Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Maha Benar Senior dengan Segala Firmannya

Nurfikri Muharram oleh Nurfikri Muharram
16 Agustus 2019
A A
Panjang Umur untuk Senior yang Nggak Baper saat Diledek Balik maha benar senior

Panjang Umur untuk Senior yang Nggak Baper saat Diledek Balik maha benar senior

Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini, para senior dari sekolah maupun kampus tengah disibukkan mengenai kedatangan adik-adik menggemaskan mereka dari angkatan 2019. Mereka pasti sedang berpikir keras bagaimana untuk memperbudak, eh maksudnya membimbing adik-adiknya.

Tentu masih segar di ingatan kita, baru-baru ini kita dihebohkan dengan pemberitaan senior OSIS di suatu sekolah menyita skincare dari juniornya, motivasinya apa? Entahlah, alibinya sih untuk mendisiplinkan, tetapi yang saya tangkap sih karena takut tersaingi dengan paras juniornya. Kasus itu hanya secuil dari banyaknya kasus dari tahun ke tahun mengenai tindakan seenaknya senior kepada juniornya. Jangan hanya karena mereka lahir duluan sehingga bebas bertindak sewenang-wenang pada juniornya.

Sikap senioritas kerap muncul karena mereka yang senior menganggap bahwa mereka memiliki kekuasaan untuk menggunakan juniornya untuk kepentingannya atau untuk lucu-lucuan saja—lucu ndasmu! Sebagai kakak yang baik seharusnya mereka memberi ilmu ataupun pengetahuan kepada adiknya yang baru memasuki jenjang yang baru. Pengetahuan mengenai sekolah barunya ataupun jurusannya di perkuliahan, hal-hal seperti itulah yang sebenarnya dibutuhkan oleh para adik-adiknya yang baru.

Saya tidak bermaksud menggeneralisir bahwa semua senior bertindak seperti itu. Tetapi kecenderungannya memang demikian, para kakak angkatan banyak yang bermental majikan dan menganggap juniornya sebagai babu barunya. Sikap seperti ini muncul karena mereka juga pernah merasakan hal demikian, jadi istilahnya juniornya ini jadi pelampiasan dendamnya pada seniornya terdahulu yang juga bertindak seenaknya, maka jika terus seperti ini—kapan berhentinya? Yang tercipta hanyalah suatu siklus setan yang tak akan putus.

Sebagai seorang junior tak seharusnya kita untuk terlalu takut pada kakak angkatan kita, ya jangan kayak saya ini. Sewaktu masih mahasiswa baru saya berupaya untuk menghindari kontak langsung dengan kakak angkatan atau mungkin bahasa kerennya itu seniorphobia. Ada alergi sendiri dalam diri saya jika melihat kakak angkatan, takutnya saat kita menyapa justru diacuhkan dan sebaliknya, jika tak menyapa nanti dibilang sombong atau belagu—duh. Kesannya saya terlalu suudzon sama tiap senior ya? haha

Sekali lagi saya bilang tak semua senior itu tidak baik atau punya rasa senioritas, saya juga punya banyak senior yang dengan santainya merangkul kami seperti adiknya sendiri, tapi tak bisa dibohongi pikiran yang terbentuk saat jadi junior adalah bagaimana untuk tidak terlalu dekat dengan senior atau istilahnya jaga jarak dulu untuk sementara waktu.

Ada juga sifat senior yang sifatnya “predator” ke juniornya yang memiliki paras menarik. Saya bukannya melarang dan tidak membolehkan untuk suka sama juniormu, tetapi ya dikontrol lah. Tidak sedikit orang yang terganggu dengan para senior seperti itu—niatnya datang ke sekolah atau kampus untuk belajar justru diganggu dengan godaan senior yang katanya candaan. Bahkan hal-hal seperti ini bisa menjurus ke sesuatu yang lebih serius.

Jika kalian merasa terganggu dengan senior seperti itu, jangan sungkan untuk menegur mereka jika dianggap telah keterlaluan, karena anda punya hak untuk merasa aman dan nyaman di lingkungan baru. Jika perlu, laporkan saja senior seperti itu di pihak-pihak terkait di sekolah ataupun kampus agar menimbulkan efek jera tersendiri bagi mereka, karena bisa saja dengan anda memulai sikap tegas dan berani akan meransang junior lain untuk tidak menghamba lagi pada senior mereka.

Baca Juga:

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

3 Alasan Maba Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian ke UIN Palembang, Takutnya Nanti Kecewa

Saya sendiri juga akan kedatangan adik baru di kampus untuk pertama kalinya, sikap tidak enak yang pernah saya rasakan sebagai junior tidak akan saya lanjutkan kepada adik saya nanti, karena untuk memutus rantai penghambaan pada senior, harus dimulai dari keberanian diri sendiri. Anggapan bahwa senior selalu benar harus segera dihapuskan dalam dunia pendidikan kita, bukan karena mereka lebih dahulu terdaftar sebagai siswa atau mahasiswa maka firman yang keluar dari mulut mereka pun jadi sumber kebenaran bagi juniornya.

Hal yang perlu diingat adik-adik, hormat kepada seniormu boleh tetapi jangan sekali-kali kalian menghamba pada ketakutan yang diberikan oleh senior kalian, karena itu berarti kalian hanya menyambung rantai ketakutan yang tercipta sejak lama yang terkadang berkedok sebagai “tradisi”. (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: kakak angkatanmaha benarmahasiswa baruseniorsenioritastradisi balas dendam
Nurfikri Muharram

Nurfikri Muharram

Mahasiswa Setengah Salmon.

ArtikelTerkait

masa orientasi siswa

Masa Orientasi Siswa (Seharusnya) Tidak Menelan Korban

18 Juli 2019
7 Rekomendasi Motor Bekas untuk Mahasiswa Baru di Jogja

7 Rekomendasi Motor Bekas untuk Mahasiswa Baru di Jogja

9 Juni 2023
5 Tipe Orang yang Nggak Cocok Masuk Mal Tunjungan Plaza Surabaya Mojok.co

4 Hal yang Wajib Diketahui Maba Perantauan Sebelum Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza Surabaya

10 Desember 2024
mahasiswa tingkat akhir Kiat Sukses untuk Bikin Hidup Susah Ketika Menjadi Mahasiswa Akhir terminal mojok.co

6 Tips dari Mahasiswa Tingkat Akhir untuk para Maba

28 Maret 2021
20 Istilah Jurusan Informatika yang Perlu Diketahui agar Bertahan di Jurusan Ini Mojok.co

20 Istilah Jurusan Informatika yang Perlu Diketahui agar Bertahan di Jurusan Ini

26 November 2023
Ospek Memang Ada Manfaatnya, tapi Peraturannya Itu, loh, yang Nggak Banget. Bisa Lebih Masuk Akal Nggak?

Ospek Memang Ada Manfaatnya, tapi Peraturannya Itu, loh, yang Nggak Banget. Bisa Lebih Masuk Akal Nggak?

21 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina
  • Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga
  • Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif
  • Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol
  • Hari-hari Penuh Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo Menuju Kebangkrutan: Sudah Melarat karena Tipisnya Keuntungan Kini Terancam Mati karena Kenaikan Harga Plastik
  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.