Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Betapa Menderitanya Mahasiswa dari Jurusan Nggak Terkenal, Saat Lebaran Harus Menjelaskan Kuliahnya ke Keluarga Besar

Muhammad Iqbal Habiburrohim oleh Muhammad Iqbal Habiburrohim
14 April 2024
A A
Betapa Menderitanya Mahasiswa dari Jurusan Nggak Terkenal, Saat Lebaran Harus Menjelaskan Kuliahnya ke Keluarga Besar Mojok.co

Betapa Menderitanya Mahasiswa dari Jurusan Nggak Terkenal, Saat Lebaran Harus Menjelaskan Kuliahnya ke Keluarga Besar (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mahasiswa dari jurusan nggak terkenal adalah kelompok paling menderita saat Lebaran.

Lebaran menjadi momen sekali dalam setahun yang ditunggu-tunggu mungkin hampir seluruh warga Indonesia. Pasalnya, momen ini menjadi salah satu waktu liburan terpanjang di Indonesia yang mayoritas warganya Muslim. Para pekerja sampai mahasiswa perantau yang lama nggak pulang pun rela menempuh jarak jauh untuk bertemu sanak saudara di kampung halaman.

Momen kumpul keluarga merupakan hal yang menyenangkan, tapi menjadi sedikit berat bagi beberapa kelompok. Salah satunya, mahasiswa yang kuliah di jurusan nggak terkenal. Bagi mereka momen silaturahmi terkadang berubah menjadi interview dadakan. 

Saya salah satunya. Banyak saudara saya nggak mengenyam bangku perkuliahan, itu mengapa mereka penasaran dengan kehidupan kampus. Mau tidak mau saya jadi sasaran pertanyaan. Masalahnya, saya berkuliah di jurusan yang nggak terkenal sehingga penjelasan pun menjadi panjang kali lebar. 

Mahasiswa jurusan nggak terkenal harus mengulang seribu kali jawaban

Pertanyaan yang timbul biasanya terdiri dari dua yaitu basa-basi dan penasaran. Banyak orang yang menganggap pertanyaan basa-basi seperti kuliah di mana, lulus kapan, sampai urusan peluang pekerjaan merupakan pertanyaan yang horor. Namun, bagi saya pertanyaan tersebut nggak menyeramkan sama sekali.

Pertanyaan paling menyeramkan bagi saya justru pertanyaan lanjutan yang datang akibat rasa penasaran. Terlebih jurusan saya cukup asing didengar sehingga orang awam pun pasti nggak langsung tahu. Menjawab seribu pertanyaan yang sama menjadi rutinitas yang harus saya lakukan setiap kali kumpul keluarga dilaksanakan.

Saya sih sebenarnya nggak ada masalah dengan menjawab pertanyaan yang berulang kali. Masalahnya, apabila penjelasannya perlu semakin mendalam, maka pertanyaan dari kerabat pun akan semakin beragam dan nggak berujung. Pertanyaan seperti “Kuliahnya isinya ngapain aja?” sampai “Bedanya dengan jurusan X apa?” merupakan dua contoh pertanyaan yang bagai buah simalakama. Kalau nggak dijawab kok nggak sopan, tapi kalau dijawab kok malah menimbulkan pertanyaan baru. Akhirnya, jawaban paling aman adalah “Iya mirip dengan jurusan X”, biar nggak semakin panjang.

Apapun penjelasannya, PNS adalah kunci

Setelah obrolan ngalor-ngidul sampai ke ilmu yang dipelajari, pada akhirnya kerabat pasti memberikan masukan untuk menjadi PNS. Semua penjelasan yang telah saya berikan seakan sia-sia karena artinya apa yang saya jelaskan sepertinya nggak terlalu memberikan gambaran saking asingnya mahasiswa dari jurusan ini. 

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

Maksud saya, penjelasannya tadi sudah panjang, lho. Tapi ternyata memang jurusan nggak terkenal memang sulit dipahami. Wajar dong saya kecewa kalau lawan bicara masih kurang paham setelah obrolan yang begitu panjang?

Ya, saya nggak bisa menyalahkan juga sih, toh omongan tersebut juga bisa menjadi doa juga sebenarnya. Apapun penjelasannya, menjadi PNS sepertinya tetap menjadi doa yang masuk akal untuk semua jurusan. Masyarakat awam juga masih punya pemahaman bahwa menjadi PNS adalah pekerjaan yang pasti dan aman untuk jangka panjang.

Berulang lagi di tahun depan

Nggak sampai disitu, pertanyaan yang sama akan kembali dilontarkan tiap tahun karena keluarga besar sulit mengingat jurusan kuliah yang asing di telinga mereka. Bahkan, saat sekarang saya yang sekarang sudah nggak lagi jadi mahasiswa pun masih ditanya dengan pertanyaan yang serupa. Bedanya paling hanya di keterangan waktu dari “Sekarang kuliah jurusan apa?” menjadi “Dulu kuliah jurusan apa?”

Anehnya, saya pun masih bingung bagaimana menjawab pertanyaan sama yang telah dilontarkan selama bertahun-tahun lamanya. Rasanya sulit saja memberikan penjelasan terbaik kepada kerabat agar jurusan asing ini bisa melekat dan mudah diingat.

Saya pun masih bertanya tanya, sampai kapan pertanyaan ini tetap muncul tiap tahunnya. Ya kali nggak berubah, apalagi sekarang saya sudah mulai bekerja, kenapa kok pertanyaannya nggak diubah kesitu saja om dan tante? Ampunnn saya bingung jawabnya ~

Penulis: Muhammad Iqbal Habiburrohim
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA FIB UNAIR Surabaya Dianaktirikan Kampus, Mahasiswa Menderita seperti Kuliah di Universitas Pinggiran

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 April 2024 oleh

Tags: jurusanjurusan kuliahKampusMahasiswa
Muhammad Iqbal Habiburrohim

Muhammad Iqbal Habiburrohim

Seorang lokal Yogyakarta yang menjalani hidup dengan rute yang dinamis. Berpindah dari satu koordinat ke koordinat lain demi tuntutan profesi, sembari merawat kewarasan dengan menumpahkan segala keluh kesah ke dalam barisan kata.

ArtikelTerkait

Unpopular Opinion: Mahasiswa Rantau Itu Nggak Perlu Belajar Bahasa Daerah

Unpopular Opinion: Mahasiswa Rantau Itu Nggak Perlu Belajar Bahasa Daerah

30 November 2022
Dosen Bukan Lagi Manusia Setengah Dewa, tapi Memang Sudah (Cosplay) Jadi Dewa

Dosen Bukan Lagi Manusia Setengah Dewa, tapi Memang Sudah (Cosplay) Jadi Dewa

12 Januari 2024
4 Alasan Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa UIN Jember terminal mojok.co

4 Alasan Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa UIN Jember

30 September 2021
pers watchdog

Mahasiswa Jurnalistik Harapan Kembalinya Pers Sebagai “Watchdog”

19 Juni 2019
Saya Menyesal Memilih Jurusan Kuliah yang Baru Buka: Mudah Masuknya, Susah Lulusnya! Mojok.co

Menyesal Memilih Jurusan Kuliah Baru Buka: Mudah Masuknya, Susah Lulusnya!

17 Januari 2024
vandalisme

Demokrasi Indonesia dan Bayang-bayang Vandalisme yang Sulit Dilepaskan

25 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingunkan Pengunjung Mojok.co

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

20 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.