Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Macam-macam Pembeli Warung dari Cara Mereka Teriak “Beliii”

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
19 April 2020
A A
Macam-macam Pembeli Warung dari Cara Mereka Teriak "Beliii"
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai anak dari pemilik warung kelontong, sudah sangat biasa saya menemui dan menghadapi orang-orang yang mau membeli. Walaupun mereka saya layani sebisa mungkin karena nggak terlalu hafal harga-harga barang di warung ibu. Setidaknya, saya mencoba bantu ibu saya yang sering kerepotan di warung sendirian.

Warung ibu saya memang tidak sebesar agen-agen besar di pasar yang melayani ratusan langganan dan setiap hari ada pasokan ratusan sampai ribuan dari sales. Warung ibu saya cuma warung kecil dan terletak agak ke dalam, tidak terlalu di pinggir jalan raya. Tetapi, berkat warung ini saya bisa kuliah dan belajar banyak hal. Contohnya belajar nulis di Terminal Mojok.

Sebagai anak yang taat dan mencoba berbakti kepada ibu, saya kira membantu di warung adalah cara yang paling baik dan mudah sebagai bukti. Bukti saya anak yang berbakti, maksudnya. Walaupun, ya namanya juga ibu-ibu pasti ada saja saya kenal omel karena salah barang atau salah harga. Saya anggap itu belajar saja, walaupun agak jengkel. Namun, ibu mah selalu maklum kalau saya cuma bisa melayani pembeli sebisanya, atau cuma bisa anter galon. Mau bagaimana lagi? Dari kecil saya sudah merantau jauh dan jarang di rumah, alhasil tidak paham banyak harga barang di warung.

Selain membantu ibu, dalam menghadapi pembeli terkadang saya suka iseng mengamati tingkah laku mereka. Ini serius, saya melihat tingkah laku para pembeli dan bagaimana sikap mereka dari cara mereka bicara. Mungkin kalian pikir saya orang yang gabut dan tidak jelas ya? Mosok orang beli diperhatikan segala, seperti kurang kerjaan saja. Tapi ingatlah, belajar sesuatu itu dari mana saja bisa, Bro. 

Kegiatan yang saya lakukan ini bukanlah kegiatan yang berlangsung sebentar, atau pengamatan asal-asalan. Meski hanya riset dan pengamatan sendiri, tapi saya melakukan ini sudah menahun. Terhitung sudah lebih dari lima tahun saya melakukan kegiatan aneh bermanfaat ini.

Baiklah, daripada penasaran dan banyak omong inilah pengamatan saya terhadap para pembeli dari cara mereka mengucapkan belee dan tingkah mereka. Check this out.

Pertama: Bilang “Beleee“ dengan teriak panjaaang dan nyaring

Kalau yang satu ini dipastikan hanya anak-anak kecil yang jajan. Palingan, mereka jajan agar-agar Wong Coco atau beli bola seharga goceng. Tingkah lakunya berisik, banyak teriak dan ingus meler lalu dilap dengan bajunya. Serta ada bau bedak dan minyak telon.

Kedua: Bilang “Beleee” dengan salam, lalu memanggil nama

Untuk yang satu ini paling banyak dilakukan oleh para tetangga yang sudah haji, serta sudah akrab dengan ibu saya. Biasanya begini cara manggilnya, “Assalamu’alaikum, Bu Alif, beleee (dengan nada berat).” Kira-kira seperti itu cara bicaranya. Biasanya, beli barang sepulang ibadah dari masjid dan masih menggunakan baju koko dan peci takwa. 

Baca Juga:

4 “Dosa” Indomaret dan Alfamart yang Bikin Kesal Pelanggan

12 Kerugian yang Kita Rasakan Seandainya Warung Madura Tak Pernah Ada

Ketiga: Bilang “Beleee” dengan nada yang pelan dan terlihat cemas

Kelakuan pembeli seperti ini yang menjadi momok semua pemilik warung kelontong dan sembako. Tidak lain dan tidak bukan adalah para pengutang. Saya ulangi, ini adalah para PENGUTANG yang paling sangat dihindari tidak terkecuali oleh ibu saya. Biasanya mereka datang dengan senyum-senyum tipis tapi agak miris, lalu muka memelas sambil usap-usap paha. Halahhh, ketahuan sekali orang mau utang itu dan template mau utang sepertinya sama semua. Bukan apa-apa, tapi orang yang utang suka pura-pura lupa terus saat ditagih lebih galak. Gimana mau cuan pas dagang kalau begitu! Muhasabah diri kalian tukang utang di warung!1111!!

Keempat: Bilang “Beleee” lalu mengucapkan permisi

Kebanyakan yang mengucapkan permisi atau salam sambil permisi diiringi ucapan beleee adalah orang asing. Bukan asli daerah saya, dan orang yang kebetulan sedang lewat atau main di daerah saya. Orang yang seperti ini tidak banyak omong tapi tetap harus diawasi, karena kadang-kadang ada saja yang potensi berperilaku kriminal.

Kelima: Tidak ada suara tapi gawai ibu saya berbunyi

Yang terakhir tapi bukan least, biasanya kalau ini sudah sangat sering langganan tapi agak mager karena lumayan jauh. Biasanya chat lewat WhatsApp atau SMS. Mentang-mentang kami ada motor dan dorongan galon, jadinya ada saja yang punya alasan buat mager. Hadeuhh, tapi ya sudah tak apa yang penting masih mau beli. Kadang kalau mengantar barang sampai rumah, suka ditawari makanan, sih.

Sudah ya segitu dulu, saya mau anter galon lagi sama gas elpiji.

BACA JUGA Nostalgia 6 Kebiasaan Masa Kecil Pas Disuruh ke Warung sama Ibu atau tulisan Nasrulloh Alif lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 April 2020 oleh

Tags: pembeliwarung kelontong
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Kesaktian dan Keunikan Warung Madura di Tengah Gemerlapnya Ibu Kota

Warung Madura di Daerah Lain Buka 24 Jam, tapi Kenapa di Madura Malah Nggak Buka 24 Jam?

18 Februari 2023
Warung Kelontong Sulit Disaingi Minimarket, asal Bisa Membenahi Boroknya Mojok.co

Warung Kelontong Sulit Disaingi Minimarket, asal “Boroknya” Dibenahi

26 Mei 2024
5 Alasan Saya Lebih Suka Belanja di Warung Kelontong daripada Minimarket Terminal Mojok

5 Alasan Saya Lebih Suka Belanja di Warung Kelontong daripada Minimarket

25 Januari 2023
pembeli adalah raja

Konsep Pembeli adalah Raja: Itu Kolot, Zheyeng!

4 September 2019
12 Kerugian yang Kita Rasakan Seandainya Warung Madura Tak Pernah Ada

12 Kerugian yang Kita Rasakan Seandainya Warung Madura Tak Pernah Ada

3 September 2025
Uang Kembalian Adalah Tanggung Jawab Penjual, Bukan Pembeli!

Uang Kembalian Adalah Tanggung Jawab Penjual, Bukan Pembeli. Jangan Menyuruh Pembeli untuk Mencari Tukaran Uang Atau Tambah Belanjaan!

5 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.