Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Madiun, Kota Pendekar, Kota Pecel, Kota dengan Segudang Julukan

Miftakhu Alfi Sa'idin oleh Miftakhu Alfi Sa'idin
30 Juli 2023
A A
Branding Madiun Kampung Pesilat Indonesia yang Berlebihan

Branding Madiun Kampung Pesilat Indonesia yang Berlebihan (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menulis di Terminal Mojok dengan judul tulisan Ponorogo, Kota dengan Sejuta Julukan. Tulisan saya tersebut mendapatkan respons dari salah seorang sahabat saya, yang notabene dia putra kelahiran bumi Madiun. Setelah berbincang beberapa saat, saya paham. Ternyata julukan Madiun tak kalah banyak dari Ponorogo. Bahkan, branding yang dimiliki Madiun pun sangat ciamik dalam membuat citra dan reputasi kotanya.

Bumi kelahiran HOS Cokroaminoto tersebut memiliki setidaknya 10 julukan. Ya, di sini saya tidak akan membahas semuanya ya, guys. Saya hanya akan membahas beberapa julukan saja yang menurut saya paling merepresentasikan Madiun.

Kota Pendekar

Julukan pertama yang tersemat pada Kota Madiun adalah Kota Pendekar, jelas banget ini. Julukan ini muncul sebab banyaknya perguruan bela diri yang ada di kota ini. Misalkan saja pencak silat.

Banyak sekali perguruan pencak silat yang lahir dan terbentuk di kota ini. Perguruan tersebut antara lain, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Persaudaraan Setia Hati Winongo, Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti, Setia Hati Suhu Tekad (SHTT), Perguruan Ki Ageng Pandan Alas, dan Pro Patria.

Tak salah jika kota ini diberi julukan Kota Pendekar. Ya, karena saking banyaknya pendekar di sana, hehehe. Di samping itu, kabupaten Madiun pun juga tak mau kalah. Mereka juga mempunyai julukan sebagai Kampung Pesilat.

Kota Gadis

Julukan yang satu ini memang seakan sudah melegenda, khususnya bagi masyarakat kota Madiun dan sekitarnya. Ketika mendengar Kota Gadis, pasti langsung terpantik dan teringat kepada kota Madiun.

Bentar, jangan kira kota ini punya populasi gadis yang lebih banyak atau terkenal karena berisi cewek cantik. Nggak gitu. Julukan kota Gadis ini merupakan kepanjangan dari perdagangan, pendidikan, dan industri. Bukan gadis yang itu.

Di kota Madiun, tercatat memiliki lebih dari 200 instansi pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Sedangkan industri yang ada juga tak kalah besar. Sebut saja pabrik rokok Sampoerna, Gudang Garam, dan Pabrik Gula Rejo Agung menjadi sebagian dari industri raksasa yang ada.

Baca Juga:

Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Kota Karismatik

Kota Karismatik muncul sebagai julukan baru bagi Kota Madiun semenjak kota tersebut meluncurkan logo city branding yang baru. Logo yang berwarna oranye, kuning, merah, hijau, tersebut terpampang tulisan Kota Karismatik Madiun.

Dengan logo yang baru ini diharapkan aura karismatik yang dimiliki kota dapat terus melekat dan menjadi role model dari kota itu sendiri. Logo ini juga menegaskan bahwa kultur masyarakat Madiun yang lemah lembut, tetapi kuat dan tegas.

Kota Pecel

Seperti pendekar, pecel juga jadi satu hal yang amat melekat dengan Madiun. Nama kota ini pasti tersebut ketika orang sedang membicarakan pecel.

Makanan warung ini digandrungi oleh berbagai kalangan, mulai dari rakyat jelata, public figure, hingga orang nomor wahid di negeri ini. Depot Nasi Pecel 99 merupakan warung nasi pecel yang amat terkenal di Madiun. Bahkan, saking terkenalnya, sampai disambangi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kota Brem

Madiun juga dikenal sebagai kota brem. Brem merupakan jajanan berbentuk persegi yang terbuat dari sari ketan fermentasi ini memiliki cita rasa manis dan asam. Jajanan ini menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke kota ini.

Jajanan ini memiliki sensasi dingin dan hancur seketika saat digigit. Kini, brem tidak hanya memiliki rasa manis dan asam. Banyak yang sudah memproduksi brem dengan berbagai varian rasa, mulai dari stroberi, coklat, dan keju. Dijamin deh, bakal ketagihan.

