Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mangrove, Bakau, Salah Kaprah Istilah, dan Pentingnya Pengetahuan Toponimi

Bachtiar Mutaqin oleh Bachtiar Mutaqin
9 Maret 2021
A A
mangrove bakau mojok

mangrove bakau mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kejadian tsunami Aceh tahun 2004 selain mengubah paradigma manajemen kebencanaan di Indonesia dari yang cenderung responsif menjadi preventif, ternyata juga menegaskan satu hal tentang ekosistem mangrove. Setelah tsunami, banyak bermunculan gambar dari citra satelit yang membandingkan kerusakan pada wilayah yang terlindungi dan tidak terlindungi mangrove. Sampai-sampai Cristiano Ronaldo juga diangkat sebagai Duta Mangrove supaya masyarakat Indonesia lebih sadar dan perhatian sama mangrove. Ciyeee…

Sebenarnya mangrove itu makhluk atau makanan apa sih? Kalau kita ketik di mesin pencarian Google dengan kata kunci “Apa itu mangrove?”, maka jawaban yang diperoleh dominan menyebutkan bahwa mangrove adalah bakau. Kalau kalian setuju dan mengamini jawaban tersebut, maka saya ucapkan selamat karena masih termasuk dalam golongan orang-orang yang tersesat dan belum ditunjukkan jalan yang lurus.

Istilah mangrove dan bakau itu ibaratnya seperti motor dan Honda, pasta gigi dan Odol, atau pompa air dan Sanyo. Dari zaman nggak enak sampai sekarang, sudah tak terhitung lagi berapa juta gundul yang menyebut naik Honda padahal Yamaha, gosok gigi pakai Odol padahal Pepsodent, atau dimintai tolong orang tua untuk menyalakan Sanyo padahal Shimizu yang punya slogan “sedotannya kuat, semburannya kencang”, hehehe.

Kembali ke mangrove, ini kalau masyarakat umum yang salah sebut masih agak mending ya. Lha ini akademisi dan mahasiswa aja masih suka salah dan ketuker-tuker lho. Apa ndak membagongkan sekali? Membuatku ingin menangis. Hiks. Padahal perlu diketahui kalau mangrove dan bakau adalah dua hal yang berbeda. Kalau bakau itu sudah pasti mangrove, tapi mangrove belum tentu bakau. Nah, bingung nggak? Bingung dong biar ta lanjutin dongengnya, hehe.

Secara umum, mangrove dapat didefinisikan sebagai tumbuhan yang tumbuh pada wilayah yang masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Ngomong-omong masalah pasang surut, ada juga penggunaan istilah yang kurang tepat, seperti banjir rob. Rob itu ya artinya sudah tentang pasang besar yang menyebabkan luapan air laut. Ndak perlu ditambahin kata “banjir” lagi. Jangan ngadi-ngadi deh…

Nah, mangrove ini ya ada banyak macam dan jenisnya. Misalnya ada Api-api (Avicennia) yang akarnya seperti paku, Bakau (Rhizopora) dengan akar tunjang, Perepat (Sonneratia) dengan akar seperti pasak, Tanjang (Bruguiera) dengan akar lutut, dan Nipah (Nypa) yang mempunyai akar serabut. Sampai sini apakah dapat dipahami eak kenapa mangrove dan bakau itu beda?

Alasan dinamakan Api-api ini juga ada ceritanya, lur. Bukan karena mangrove Avicennia mudah terbakar ya, tapi disebabkan kalau malam suka jadi tempat kongkow kunang-kunang. Kalau di padang pasir punya fatamorgana, di laut juga punya. Nelayan pemula zaman dulu bisa terkecoh mengira ini adalah lampu petromak dari permukiman. Padahal setelah didekati muk Avicennia yang banyak kunang-kunangnya. Karam deh tu kapal, hahaha.

Nama kota Bagansiapiapi di Pulau Sumatra juga bukan karena itu tempat buat nangkap ikannya—yang disebut bagan—terbakar hebat. Bukan. Tapi karena pas orang-orang Tiongkok datang ke wilayah tersebut, banyak menemukan bagan dan pohon Api-api. Jadi ya pengetahuan tentang asal usul nama tempat (toponimi) itu juga penting untuk dipelajari supaya ndak kagol di kemudian hari. Jangan sampai terjebak hoaks bahwa Sleman, misalnya, berasal dari nama Nabi Sulaiman atau Wonosobo adalah istana Ratu Saba. Dan kalau ndak punya pengetahuan toponimi, ndak usah protes kalau tinggal di daerah yang ada unsur “rawa” njuk kebanjiran. Kalau kata Cak Lontong, “Mikiiiir”.

Baca Juga:

Merayakan Ulang Tahun dengan Tiup Lilin Itu Biasa, Alfamart dong dengan Tanam Mangrove

Bagaimana di Jogjakarta ada daerah namanya Patuk yang artinya gempa bumi atau pengkolan. Kalau tinggal di sana ya minimal punya usaha mitigasi gempabumi seperti apa, misalnya dari penyesuaian struktur rumah dan bangunan. Atau Blitar yang berasal dari “bali dadi latar”, kembali menjadi halaman yang luas karena terkubur material dari aktivitas gunungapi.

Saya jadi ingat tweet dari @GNFI alias Good News From Indonesia, yang menyebut Pantai Panjang di Bengkulu sebagai pantai terpanjang di Asia Tenggara. Padahal dari keilmuan geografi, pantai adalah area yang dibatasi oleh surut terendah dan pasang tertinggi, sehingga akan lebih tepat kalau menyebut garis pantai terpanjang alih-alih pantai terpanjang. Ketika saya sampaikan dalam suatu sesi diskusi dengan Balai Bahasa, mereka tidak melihat ada yang salah karena patokannya hanya pada PUEBI. Duh.

BACA JUGA 5 Pelajaran Hidup Super Inspiratif dari Khabib Nurmagomedov dan tulisan Bachtiar Mutaqin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2021 oleh

Tags: mangrove
Bachtiar Mutaqin

Bachtiar Mutaqin

Bapak-bapak yang malas mandi.

ArtikelTerkait

Merayakan Ulang Tahun dengan Tiup Lilin Itu Biasa, Alfamart dong dengan Tanam Mangrove

Merayakan Ulang Tahun dengan Tiup Lilin Itu Biasa, Alfamart dong dengan Tanam Mangrove

26 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit Terminal

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

8 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026
Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

11 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.