Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Membayangkan Kehidupan dan Kematian dalam Lagu Putih-nya Efek Rumah Kaca

Fanisa Putri oleh Fanisa Putri
17 Maret 2020
A A
Membayangkan Kehidupan dan Kematian dalam Lagu Putih-nya Efek Rumah Kaca
Share on FacebookShare on Twitter

Ada tiga hal yang tidak pernah diketahui jawabannya yaitu: rezeki, jodoh, dan kematian. Rezeki dan jodoh mungkin bisa dijemput, tapi kematian? Siapa yang mau menjemputnya? Suatu hari saya tidak sengaja mendengar sebuah lagu yg diputar di televisi saat saya sedang menonton berita kematian seorang aktor, suami seorang penyanyi kondang di tanah air. Beberapa lirik lagu tersebut menempel dalam ingatan saya, akhirnya saya mencari judul lagu tersebut.

Lagu tersebut berjudul Putih milik Efek Rumah Kaca, yang dimuat dalam salah satu albumnya Sinestesia. Grup musik indie yang berasal dari Jakarta ini terdiri dari Cholil Mahmud (vokal utama, gitar), Poppie Airil (vokal latar, bass), dan Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar).

Dalam lagu tersebut bermakna “Ada” dan “Tiada”, ungkapan “Tiada” ini berasal dari kepergian seorang rekan band tersebut yaitu Amir Zainun sedangkan makna “Ada” berasal dari perasaan bahagia atas kelahiran Angan Senja putra dari vokalis utama Cholil Mahmud dan Rintik Rindu putri dari Adrian Yunan Faisal (ex-personel Efek Rumah Kaca).

Setelah saya dengarkan dengan fokus beberapa liriknya seakan membawa saya ke dalam keadaan yang mungkin suatu saat akan saya alami entah kapan. Kebetulan saat itu saya sedang mendengarkan lagu Putih milik Efek Rumah Kaca tersebut dalam keadaan berbaring di kamar yang gelap, semakin tervisualisasikanlah lirik dalam lagu itu. Berikut beberapa potongan lirik lagu tersebut dibagi atas dua makna yaitu “Ada” dan “Tiada”. Saran saya lebih baik memejamkan mata sambil mendengarkannya. Lagu ini menjadi pengingat kalau kematian pasti akan terjadi.

Bagian “ Tiada”

“Saat kematian datang

Aku berbaring dalam mobil ambulans

Dengar, pembicaraan tentang pemakaman

Dan takdirku menjelang

Baca Juga:

Sisi Gelap Tahlilan di Pelosok Desa Bangkalan Madura: Ketika Kematian Jadi Ajang Pamer

Jangan Cuma Bayi yang Dikasih Kado dan Perhatian, Ibu Melahirkan Juga Perlu!

Sirene berlarian bersahut-sahutan

Tegang, membuka jalan menuju Tuhan

Akhirnya aku usai juga” 

Membayangkan melihat diri terbaring kaku, roh dan tubuh berpisah di dalam ambulans dengan sirine yang menggema di sepanjang jalan. Kondisi tubuh yang dingin serta keinginan ingin berbicara namun tak bisa menggerakkan apa pun. Kemudian melihat sekeliling lalu terdengar obrolan orang-orang tentang rencana pemakaman diri sendiri. Kematian datang menjadi akhir dari kehidupan di dunia menuju Tuhan dalam dunia yang kekal abadi.

“Saat berkunjung ke rumah

Menengok ke kamar ke ruang tengah

Hangat, menghirup bau masakan kesukaan

Dan tahlilan dimulai

Doa bertaburan terkadang tangis terdengar

Aku pun ikut tersedu sedan

Akhirnya aku usai juga

Oh, kini aku lengkap sudah”

Raga dan roh sudah berpisah kemudian berkeliling rumah melewati tempat-tempat yang biasa dilalui, kemudian mencium aroma masakan kesukaan yang disajikan untuk para tamu, harum sekali. Sayup-sayup terdengar suara tangisan menyebut nama saya. Lalu kemudian dilaksanakanlah tahlilan, mulut mereka mengucapkan doa-doa yang biasa saya dengar di pemakaman. Ribuan doa-doa berhamburan berisikan doa agar dimasukkan ke surga, amal ibadahnya agar diterima Tuhan, dan segala perbuatan baiknya membuat diri ikut larut dalam kesedihan. Kematian, adalah akhir dari kehidupan di dunia, selesai sudah kehidupan di dunia.

“Dan kematian, keniscayaan

Di persimpangan, atau kerongkongan

Tiba-tiba datang, atau dinantikan

Dan kematian, kesempurnaan

Dan kematian hanya perpindahan

Dan kematian, awal kekekalan

Karena kematian untuk kehidupan tanpa kematian”

Kematian bisa bermacam-macam bentuknya, baik itu karena sakit, kecelakaan atau apa pun itu. Proses sakaratul maut (detik-detik berpisahnya roh dan badan) yang dimulai dari ujung kaki hingga ke kerongkongan. Kehadirannya tidak bisa ditebak, tiba-tiba datang. Kematian kesempurnaan kehidupan sesudahnya, kehidupan kekal di alam setelahnya, menjadi awal dari kehidupan yang baru.

