baru dipegang oleh Dispatch, satu-satunya. Tapi bukan berarti mereka selalu dapat gambar dan cerita bagus yang menarik buat dirilis. Kadangkala, agen Dispatch kudu pulang dengan tangan hampa lantaran artis yang mereka ikuti nggak melakukan apa-apa alias bersih dari skandal.

Nah, gimana dengan hal-hal yang privasi banget kayak tangkapan layar obrolan di aplikasi, jadwal pribadi artis, dan sebagainya? Kabarnya, Dispatch ini jejaring sosialnya luas banget, Mylov. Mereka mendapatkan banyak informasi dari staf, orang yang kerja langsung di agensi, atau dekat dengan orang-orang di sekitar si artis. Mereka juga nggak mungkin tahu tempat tujuan si artis yang akan mereka buntuti tanpa informasi dari orang dalam, kan?

Meski identik sebagai tukang spill skandal percintaan artis Korea, nyatanya Dispatch juga pernah mengungkap skandal-skandal besar di luar itu. Ingat kan sama skandal Burning Sun yang kompleks banget dan melibatkan banyak nama-nama besar nan kondang di industri hiburan Korea? Atau kasus mantan presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, dengan Choi Soon-sil? Dispatch punya andil dalam terungkapnya kasus itu. Jadi, mereka nggak sekurang kerjaan itu ngikutin artis Korea 24/7. Mereka (((kadang))) juga berjasa buat masyarakat luas.

Sumber pendapatan dan konten yang dibuat oleh Dispatch nggak melulu soal skandal sebenarnya. Mereka juga bikin photobook bernama DICON yang isinya berupa kompilasi foto-foto cakep dari idol tertentu. Mereka pernah merilis DICON yang berkolaborasi sama BTS, IZ*ONE, dan artis-artis lain. Di channel YouTube milik mereka pun kebanyakan berisi video di balik layar pemotretan, wawancara, sampai momen kedatangan artis Korea dari luar negeri.

Dispatch juga pernah santer dituduh sebagai kaki tangan pemerintah Korea Selatan gara-gara ada anggapan kalau Dispatch merilis skandal dari para artis Korea sebagai pengalihan isu. Setiap kali ada kasus besar yang menimpa pejabat atau nama-nama kondang yang nggak berasal dari industri hiburan hampir selalu diikuti dengan kabar skandal dari artis. Akan tetapi, nggak sedikit pula yang berprinsip kalau Dispatch nggak lebih dari sekadar media yang berusaha menangkap momen yang-yangan artis Korea dan mereka nggak ada hubungannya dengan pemerintah. Untuk kebenarannya, hanya Tuhan dan staf Dispatch yang tahu.

Baca Juga:

Bagi-bagi Freebies di Konser K-Pop Bikin Trauma dan Nama Baik Fandom Tercemar Gara-gara Oknum K-Popers Tak Tahu Diri

Membayangkan Yeo Jeong Woo di Drama Korea Doctor Slump Tinggal di Indonesia: Tersandung Kasus Malapraktik dan Masuk Lambe Turah

Kalau dilihat secara jeli, cara kerja Dispatch yang mengambil foto artis tanpa izin ini termasuk ilegal. Apalagi di Korea Selatan ada yang namanya “chosang-kwon” atau hak atas foto diri. Setiap orang di sana punya hak untuk melindungi privasinya, termasuk dengan melindungi foto wajahnya agar nggak disebarkan ke publik. Tapi kalau ilegal, kenapa mereka nggak disuruh balik kanan bubar jalan, ya?

Masyarakat Korea Selatan sebenarnya pernah membuat petisi di laman kepresidenan yang menuntut agar Presiden menutup Dispatch. Sebanyak 210 ribu orang ikut menandatangani petisi yang mana melebihi target untuk bisa mendapatkan respons dari staf kepresidenan. Namun, Presiden Korea Selatan memilih untuk nggak menutup Dispatch lantaran melakukan penutupan pada suatu media sama saja dengan melakukan pembungkaman atas hak untuk berpendapat.

Dispatch juga tetap makmur dan nggak gulung tikar karena kita ikut membantu mereka agar tetap dapet uang, lho. Setiap rilisan skandal yang mereka lakukan selalu kita beri panggung. Gimana nggak tambah banyak tuh cuan mereka dari setiap klik dan share yang kita lakukan?

Sumber Gambar: YouTube Berita Kpop Indonesia

BACA JUGA Lambe-lambean dan Komoditas Baru di Indonesia dan tulisan Noor Annisa Falachul Firdausi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 April 2021 oleh

Tags: Akun GosipberitaDispatchgosip artisidol koreaK-PopLambe Turah
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

k-drama

Veteran K-Drama Nggak Usah Ikut-ikutan Ngerasa Lebih Baik dari yang Baru Suka K-Drama Sekarang

27 April 2020

Membayangkan Bisa Bersekolah Bareng Idol Korea di SMA Seni SOPA dan Hanlim

20 Juni 2021

Alasan Fans Musisi Indonesia Jarang Beli Album Fisik Karya Idolanya

20 Juni 2021
Fandom Habib Rizieq Memang Layak Menang Best Fandom Award! terminal mojok.co

Fandom Habib Rizieq Memang Layak Menang Best Fandom Award!

12 November 2020
Masa Depan Bumi Bisa Jadi Ada di Pundak Penggemar K-Pop Terminal Mojok

Masa Depan Bumi Bisa Jadi Ada di Pundak Penggemar K-Pop

19 Februari 2022
K-Popers Militan, Golongan Pemuda yang Tersakiti Bangsa Sendiri Terminal Mojok

K-Popers Militan, Golongan Pemuda yang Tersakiti Bangsa Sendiri

29 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.