Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Lumpia Semarang: Cerita Cinta Lelaki Tionghoa dan Perempuan Jawa yang Dibungkus Kulit Tipis

Muhammad Hazza Rashif oleh Muhammad Hazza Rashif
14 Februari 2026
A A
Lumpia Semarang Cerita Cinta yang Dibungkus Kulit Tipis (Wikimedia Commons)

Lumpia Semarang Cerita Cinta yang Dibungkus Kulit Tipis (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada yang bilang makanan cuma soal rasa, mereka belum tahu cerita di balik lumpia Semarang. Camilan yang satu ini punya plot twist lebih menarik dari sinetron.

Kembali ke Semarang abad ke-19. Bayangin suasana Pasar Malam yang ramai. Di sana ada Tjoa Thay Joe, seorang imigran dari Fujian yang jualan run bing (semacam lumpia versi Tiongkok) dengan isian daging babi dan rebung. Rasanya? Asin dan gurih.

Nah, nggak jauh dari situ, ada Mbok Wasih. Perempuan Jawa ini juga jualan makanan serupa, tapi isiannya udang sama kentang dengan bumbu manis khas Jawa. Dua pedagang, dua rasa, satu pasar. Plot yang sempurna untuk romance, kan?

Dan bener saja, mereka jatuh cinta. Tapi yang lebih keren, mereka nggak cuma nikah. Mereka merger dua resep keluarga jadi satu. Ini bukan sekedar kompromi kuliner biasa, ini fusion yang beneran punya jiwa. Lahir lumpia Semarang.

Untuk menghormati masyarakat lokal (dan juga biar lebih halal), mereka mengganti daging babi dengan ayam atau udang. Rebung tetap jadi bintang utamanya. Mereka memadukan bumbu gurih ala Tiongkok dan manis ala Jawa. 

Dari sinilah nama lumpia muncul, dari bahasa Hokkian: lun (lembut) dan pia (kue). Nama yang pas banget untuk menggambarkan tekstur kulitnya yang lembut kenyal waktu disajikan basah.

Baca juga: Warlok Membocorkan 6 Ciri Penjual Lumpia Semarang yang Rasanya Pasti Enak

Rahasia di balik rebung

Orang yang bikin lumpia Semarang punya trik khusus buat ngatasin bau langu rebung. Mereka cuci dan merebus rebungnya sampai tiga kali, atau kadang merendamnya di air kelapa dulu. Detail kecil kayak gini yang bikin beda antara lumpia biasa sama lumpia yang enak beneran.

Baca Juga:

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

Isiannya sendiri terdiri dari rebung, telur orak-arik, dan udang yang dimasak sampai kering. Baru deh membungkusnya dengan kulit tipis yang dibikin dengan teknik oser-oser, alias mengoleskannya ke wajan datar yang panas. Simpel, tapi butuh feeling.

Mau nyobain lumpia Semarang yang asli? Ini tempatnya

Sampai sekarang, keturunan Tjoa dan Mbok Wasih masih meneruskan warisan keluarga mereka. Kalau mau coba yang paling asli, langsung aja ke Lumpia Gang Lombok No.11. Ini kedai tertua yang masih memakai resep asli, lokasinya pas di samping Klenteng Tay Kak Sie. Kalau ke sini, berasa kayak time travel ke masa lampau.

Buat yang suka variasi, coba Loenpia Mbak Lien di Jalan Pemuda. Mereka punya lumpia ayam kampung dan beberapa inovasi rasa modern. Tetap enak dengan twist baru.

Kalau mau yang halal bersertifikat, Lunpia Cik Me Me jawabannya. Mereka pionir dalam sertifikasi halal dan punya varian mewah kayak isian kepiting sama jamur. lumpia Semarang premium, tapi sebanding sama rasanya.

Sejak menjadi Warisan Budaya Tak Benda tahun 2014, lumpia Semarang udah bukan sekadar camilan. Ini bukti hidup kalau cinta dan harmoni antar budaya bisa dinikmati dalam satu gigitan renyah. Literally.

Jadi kalau kapan-kapan ke Semarang, jangan cuma foto di Lawang Sewu atau Kota Lama. Sempatkan mencoba lumpia Semarang. Soalnya, di balik setiap gigitan, ada cerita asmara yang bikin manis.

Penulis: Muhammad Hazza Rashif

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Rekomendasi Lumpia Semarang Underrated yang Rasanya Boleh Diadu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2026 oleh

Tags: kuliner semarangLoenpia Mbak Lienlumpialumpia gang lomboklumpia semarangLunpia Cik Me Merekomendasi lumpia Semarangsejarah lumpia SemarangSemarang
Muhammad Hazza Rashif

Muhammad Hazza Rashif

Mahasiswa semester 4 Universitas Diponegoro. Menulis dengan nada santai tapi berisi dan berlandaskan data.

ArtikelTerkait

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Menerima Penempatan CPNS di Luar Pulau Jawa Tak Pernah Saya Sesali, Justru Jadi Keputusan Terbaik yang Pernah Saya Buat

2 Mei 2025
Salatiga Kota Persinggahan Paling Indah di Jawa Tengah (Unsplash)

Salatiga di Antara Semarang dan Solo: Kota Persinggahan yang Paling Indah di Jawa Tengah

26 Februari 2025
4 Pertanyaan Bodoh ketika Diterima Kuliah di Kudus (Pixabay)

4 Pertanyaan Bodoh ketika Diterima Kuliah di Kudus, Kabupaten Terkecil di Pulau Jawa

8 November 2022
5 Hal Menjengkelkan di Semarang yang Bikin Orang Luar Kota Gigit Jari

5 Hal Menjengkelkan di Semarang yang Bikin Orang Luar Kota Gigit Jari

14 November 2025
Mahasiswa Semarang KKL ke Jogja Buat Apa? Banyak Tempat yang Lebih Baik dari Jogja

Mahasiswa Semarang KKL ke Jogja Buat Apa? Banyak Tempat yang Lebih Baik dari Jogja

15 Februari 2024
Lumpia Duleg, Kuliner Unik Khas Delanggu Klaten yang Nggak Kalah Enak dari Lumpia Semarang

Lumpia Duleg, Kuliner Unik Khas Delanggu Klaten yang Nggak Kalah Enak dari Lumpia Semarang

2 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

7 Indikator Absolut yang Membuat Purwokerto dan Salatiga Adalah Tempat Terbaik Untuk Slow Living di Jawa Tengah

1 April 2026
Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel Mojok.co

Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel

27 Maret 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co kos kontrak rumah

Kos vs Kontrak Rumah Setelah Menikah: Mana yang Lebih Hemat dan Nyaman untuk Pasangan Muda?

26 Maret 2026
Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja (Wikimedia Commons)

Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja

26 Maret 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

Mewakili Warga Tegal, Saya Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf kepada Pemudik

28 Maret 2026
Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati Mojok.co

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.