Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Malas Tes Kesehatan dengan Alasan Takut Ketahuan Penyakitnya Adalah Logika Sesat

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
21 Mei 2024
A A
Malas Tes Kesehatan dengan Alasan Takut Ketahuan Penyakitnya Adalah Logika Sesat

Malas Tes Kesehatan dengan Alasan Takut Ketahuan Penyakitnya Adalah Logika Sesat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu saya mengikuti tes kesehatan. Tes kesehatan yang saya ikuti ini gratis karena merupakan program dari puskesmas di sekitar kantor saya. Tesnya sederhana, hanya mengetes kadar kolesterol, asam urat, dan gula darah.

Anehnya, meski gratis, ketika saya mengajak salah satu rekan kantor untuk ikutan, dia malah menolak. Alasannya dia nggak mau kalau penyakitnya ketahuan. Iya, kamu nggak salah baca, kok. Teman saya malah takut penyakitnya ketahuan.

Bagi saya, alasan tersebut nggak masuk akal, malahan sesat. Herannya lagi, selain teman saya, banyak juga orang menggunakan alasan serupa untuk nggak mengikuti tes kesehatan\.

Orang Indonesia enggan melakukan tes kesehatan

Setahu saya, kebanyakan orang Indonesia jarang melakukan tes kesehatan rutin tiap tahunnya. Ya memang lazimnya orang Indonesia datang ke fasilitas kesehatan hanya ketika mereka sedang sakit, selebihnya ya nggak. Setidaknya itu yang kerap terjadi di lingkungan sekitar saya.

Bukan cuma karena takut ketahuan penyakitnya apa, ada juga yang terang-terangan nggak mau merogoh kocek cuma untuk tes kesehatan. Memang di luar fasilitas kesehatan pemerintah, tes kesehatan tarifnya cukup mahal. Apalagi kalau gaji kita masih gaji UMR.

Salah satu contohnya di Prodia. Tarif tes di sini sekitar 1 jutaan lebih. Walaupun kelihatannya agak mahal, tapi tarif tersebut terasa worth it. Dengan uang segitu kita bisa tes lengkap di Prodia, lho. Pelayanannya juga sangat baik.

Pentingnya tes kesehatan rutin

Sebelumnya saya mau disclaimer. Saya ini bukan lulusan jurusan Kesehatan. Akan tetapi, kalau perihal pengetahuan dasar kesehatan yang wajib diketahui masyarakat, saya sedikit-sedikit paham. Salah satunya soal tes kesehatan rutin ini.

Meski orang Indonesia memiliki banyak alasan enggan melakukan tes kesehatan rutin, ada lebih banyak alasan yang memberatkan kamu harus tes kesehatan rutin. Salah satunya adalah dengan rutin mengecek kesehatan, kita dapat menilai dan mengevaluasi kondisi kesehatan kita dari masa ke masa.

Baca Juga:

Pengalaman Saya Melihat Langsung Pasien yang Malah Curiga dan Trauma ketika Berobat ke Puskesmas

Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

Apabila dari masa ke masa kita mengalami penurunan kondisi kesehatan, tentu harus ada yang diperbaiki dari gaya hidup kita. Sedangkan kalau dari masa ke masa kita tetap fit, kita wajib mempertahankan gaya hidup yang baik. Bahkan, kalau bisa menambah kebiasaan hidup kita.

Kalau penyakit ketahuan langsung kepikiran

“Tapi, kalau tahu penyakit dari tes kesehatan sejak dini kan malah bikin kepikiran. Malah bikin stres, Bang.”

Lha? Siapa yang nyuruh dipikirin? Kebiasaan orang Indonesia tuh kalau punya penyakit malah dipikirin, bukannya malah mencari cara menyembuhkannya. Atau minimal mencegah penyakitnya memburuk, deh.

Kayak cowok-cowok Indonesia baru demam doang langsung mau nulis surat wasiat. Padahal kalau hanya demam biasa, tinggal minum obat dan istirahat yang cukup. Nggak lama juga bisa pulih.

Nggak ada uang buat rutin mengecek

“Bang, saya bukannya nggak mau tes kesehatan rutin. Saya cuma nggak punya duit buat tes.”

Kalau nggak punya uang buat tes kesehatan rutin, bisa nabung, Gaes. Mengecek kesehatan kita kan nggak mesti dilakukan setiap bulan. Bisa lho medical check up secara menyeluruh setahun sekali. Nah, selama menunggu waktu setahun itu kita bisa menabung dulu. Misalnya cukup menabung minimal Rp100 ribu per bulan sudah bisa untuk mengecek kesehatan di fasilitas kesehatan yang berkualitas.

Gimana kalau masih nggak mampu juga? Kalau begitu ya menunggu program dari pemerintah yang gratis. Seperti yang kebetulan saya dan rekan-rekan kantor dapatkan. Hanya saja tes kesehatannya agak berbeda dengan yang berbayar.

Tapi, saya sangat percaya jamaah mojokiyah lebih dari mampu untuk menabung demi tes kesehatan berbayar. Toh menyisihkan uang Rp100 ribu per bulan mesti lebih rendah daripada biaya nongkrong kamu tiap bulan, kan? Masa kamu hanya peduli kesehatan mental doang dan kurang peduli dengan kesehatan raga yang sama pentingnya, sih?

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Gaya Hidup Sehat Adalah Sesuatu yang Aneh di Masyarakat Kita.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2024 oleh

Tags: medical check upPenyakitpuskesmasrumah sakittes kesehatan
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

8 Penyakit iPhone yang Bikin Penggunanya Mengumpat Terminal Mojok

8 Penyakit iPhone yang Bikin Penggunanya Mengumpat

19 Desember 2022
3 Hal tentang Klaim BPJS Kesehatan yang Harus Diketahui Orang Indonesia Terminal Mojok

3 Hal Terkait Klaim BPJS Kesehatan yang Perlu Diketahui Orang Indonesia

5 November 2022
Pengalaman Mengakses Layanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas: Murah, tapi Dapat Ceramah yang Bikin Down Dulu Mojok.co

Pengalaman Mengakses Layanan Kesehatan Jiwa di Puskesmas: Murah, tapi Dapat Ceramah yang Bikin Down Dulu

2 Oktober 2024
3 Hal Nggak Biasa yang Bisa Dicover BPJS Kesehatan Terminal Mojok

3 Hal Nggak Biasa yang Bisa Dicover BPJS Kesehatan

7 November 2022
Menangani Keseleo Tanpa Harus ke Rumah Sakit

Menangani Keseleo Tanpa Harus ke Rumah Sakit

16 April 2023
Kecamatan Randublatung Blora: Dulu Dicap Ndeso, Sekarang Sudah Maju dan Layak Bersaing dengan Daerah Lain

Kecamatan Randublatung Blora: Dulu Dicap Ndeso, Sekarang Layak Bersaing dengan Daerah Lain

1 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.