Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Seaneh-Anehnya Nama Makanan di Sunda, Nggak Ada yang Seaneh Kentang Mustofa

Lilis Durotun Nafisah oleh Lilis Durotun Nafisah
24 Agustus 2025
A A
Seaneh-Anehnya Nama Makanan di Sunda, Nggak Ada yang Seaneh Kentang Mustofa

Seaneh-Anehnya Nama Makanan di Sunda, Nggak Ada yang Seaneh Kentang Mustofa

Share on FacebookShare on Twitter

Memiliki berbagai sebutan di daerah yang berbeda

Karena lezat dan tahan lama, makanan yang satu ini pun sangat diterima di lidah masyarakat Indonesia. Meski dikatakan ia berasal dari daerah Jawa Barat, tepatnya dari dapur Istana Negara di Cipanas, Bogor, sekarang kentang mustofa sudah mudah ditemukan di berbagai daerah.

Namanya pun bisa berbeda-beda. Misalnya, ada yang menamai kering kentang, kentang balado, atau sambal goreng kentang (ini kok agak aneh ya di telinga saya?). Di daerah Jawa Timur sendiri, tepatnya Madura dan sekitarnya, masyarakat menyebut makanan ini bel goreng, mungkin kependekan dari sambel goreng.

Yang bikin saya heran, kalau memang ucapan presiden pertama kita ini cukup layak ditiru dan digugu, kenapa nama mustofa hanya berlaku di daerah Jawa Barat? Apakah itu berarti, popularitas Soekarno tidak cukup kuat di daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur? Hahaha

Membuat kentang mustofa yang enak dan renyah ternyata tidak mudah

Sampai sekarang, makanan yang tercipta tanpa disengaja itu masih tetap eksis. Ini menjadi bukti bahwa rasanya tidak bisa diremehkan. Di daerah saya, kentang mustofa menjadi menu wajib dalam prasmanan di acara-acara hajat. Mustofa juga cocok dijadikan persediaan lauk, baik untuk di rumah, di kos-kosan, atau di pesantren (meski nasi dan kentang sama-sama karbohidrat, ya). Dikemas jadi oleh-oleh juga menarik.

Namun, di balik rasa yang nendang di lidah itu, teknik pembuatannya tidak mudah. Kalau nggak benar-benar tahu tips dan triknya, bisa gagal jadi mustofa tuh. Terutama karena membuat kentang tetap kriuk setelah dicampur dengan bumbu balado itu sulitnya beneran sulit. Katanya, sih. Kalau nggak garing, kan nggak bisa tahan lama. Belum lagi warnanya yang kadang-kadang pucat, tidak segar dan menggoda seperti seharusnya.

Jadi, kalau pengen membuat kentang mustofa, pastikan kamu benar-benar sudah pro ya. Biar nggak sia-sia. Secara, harga kentang kan lumayan mahal. Kalau memang belum yakin sama kemampuan sendiri, saya saranin beli yang sudah jadi saja. Banyak kok yang jualan.

Nah, itulah sekilas info tentang kentang mustofa. Ternyata, di balik penamaannya yang agak nyeleneh, ia punya sisi sejarah. Sering bertemu dengan Presiden Soekarno, misalnya.

Penulis: Lilis Durotun Nafisah
Editor: Rizky Prasetya

Baca Juga:

4 Ciri Warung Sunda yang Masakannya Dijamin Enak, Salah Satunya Lalapan Selalu Segar

Karedok, Makanan Khas Sunda yang Underrated padahal Lebih Nikmat Dibanding Seblak yang Overrated

BACA JUGA 3 Kuliner Khas Sunda yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 26 Agustus 2025 oleh

Tags: kentang mustofamakanan sundaopo mustofaPresiden Sukarnosejarah kentang mustofa
Lilis Durotun Nafisah

Lilis Durotun Nafisah

Seorang pelajar berdarah Sunda yang harus merantau jauh hingga 'terpental' ke ujung timur Pulau Jawa demi pendidikan. Di balik keseriusan studinya saya adalah penggemar berat warna biru

ArtikelTerkait

Geco makanan khas Cianjur

Geco, Makanan Khas Cianjur Perpaduan Tauge dan Tauco

8 April 2022
Sungguh Menyesal Orang-orang yang Tidak Pernah Makan Nasi Tutug Oncom Khas Sunda Terminal Mojok

Sungguh Merugi Orang-orang yang Tidak Pernah Makan Nasi Tutug Oncom Khas Sunda

11 Desember 2022
4 Ciri Warung Sunda yang Masakannya Dijamin Enak, Salah Satunya Lalapan Selalu Segar

4 Ciri Warung Sunda yang Masakannya Dijamin Enak, Salah Satunya Lalapan Selalu Segar

20 November 2025
Karedok, Makanan Khas Sunda yang Underrated padahal Lebih Nikmat Dibanding Seblak yang Overrated

Karedok, Makanan Khas Sunda yang Underrated padahal Lebih Nikmat Dibanding Seblak yang Overrated

25 Juli 2024
Combro Versi Banyumas Isinya Dage, Menyalahi Kaidah Filosofi Kata "Combro"

Combro Versi Banyumas Isinya Dage, Menyalahi Kaidah Filosofi Kata “Combro”

26 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada (Unsplash)

6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada

10 Januari 2026
3 Peraturan Tidak Tertulis Makan Ramen di Golden Geisha Jogja agar Tidak Kecewa Mojok.co

3 Peraturan Tidak Tertulis Makan Ramen di Golden Geisha Jogja agar Tidak Kecewa

5 Januari 2026
Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

6 Januari 2026
Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh dan Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah” Mojok.co

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

6 Januari 2026
Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

6 Januari 2026
Jogja Kombinasi Bunuh Diri Upah Rendah dan Kesepian

Memutuskan Merantau ke Jogja Adalah Langkah “Bunuh Diri Upah”: Terpaksa karena Keadaan dan Berakhir Menderita karena Kesepian

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.