Informasi
ADVERTISEMENT

Banyak Wisatawan Nggak Tahu, Malioboro Jogja Diam-diam Jadi Tempat Buang Sampah dan Tempat Tinggal Gelandangan

Sisi Gelap Malioboro Jogja, Jalan Kebanggan Orang Jogja yang Diam-diam Jadi Tempat Buang Sampah dan Tempat Tinggal Gelandangan Mojok.co

Tempat bermalam tunawisma

Selain jadi tempat membuang sampah, Malioboro Jogja juga menjadi tempat bermalam para tunawisma. Sangat mudah saya temui orang-orang yang tidur di bangku-bangku panjang dan emperan toko ketika jogging di pagi hari. Wisatawan mungkin tidak pernah melihat sisi Malioboro yang satu ini karena para tunawisma akan pindah ke tempat lain ketika kawasan pedestrian mulai ramai. 

Sebenarnya pemandangan itu ironis sekali, lokasi wisata andalan Jogja  jadi tempat orang istirahat gelandangan. Lebih dari sekadar estetika, keberadaan para tunawisma itu menjadi pertanda ketidakmampuan pemerintah setempat menyejahterakan dan menertibkan warganya.

Nggak berhenti pada persoalan sampah dan tunawisma, ketika saya jogging di pagi hari, sering saya dapati aroma tidak sedap. Mungkin saja bau ini dari sampah-sampah maupun tunawisma yang nggak menjaga kebersihan. Aroma nggak sedap bisa juga ditimbulkan dari got dan kotoran kuda andong yang beroperasi sekitar Malioboro. 

Memang sisi lain Malioboro itu tidak akan dijumpai wisatawan yang kebanyakan berkunjung mulai dari siang hari hingga malam hari. Namun, itu bukan berarti pengelola atau pemerintah bisa santai-santai saja dan berpangku tangan. Apabila sisi gelap ini terus didiamkan, bukan nggak mungkin akan berpengaruh ke wisata Jogja ke depan. Kalau sudah begitu, mau ditaruh mana muka Jogja kalau tempat ikoniknya saja nggak nyaman dikunjungi. 

Penulis: Rizqian Syah Ultsani
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Berwisata ke Tumpeng Menoreh Kulon Progo yang Dikelola Swasta Lebih Murah daripada Malioboro Jogja yang Dikelola Pemerintah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2024 oleh .

Rizqian Syah Ultsani

Lulusan Sosiologi UGM yang tinggal di Jogja. Suka mengulas tentang Jogja dan segala isinya. Memiliki hobi lari.

Exit mobile version