Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

MasterChef Indonesia Season 12 Jadi Seru karena Ada Rudy Choirudin: Bukti Juri Nggak Cuma Bisa Nge-judge

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
6 Maret 2025
A A
MasterChef Indonesia Season 12 jadi Seru karena Rudy Choirudin, Bukti Juri Nggak Cuma Bisa Nge-judge

MasterChef Indonesia Season 12 jadi Seru karena Rudy Choirudin, Bukti Juri Nggak Cuma Bisa Nge-judge (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada yang sama kayak saya nonton MasterChef Indonesia lagi setelah vakum lama gara-gara penasaran dengan Rudy Choirudin yang jadi juri?

Saya suka nonton MasterChef Indonesia. Seru rasanya melihat orang-orang berkompetisi di bidang masak-memasak. Apalagi kalau masuk babak pressure test. Mereka yang masak, saya yang deg-degan.

Akan tetapi itu dulu. Saya lupa sejak season berapa saya berhenti nonton MasterChef Indonesia. Sepertinya season 5. Entahlah. Yang jelas, sudah lama sekali. Alasan kenapa berhenti nonton… ah, memang perlu ya ditanyakan? Sudah jelas jawabannya karena bosan. Bosan dengan drama dan gimik yang dipertontonkan.

Meski begitu, beberapa waktu lalu saya mulai nonton lagi acara MasterChef Indonesia. Gara-garanya saya melihat potongan video di X yang menampilkan Chef Rudy Choirudin sedang memberikan masukan kepada salah satu peserta. Hmmm, menarik.

Vibes yang berbeda

Saya nggak bermaksud mengecilkan peran chef lain yang pernah jadi juri di MasterChef Indonesia, ya. Bahkan Chef Arnold sekalipun. Namun harus diakui, kehadiran Chef Rudy Choirudin di season 12 membuat aura MasterChef Indonesia jadi terasa berbeda.

Selama beberapa tahun, kita terbiasa melihat Chef Juna yang meledak-ledak, Chef Renatta yang senyumnya sering kali terasa seperti meremehkan peserta, serta Chef Arnold yang kelihatan kalem padahal nyinyirnya nggak ada lawan. Hasilnya, perlahan tapi pasti, MasterChef Indonesia jadi terasa seperti Hell’s Kitchen.

Nah, hadirnya Chef Rudy membuat vibes MasterChef Indonesia jadi lebih adem. Seketika, Chef Juna dan Chef Renata jadi auto calm. Ya kali mereka mau sok galak, bisa disembur Ladaku merica bubuk nanti sama Chef Rudy!

Sebetulnya, amatlah wajar jika seorang Chef Juna dan Chef Renatta merasa segan dengan Chef Rudy. Secara pengalaman, jelas kualitas beliau nggak perlu lagi dipertanyakan. Bagaimana tidak? Saat Renatta masih bocil dan Juna masih jadi tukang cuci piring di Amrik, Rudy Choirudin sudah punya acara masak sendiri di TV. Ibarat kata, dalam urusan memasak, Chef Rudy sudah makrifat, sudah khafah.

Baca Juga:

MasterChef Indonesia Season 11 Benar-benar Sukses. Sukses Jadi Hujatan, Maksudnya

William Gozali dan Devina Hermawan, Chef Panutan untuk Laki-Laki yang Ingin Belajar Masak

Juri MasterChef Indonesia yang nggak cuma bisa nge-judge

Lagi-lagi, bukannya saya meragukan kompetensi Chef Juna dan Chef Renatta, ya. Tentu saja nggak. Saya percaya mereka berdua itu sakti. Lha wong pernah di salah satu episode, Chef Juna bilang kalau dia bisa menebak rasa makanan peserta terlalu asin hanya dari aromanya.

Bayangkan, ketahuan asin dari aromanya saja, Lur! Beda sekali dengan kaum kebanyakan, alias saya, yang kalau masak kudu bolak-balik diicip dulu untuk menemukan rasa yang pas.

Meskipun demikian, sebagai penonton MasterChef Indonesia, saya merasa nggak terlalu banyak hal yang bisa didapatkan dari mereka berdua. Sebagai juri, baik Chef Juna dan Chef Renatta (termasuk Chef Arnold), lebih sering men-judge peserta alih-alih memberi solusi.

