Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

MasterChef Indonesia Season 9 Tayang, Emangnya Ada yang Baru?

Riyanto oleh Riyanto
7 Februari 2022
A A
Membedah Kelebihan dan Kekurangan Ami dan Gio, Grand Finalis MasterChef Indonesia Season 10

Gio vs Ami, Siapa Juara MasterChef Indonesia Season 10? (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

MasterChef Indonesia Season 9 sudah tayang di RCTI dan nggak membawa hal baru sama sekali. Formasi juri masih itu-itu saja dan nggak ada perubahan sejak season 5. Konsep kompetisi dan gimmick-nya juga gitu-gitu saja. Tantangan buat pesertanya apa lagi, nggak jauh beda sama semua season MasterChef Indonesia. Kalau gitu, nggak ada yang baru? Ada, dong, pesertanya. Iya, cuma pesertanya yang baru. Dengan semua yang gitu-gitu saja, kalian masih nonton acara ini?

Entah apa yang terjadi dengan MasterChef Indonesia beberapa season terakhir ini. Puas dengan banyaknya sponsor, acara ini dikebut non-stop setahun sekali. Akibatnya, nggak ada yang benar-benar baru dan terkesan jiplak season sebelumnya. Nggak ada yang baru sama sekali secara konsep.

Season delapan tahun lalu sebenarnya sangat membosankan. Untungnya tertolong dengan fenomena Lord Adi yang membentuk kekaisaran. Kalau nggak ada Lord Adi, MasterChef Indonesia Season 8 kemarin bakalan payah banget. Pun edisi black team season kemarin juga biasa saja, nggak greget, dan selesai dalam sekejap. Entah akan semembosankan apa nanti black team season sembilan.

Intinya satu, MasterChef Indonesia kurang variasi sejak season 5 sampai season 9 ini. Kurangnya variasi itu bikin acaranya jadi monoton. Nggak, nggak ada yang salah sama para chef yang jadi juri. Mereka menjalankan tugas dengan baik. Nggak ada yang salah juga sama peserta, toh mereka cuma ikutan lomba. Yang jadi masalah ya itu, kok nggak ada perubahan signifikan, sih? Paling perubahan yang dilakukan di season ini terjadi saat audisi, di mana kalau peserta mendapat tiga yes dari juri, peserta bakal langsung lolos ke gallery. Sementara itu, kalau peserta hanya dapat dua yes, peserta bakal dapat apron abu-abu dan kudu berjuang di bootcamp biar bisa masuk gallery.

Itu hanya secuil perubahan, sih. Pun setelah beberapa episode tayang, nggak ada lagi tuh perubahan yang terjadi. Barangkali penyebab minimnya inovasi ini lantaran jadwal yang padat. Ya gimana nggak padat, wong season 8 saja baru kelar dan hype-nya belum terlalu ilang, sudah ujug-ujug muncul season 9. Jadwal per season yang dekeeet banget itu mungkin saja bikin ruang inovasi sangat terbatas. Terus kalau ditanya kenapa jadwal per season bisa sedeket Alfamart dan Indomaret gitu, ya pasti karena program itu menghasilkan duit banyak dari sponsor, dong! Padahal sebenarnya saya—atau penonton acara ini—mau-mau saja menunggu lebih lama asalkan ada inovasi yang sangat menarik. Bener nggak? Nggak, ya? Yaudah, deh.

Oke, sebelum banyak yang protes kok saya hanya pengin inovasi tanpa ngasih saran, nih saya kasih saran inovasi. MasterChef Indonesia bisa saja meniru MasterChef Australia musim kemarin. Itu lho yang memanggil ulang banyak peserta dari musim-musim sebelumnya, dan salah satu peserta yang bikin geger ya kembalinya Reynold Poernomo dan bisa sampai ke Top 3.

