Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Makna Lagu ‘Resah’ Payung Teduh yang Bikin Merinding

Nisia Anindita Rinjani oleh Nisia Anindita Rinjani
15 Maret 2021
A A
Makna Lagu Payung Teduh yang Bikin Merinding terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan lagu dari Payung Teduh yang berjudul “Resah”. Dari nadanya saja kita sudah merasakan kesenduan yang dibuat oleh sang penyanyi tersebut.

Namun, apakah kalian tahu makna tersembunyi yang terkandung dalam lirik lagu Payung Teduh tersebut? Mungkin kalian bakal merinding jika mendengarkannya lagi dengan makna yang berbeda.

Mari kita mulai dengan lirik pada bait pertama, “Aku ingin berjalan bersamamu dalam hujan dan malam gelap”. Kalimat tersebut menyuratkan bahwa penulis ingin berdua dengan seseorang di malam hari, saat hujan dan gelap. Pertanyaannya, mengapa harus pada saat malam dan turun hujan? Secara tersirat lirik tersebut mengartikan bahwa seseorang yang dia temui atau si penulis sendiri hanya bisa ditemui saat malam hari, untuk hujannya mungkin hanya untuk menambah suasana romantis. Pada malam hari yang gelap gulita. Bisa kalian tebak siapa yang ditemui oleh penulis ini atau siapa penulis itu sebenarnya?

Kita beranjak ke lirik yang kedua, “Tapi aku tak bisa melihat matamu”. Lirik kedua ini memperkuat lirik pertama yang menyiratkan bahwa orang yang dia temui atau mungkin si penulis sendiri tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa. Maksudnya bukan tidak punya mata, ya. Namun lebih tepatnya dia hanya bisa merasakan kehadirannya saja. Dia hadir, tapi tidak terlihat. Oke, sampai sini saya sudah cukup paham akan mengarah ke mana.

Kita lanjut pada lirik ketiga, “Aku ingin berdua denganmu di antara daun gugur”. Arti pada lirik ini sudah tersurat pada liriknya sendiri. Menurut saya, lirik ketiga ini tidak menyiratkan apa pun selain si penulis masih ingin berdua dengan orang yang dia temui di bawah pohon dengan daun-daunnya yang berguguran.

Akan tetapi lirik keempat akan sangat berpengaruh terhadap lirik pertama tadi, “Aku ingin berdua denganmu, tapi aku hanya melihat keresahanmu”. Pada lirik tersebut sudah jelas siapa yang ingin berdua dan siapa yang resah. Menurut lirik tersebut, yang ingin berdua adalah sang penulis dan yang resah adalah orang yang ingin ditemui penulis. Mereka sebenarnya sudah ada di satu tempat yang sama, tapi yang ditemui penulis ini tidak tahu bahwa sang penulis udah datang. Dia memang merasakan kehadiran sang penulis. Bukan dengan perasaan gembira, melainkan dengan perasaan resah.

Lirik selanjutnya sudah jelas, “Aku menunggu dengan sabar di atas sini melayang-layang”. Sudah tersurat dan tersirat makna dari lirik tersebut adalah sang penulis sudah berada di atas yang artinya dia tidak berada di dunia yang sama dengan orang yang ingin dia temui. “Melayang-layang” yang berarti tubuhnya bukan lagi tubuh manusia seperti kita, melainkan berupa roh yang melayang pada dunia lain di atas sana. Sampai sini saya paham apa makna yang ingin disampaikan oleh penulis. Dia sudah tiada dan dia menunggu kekasihnya datang ke dunianya agar mereka bisa bersama kembali.

Oke, kita sampai pada lirik terakhir, “Tergoyang angin menantikan tubuh itu”. Lirik tersebut adalah lanjutan dari lirik sebelumnya yang mengatakan bahwa dia menunggu tubuh yang dia nanti-nantikan terbang bersamanya. Dalam artian dia menunggu kekasihnya tiada juga dan mereka bisa bersama. Kok saya jadi merinding, ya? Coba bayangkan bagaimana rasanya ditunggu kematiannya oleh orang yang sudah meninggal?

Baca Juga:

‘Munajat Cinta’ The Rock Indonesia: Karya Picisan yang Tetap Relevan dengan Zaman

Analisis Serius Soal Makna Lagu Aisyah Istri Rasulullah

Agak ngeri juga, walaupun saya tahu bahwa mereka saling cinta dan ingin tetap bersama. Akan tetapi jika sudah membahas kematian, sudah lain ceritanya. Urusan hidup dan mati agak konyol menurut saya jika dikaitkan dengan cinta. Iya, kita pasti akan sedih jika kehilangan orang yang kita cintai, tapi dalam hati kecil kita pun sebenarnya belum siap untuk menyusul mereka. Bagaimana menurut kalian soal makna lagu “Resah” Payung Teduh ini?

BACA JUGA ‘Bang-bang Wetan’, Lagu Jawa Sarat Makna yang Sering Dikira Lagu Horor dan tulisan Nisia Anindita Rinjani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2021 oleh

Tags: makna laguPayung Teduh
Nisia Anindita Rinjani

Nisia Anindita Rinjani

Mahasiswi Program Profesi Apoteker UMS.

ArtikelTerkait

lagu aisyah istri rasulullah

Analisis Serius Soal Makna Lagu Aisyah Istri Rasulullah

8 April 2020
Munajat Cinta The Rock Indonesia_ Karya Picisan yang Tetap Relevan dengan Zaman terminal mojok

‘Munajat Cinta’ The Rock Indonesia: Karya Picisan yang Tetap Relevan dengan Zaman

12 April 2021
pendaki indie

Menjadi Pendaki Gunung Itu Tidak Harus Menjadi Indie

12 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.