Nah, ketika Chef Rudy Choirudin masuk menjadi juri, semuanya berubah. MasterChef Indonesia bukan lagi soal hiburan semata, tapi ada ilmunya juga. Jadi ketika peserta ada masalah, bisa langsung ada solusinya. Bukan yang:

Chef: Ini kamu salah!
Peserta: Salahnya di bagian mana, Chef?
Chef: Ya kamu pikir aja sendiri salahnya di mana!

Lhooo… Minimal kasih clue lah, Chef~

Peserta dan penonton MasterChef Indonesia dapat ilmu

Dengan adanya tips dan trik yang sering kali dibagikan oleh Chef Rudy Choirudin, nggak hanya peserta Master Chef saja yang mendapat tambahan ilmu, penonton juga kebagian. Ya kan esensinya MasterChef Indonesia ini adalah orang awam yang punya hobi masak. Jadi, kritiknya harus yang membimbing, bukan bentak-bentak seperti Hell’s Kitchen. Beda, dong. Hell’s Kitchen itu kan pesertanya memang orang-orang profesional.

Beberapa ilmu masak-memasak yang saya dapatkan gara-gara nonton MasterChef Indonesia di antaranya adalah pengetahuan bahwa gulai dan gule itu beda. Gulai dari Sumatra, sementara gule dari Jawa. Selain itu, saya jadi tahu bahwa cara untuk memancing supaya warna merah pada cabai lebih keluar adalah dengan cara merebus cabai terlebih dahulu. Dan masih banyak ilmu lainnya.

Bisa jadi inilah alasan kenapa zaman dulu acara masak-memasak selalu dinanti oleh banyak orang. Host-nya bukan sekadar bisa masak, tapi juga paham apa yang mereka lakukan. Cara mereka menjelaskan juga mudah dimengerti. Nggak pakai ngegas, nggak pakai nyindir, apalagi sinis.

Komposisi yang pas

Pada akhirnya, sebagai penonton saya merasa kombinasi antara Chef Renatta, Chef Juna, dan Chef Rudy adalah komposisi yang pas. Chef Renatta dengan background Le Gordon Bleu Culinary Art Prancis-nya, memiliki pengetahuan yang tinggi soal masakan western. Chef Juna yang memulai pengalamannya sebagai tukang cuci hingga sukses jadi koki, tahu bagaimana menempa mental peserta. Dan Chef Rudy Choirudin dengan pengalamannya yang kaya, ditambah sifatnya yang kebapakan, mampu memberi ruang yang nyaman bagi perserta untuk belajar.

Wis, komplit. Biar ajeg mereka bertiga aja. Chef Arnold di pojokan aja main Twitter.

Ngomong-ngomong, selain ada perbaikan dari segi juri, kerasa nggak sih kalau peserta MasterChef Indonesia season 12 ini ada perubahan? Peserta sekarang nggak didominasi oleh anak-anak muda yang good looking doang. Suka!

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA MasterChef Indonesia Season 11 Benar-benar Sukses. Sukses Jadi Hujatan, Maksudnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2025 oleh

Tags: chefMasterChef IndonesiaRudy Choirudin
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Drama-drama yang Saya Nantikan di Masterchef Indonesia Musim Delapan terminal mojok.co

Drama-drama yang Saya Nantikan di MasterChef Indonesia Musim Delapan

28 Juni 2021
Yang Tidak Dimasak Ketika Memasak di MasterChef Indonesia terminal mojok.co

Hal yang Tidak Dimasak Ketika Memasak di MasterChef Indonesia

15 Oktober 2020
'Black Team' Adalah Bagian Terbaik dalam Episode MasterChef Indonesia chef arnold chef juna chef renata mbak yuri terminal mojok.co

‘Black Team’ Adalah Bagian Terbaik dalam Episode MasterChef

2 November 2020
SCTV Mending Menayangkan Kembali Hell's Kitchen Indonesia ketimbang Sinetron

SCTV Mending Menayangkan Kembali Hell’s Kitchen Indonesia ketimbang Sinetron

16 Februari 2023
Membedah Kelebihan dan Kekurangan Ami dan Gio, Grand Finalis MasterChef Indonesia Season 10

MasterChef Indonesia Season 9 Tayang, Emangnya Ada yang Baru?

7 Februari 2022
MasterChef Indonesia Ngebosenin, Sudah Saatnya para Juara Diadu Kembali Terminal Mojok

MasterChef Indonesia Ngebosenin, Sudah Saatnya para Juara Diadu Kembali

10 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.