Nah, season itu jadi menarik selain karena memanggil ulang peserta top di musim-musim sebelumnya—saya langsung kebayang Quarter Quell Hunger Games—juga karena sistem kompetisinya yang beda. Dari semua peserta yang lomba masak, justru yang menang tantangan yang bakal lanjut masak terus. Jadi di suatu tantangan, beberapa yang buruk langsung nggak bisa ikut tantangan berikutnya. Yang lanjut duel adalah mereka yang punya performa bagus, sampai akhirnya tersisa satu pemenang paling bagus. Pemenang itu yang nggak bakal ikutan pressure test.

Sementara itu, di MasterChef Indonesia saat ini, yang menang justru nggak ikutan tantangan berikutnya, kan? Nah, kalau di MasterChef Australia season lalu, yang menang justru harus terus berjuang di tantangan berikutnya biar menjadi pemenang paling akhir dan nggak ikutan pressure test. Kalau gitu, yang masuk pressure test siapa? Semua peserta yang bukan pemenang.

Baca Juga:

MasterChef Indonesia Season 12 Jadi Seru karena Ada Rudy Choirudin: Bukti Juri Nggak Cuma Bisa Nge-judge

MasterChef Indonesia Season 11 Benar-benar Sukses. Sukses Jadi Hujatan, Maksudnya

Kalau saja MasterChef Indonesia berani bikin konsep kayak gitu, saya lumayan percaya acaranya bakal tambah greget. Iya dong, yang jago masak ya harus masak terus biar nggak masuk pressure test. Yang nggak jago, auto masuk pressure test dan nggak ikutan tantangan-tantangan berikutnya.

Tapi, itu cuma saran lho, nggak harus kayak gitu juga nggak masalah. Intinya sih inovasi apa saja deh asalkan bisa bikin acaranya jadi greget. Jangan pakai formula gitu-gitu saja dan hanya ngandelin peserta. Masih mending kalau ada peserta yang unik dan menarik kayak di season sebelumnya, lha kalau nggak ada?

Padahal kemarin sempat ada isu bahwa Chef Juna mau pensiun karena capek, dan kandidat lucu-lucuan yang bakal jadi penggantinya itu Lord Adi. Meski hal itu cuma lucu-lucuan, membayangkan formasi juri jadi Chef Arnold, Chef Renatta, dan Lord Adi sudah bikin saya gregetan dan auto pengin nonton acaranya.

Ah, sudahlah. Apa pun itu, rasanya setelah ini MasterChef Indonesia kudu ngasih jeda sebelum mulai season 10. Jangan sampai lanjut terus pakai formula yang sama dan jadinya akan semakin membosankan.
Jadi, tanpa hadirnya inovasi signifikan dari program masak memasak ini, kalian masih nonton MasterChef Indonesia nggak, sih?

Penulis: Riyanto
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2022 oleh

Tags: MasterChef IndonesiaSeason 9
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

MasterChef Indonesia Season 11 Benar-benar Sukses. Sukses Jadi Hujatan, Maksudnya

MasterChef Indonesia Season 11 Benar-benar Sukses. Sukses Jadi Hujatan, Maksudnya

28 November 2023
Rekomendasi 3 Makanan yang Bisa Dijadikan Waffle oleh William Gozali terminal mojok

Rekomendasi 3 Makanan yang Bisa Dijadikan Waffle oleh William Gozali

27 Juli 2021
3 Kemampuan Tersembunyi Chef Arnold selain di Bidang Kuliner terminal mojok.co

3 Kemampuan Tersembunyi Chef Arnold selain di Bidang Kuliner

29 Oktober 2020
Membedah Kelebihan dan Kekurangan Ami dan Gio, Grand Finalis MasterChef Indonesia Season 10

Gio vs Ami, Siapa yang Akan Menjadi Juara MasterChef Indonesia Season 10?

24 Maret 2023
Yang Tidak Dimasak Ketika Memasak di MasterChef Indonesia terminal mojok.co

Hal yang Tidak Dimasak Ketika Memasak di MasterChef Indonesia

15 Oktober 2020
'Black Team' Adalah Bagian Terbaik dalam Episode MasterChef Indonesia chef arnold chef juna chef renata mbak yuri terminal mojok.co

‘Black Team’ Adalah Bagian Terbaik dalam Episode MasterChef

2 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.