Memahami ACS, Penyebab Kematian Terbanyak dalam Serial Death Note – Terminal Mojok

Memahami ACS, Penyebab Kematian Terbanyak dalam Serial Death Note

Artikel

Prima Ardiansah Surya

“Seseorang harus melakukannya, walaupun harus mengorbankan hati nurani dan hidup orang lain.” Percakapan dalam batin Kira yang sedang kalut. Dia sedang menerka-nerka apa yang bisa dia lakukan dengan buku hitam bernama Death Note ini. 

“Dunia tidak bisa terus seperti ini. Walaupun Death Note jatuh di tangan orang lain, tidak ada jaminan dia mampu membunuh orang-orang jahat.” Panel masih berlanjut, dengan isi pikiran Kira yang menerjang ke mana-mana.

“Tidak akan, mereka tidak akan bisa! Tapi aku, aku mampu melakukannya. Nyatanya, hanya aku yang mampu melakukannya!” Kira pun mencapai kemantapan hati.

“Dan aku, dengan Death Note, akan mengubah dunia!” Saat itu, pada hari dengan mendung hitam kelam yang menutup langit. Kira mulai menulis nama-nama penjahat yang ingin dia hapus dari muka bumi.

Para penjahat pun berguguran di jalanan. Polisi kebingungan mengapa mereka semua mati mendadak seperti ini. Tidak ada petunjuk. Sebelum mati para penjahat itu mengeluh dadanya sakit dan kebanyakan dari mereka jatuh tersungkur dengan tangan di dada. Seakan mereka ingin menahan rasa sakit tak tertahankan di balik dadanya.

Begitulah kira-kira gejala ACS, acute coronary syndrome, atau bahasa Indonesianya sindrom koroner akut. Merupakan suatu kondisi yang merujuk kepada tiga pembagian. Pertama infark miokard akut dengan elevasi segmen ST, kedua infark miokard akut non-elevasi segmen ST, dan ketiga angina pectoris tidak stabil. 

Tenang saudara-saudara, kita tidak akan membahas terlalu dalam hal rumit di atas. Kita cukup tahu kalau ada gejala seperti sakit daerah dada pada serial Death Note bisa saja itu mengarah ke ACS. Maka sebagai manusia pecinta tolong menolong, apa saja yang bisa kita lakukan?

ACS bertanggung jawab atas kematian satu dari tiga orang yang berumur di atas 35 tahun. Ngeri kan, makanya serial Death Note getol banget pake penyakit ini. Tingkat kejadiannya memang tinggi, dan terasa realistis kalau orang meninggal dengan alasan serangan jantung. Author-nya emang jenius. 

Walaupun seram, tetapi Tuhan masih memberikan kemudahan untuk kita semua mengenali gejala dari ACS ini. Jika ada orang terdekat kalian, atau orang terdekat saya sendiri mengalami nyeri dada retrosternal, maksudnya nyeri dada tertekan yang rasanya ada di balik tulang dada, dengan tambahan nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, punggung, bahu, atau ulu hati. Dengan lama nyerinya bisa 20 menit atau lebih, maka kita patut curiga adanya serangan dari ACS ini. 

Apalagi kalau ada gejala tambahan berupa keluarnya keringat dingin, mual muntah, nyeri perut, sesak napas, apalagi pingsan. Haduh kalau bisa segera ke rumah sakit plisss, jangan ditunda-tunda. 

Tentunya nggak semua nyeri dada mengarah diagnosisnya kepada ACS, masih banyak diagnosis banding lain yang patut dipikirkan seperti radang otot jantung, radang esofagus, sampai anxiety disorder, dan lainnya. Memang lebih aman kalau kita bawa ke rumah sakit saja karena walaupun gejala ACS cukup khas, siapa tahu gejala nyeri dada tadi merupakan bentuk gejala dari penyakit lain sehingga kita bisa bernapas lebih lega. 

Nah, nanti di rumah sakit, untuk menegakkan diagnosisnya akan dilakukan rekam jantung dan pemeriksaan biomarka jantung. Kalau saja memang benar iya ACS, orang tersebut akan diberikan oksigen dan obat-obatan awal dan selanjutnya akan dikirim ke rumah sakit dengan fasilitas yang mumpuni. Syukur kalau rumah sakit tempat kita tuju pertama sudah mumpuni, kalau tidak ya harus dirujuk. 

Nantinya tindakan akan dipilih, bisa diberikan obat untuk menggelontorkan sumbatan, atau dipasang ring untuk membuka sumbatannya, tergantung penyakit pasien dan waktu kedatangannya. 

Perlu kita sama-sama ingat kalau waktu memegang peranan penting. Nyeri dada ini disebabkan karena adanya otot jantung yang kekurangan oksigen dan nutrisi akibat pembuluh darah yang terbuntu. Ibarat tanaman, kalau kita nggak kasih dia pupuk dan air, lama-lama cadangan makanannya akan habis dan tanaman akan mati. 

Matinya tanaman perlu waktu berhari-hari. Tapi, sayangnya otot jantung tidak, dia hanya perlu waktu beberapa jam untuk menuju kematian. Semakin cepat kita ke rumah sakit, maka kemungkinan selamat tentu akan makin besar. 

Tapi, mengapa kok orang-orang bisa kena ACS? Nah, terdapat beberapa faktor resiko dari ACS, yaitu merokok, darah tinggi, kelainan lemak darah, diabetes mellitus, apalagi kalau ada keluarga yang pernah ACS. Huhuhu banyak banget, sedih. Kelainan ini sedikit demi sedikit akan memicu pembuluh darah di arteri koroner kita menyempit akibat adanya plak yang tumbuh terus-menerus.

Maka dari itu, demi kehidupan yang lebih baik dan cita-cita bersama bisa memandang cucu-cucu kita lebih lama di masa depan, yuk kita makan makanan seimbang dan hindari tinggi gula dan lemak, plus kita pacu badan kita untuk olahraga. Serasa sedih dengan hobi yang rebahan sambil guling-guling di kasur ini. 

Kembali lagi ke serial Death Note. sebenarnya kalau masyarakat di dunia Death Note itu teredukasi dengan baik tata cara mengenali ACS dan para korban bisa segera dilakukan tindakan di rumah sakit. Masih ada kesempatan selamat sih. 

Tapi, sayangnya buku hitam itu tidak akan membiarkan nama-nama yang sudah tertulis di setiap lembarnya bisa selamat dari bencana kematian!

BACA JUGA Memisahkan Aplikasi Messenger dari Facebook, Bikin Ribet dan Memecah Silaturahmi dan tulisan Prima Ardiansah Surya lainnya.

Baca Juga:  Anak Tapal Batas: Tahukah Kalian Rasanya Menjadi Asing di Negeri Sendiri?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
5


Komentar

Comments are closed.