Kota Sepur (Kereta Api)

Julukan kota Kereta Api ini melekat di Madiun, sebab dahulu di kota ini ramai sekali lalu lintas kereta api. Dulu, kereta api di kota ini lebih ramai dibandingkan saat ini. Sebab, ada banyak rute kereta api yang kini hanya tinggal kenangan, misalnya saja ke tetangga terdekatnya Ponorogo.

Di samping itu, Madiun juga memiliki perguruan tinggi khusus kereta api. Akademi Perkeretaapian Indonesia atau yang dikenal dengan API. Ada juga industri perkeretaapian yang bernama PT Industri Kereta Api atau PT INKA. Kedua instansi tersebut diklaim hanya ada satu-satunya di Indonesia. Amazing.

Kota Budaya

Madiun juga memiliki budaya khas, yaitu seni dongkrek. Tarian yang dulunya digunakan untuk mengusir wabah penyakit ini disebut-sebut sebagai kesenian asli kota ini. Kesenian ini muncul sejak 1867 dan berpusat di Mejayan. Bahkan, saking sakralnya, waktu wabah covid-19 menyerang, banyak masyarakat Madiun yang memainkan dongkrek di malam hari dengan tujuan agar covid-19 segera pergi.

Banyak pula seniman maupun budayawan yang lahir dan besar di Madiun. Sebut saja Kirun (komedian), Pakde Kiro-kiro (seniman), hingga Ari Lasso. Kalian tahu siapa lah Ari Lasso, nggak perlu kan dijelasin.

Di samping itu semua, masih banyak julukan lain untuk kota Madiun. Di antaranya Kota Pelajar, Kota Industri, Kota Sastra, hingga Milan van Java. Kalau Ponorogo kemarin boleh dijuluki Kota Mantan, kalian juga boleh menjuluki Madiun sebagai Kota Kenangan. Ya, terkhusus bagi orang yang dulu hendak jadian dengan orang kota ini, tapi akkhirnya ditinggalkan. Kasihan. KOK KEBANGETEN MEN…

Eh kui Ngawi ding.

Penulis: Miftakhu Alfi Sa’idin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 7 Dosa Penjual Nasi Pecel yang Ngaku Asli Madiun

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2023 oleh

Tags: bremjulukanmadiunpecelpendekarsilat
Miftakhu Alfi Sa'idin

Miftakhu Alfi Sa'idin

Seorang introvert yang bertekad menjadi penulis dan berintelektual. Putu Warok Ponorogo. Instagram @miftakh_al.13

ArtikelTerkait

Hal-hal yang Lumrah di Nganjuk, tapi Sulit Ditemui di Jogja Mojok.co

Hal-hal yang Lumrah di Nganjuk, tapi Sulit Ditemui di Jogja

12 September 2024
Jalan Raya Madiun-Nganjuk, Jalur Tercepat Menuju Magetan dari Mojokerto yang Penuh Bahaya

Jalan Raya Madiun-Nganjuk, Jalur Tercepat Menuju Magetan dari Mojokerto yang Penuh Bahaya

7 Maret 2024
kota pati sejarah nama julukan mojok.co

Mengenal Kota Pati Melalui 6 Julukannya: Dari Kota Kacang sampai Kota Seribu Karaoke

20 Agustus 2020
Mimpi Mahasiswa Jogja Asli Madiun yang Merintis Usaha Sambel Pecel: Setidaknya Setara Rendang

Madiun, Kota Paling Mindblowing yang Pernah Saya Kunjungi

10 Desember 2024
Perjalanan Sragen-Madiun Lebih Nyaman Menggunakan KA Bias daripada Bus yang Bikin Jantung Nggak Aman!

Perjalanan Sragen-Madiun Lebih Nyaman Menggunakan KA Bias daripada Bus yang Bikin Jantung Nggak Aman!

23 Oktober 2025
Branding Madiun Kampung Pesilat Indonesia yang Berlebihan

Konflik Pencak Silat Madiun dari Cerita Pelaku: Pertempuran Tak Akan Pernah Berakhir

2 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Rekomendasi Drama China yang Bisa Ditonton Tanpa Perlu Mikir (Pexels) tiktok

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

12 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

12 Maret 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.