Selanjutnya di bagian “Ada” bermula dari kebahagiaan akan kelahiran anak-anak dari anggota ERK yaitu Angan Senja dan Rintik Rindu yang akan menjadi penerus dan harapan di masa depan. Nada-nada yang sendu lama-lama mulai mengalun bersemangat seperti ada harapan baru yang muncul.

Bagian “Ada”

“Lalu pecah tangis bayi seperti kata Wiji

Disebar biji biji

Disemai menjadi api

Selamat datang di samudra

Ombak-ombak menerpa

Rekah-rekah dan berkahlah”

Suara tangis bayi yang menandakan kelahiran. Yang kemudian akan menjalani kehidupan yang diibaratkan seperti mengarungi samudra, ombak-ombak menerpa bak masalah dan persoalan yang pasti akan menghampiri dalam kehidupan. Rekah dan berkahlah teruslah berkembang dan jadilah berkah.

“Dalam dirinya, terhimpun alam raya semesta

Dalam jiwanya, berkumpul hangat surga neraka

Hingga kan datang pertanyaan

Segala apa yang dirasakan”

Seorang anak adalah segalanya bagaikan seluruh isi alam semesta bagi orang tuanya. Orang tua mengajarkan segalanya tentang kebaikan dan menjelaskan keburukan yang harus dihindari sehingga kelak dia akan tumbuh menjadi seseorang yang baik atau jahat. Sampai saatnya ketika si anak beranjak dewasa akan timbul pertanyaan-pertanyaan tentang pilihan hidupnya sendiri.

“Tentang kebahagiaan

Air mata bercucuran

Hingga kan datang ketakutan

Menjaga keterusterangan”

Hingga suatu saat akan merasakan keadaan di mana merasa sangat bahagia sampai menangis haru, tapi akan ada saatnya juga akan merasakan ketakutan untuk bertahan menjaga kejujuran yang sebenarnya. Keadaan yang berbeda-beda akan kamu rasakan di kehidupan.

“Dalam lapar dan kenyang

Dalam gelap dan benderang

Tentang akal dan hati

Rahasianya yang penuh teka teki

Tentang nalar dan iman

Segala pertanyaan tak kunjung terpecahkan

Dan tentang kebenaran

Juga kejujuran

Tak kan mati kekeringan

Esok kan bermekaran”

Suatu saat akan ada waktunya saat roda berputar 180 derajat, kehidupanmu tidak lagi sama seperti semula, keadaanmu berubah tidak diketahui kapan pastinya. Kehidupan akan penuh dengan teka-teki dan tidak semua hal ada jawabnya, tidak semua nalar bisa dihubungkan dengan agama. Yang penting selalu menjaga hal-hal baik seperti kejujuran dan kebenaran karena akan menjadi bekalmu nanti setelah kematian datang, hal-hal tersebut pasti akan berbuah manis baik di kehidupanmu saat ini ataupun kehidupanmu di alam selanjutnya.

Kehidupan dan kematian sesuatu yang tidak akan terpisah. Kehidupan adalah waktu untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan setelah kematian. Kematian menjadi awal dari perjalanan kehidupan yang kekal abadi. Begitu hal yang saya rasakan saat mendengar lagu Efek Rumah Kaca ini, boleh setuju boleh tidak, kembali lagi pada presepsi masing-masing. Selamat mendengarkan!

BACA JUGA Membayangkan Kematian dan Dilupakan atau tulisan Fanisa Putri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Maret 2020 oleh

Tags: efek rumah kacaKelahirankematianputih
Fanisa Putri

Fanisa Putri

Saya suka T-rex, berharap suatu hari nanti bisa membawanya jalan-jalan keliling kompleks perumahan. Kalau lihat T-rex kabari saya lewat instagram @fanisaput ya!

ArtikelTerkait

persalinan

Perempuan Di Zaman Nenekku Hingga Zaman Istriku Tentang Persalinan

15 Juni 2019
5 Kematian Karakter Anime yang Bikin Penggemarnya Gagal Move On

5 Kematian Karakter Anime yang Bikin Penggemarnya Gagal Move On

23 Juni 2022
Meski Agak Nyesek, Ngobrol Soal Kematian sama Pasangan Itu Penting!

Meski Agak Nyesek, Ngobrol Soal Kematian sama Pasangan Itu Penting!

17 September 2021
calo makam

Hati-hati Calo Makam: Memanipulasi Duka dan Kematian Menjadi Bisnis yang Merugikan

7 Oktober 2019
Sisi Gelap Tahlilan di Pelosok Desa Bangkalan Madura: Ketika Kematian Jadi Ajang Pamer

Sisi Gelap Tahlilan di Pelosok Desa Bangkalan Madura: Ketika Kematian Jadi Ajang Pamer

29 Januari 2024
Jangan Remehkan Gigitan Anjing Rabies, Telat Sedikit Saja, Nyawa Taruhannya!

Jangan Remehkan Gigitan Anjing Rabies, Telat Sebentar Saja, Nyawa Taruhannya!

17 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Berakting Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan

Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Pura-pura Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan!

11 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.