Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Lulusan Jurusan Pendidikan Luar Biasa Itu Nggak Selalu Bisa Bahasa Isyarat

Saraswati Devi oleh Saraswati Devi
25 Juni 2021
A A
guru slb pendidikan khusus pendidikan luar biasa sarjana spesialisasi pengalaman disabilitas mojok.co

guru slb pendidikan khusus pendidikan luar biasa sarjana spesialisasi pengalaman disabilitas mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin masih banyak orang yang awam dengan jurusan asal usul guru SLB, yaitu jurusan Pendidikan Luar Biasa atau jurusan Pendidikan Khusus. Di Indonesia sendiri, jurusan Pendidikan Luar Biasa hanya dibuka oleh beberapa universitas besar saja, padahal kebutuhan guru di lapangan sangat banyak. Alhasil, biasanya sekolah-sekolah luar biasa akan menerima jurusan apa saja untuk memenuhi kuota guru. Ada yang mau daftar jadi guru aja wis alhamdulillah, apalagi mereka jadi guru wiyata yang cuma digaji beberapa ratus ribu saja dalam satu bulan. Wis mulang ekstra, honor juga ekstra. Ekstra sabar maksudnya.

Dulu waktu keterima di salah satu kampus negeri di Jogja, saya bangga sekali karena tembus SNMPTN. Setelah tapi setelah itu saya stres kepikiran gimana cara untuk lulus. Lha wong saya sebenernya cuma iseng ambil jurusan yang lawannya tidak sebanyak jurusan-jurusan yang lain agar gampang lolosnya dengan nilai rapor yang megap-megap. Alhamdulillah pas sudah kuliah dan menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Pendidikan Luar Biasa, ternyata banyak teman yang motivasi memilih jurusannya sama, jadi tidak kelihatan terlalu DDR (Daya Dong Rendah) amat lah.

Setiap orang yang bertanya jurusan saya, pasti rata-rata kalimat pertama yang terlontar selalu sama, “Eee yang mengajar pakai bahasa isyarat itu ya?” sambil memperlihatkan gestur-gestur tangan yang aneh. Saya yakin pertanyaan ini juga sering diterima oleh orang-orang yang sedang menempuh jurusan Pendidikan Luar Biasa lainnya di Indonesia. Biasanya saya sih cuma senyum saja untuk menjawabnya. Bukan karena saya merendah, tapi karena kenyataannya terlalu ruwet untuk dijelaskan.

Ketika saya kuliah dulu, kami tidak diajari bahasa isyarat. Profesor kami mengatakan, itu memang sengaja dilakukan. Alasannya saya lupa, karena waktu itu saya ngantuk di kelas. Tapi, kalau tidak salah ingat, hal ini karena sistem pembelajaran untuk anak tunarungu atau biasa kita sebut tuli, secara resmi lebih banyak menggunakan bahasa oral atau bahasa pengucapan bibir. Kami diajarkan dasar-dasar terapi wicara seperti bina persepsi bunyi dan irama agar anak-anak tuli bisa memaksimalkan sisa-sisa pendengaran jika masih memilikinya serta melatih kemampuan merasakan vibrasi dan produksi ucapan. Sehingga, diharapkan mereka bisa berkomunikasi secara mandiri di kemudian hari. Intinya latihan ngomong.

Tapi bagi insan tuli, sistem ini dirasa tidak manusiawi karena seperti menyuruh mereka untuk menjadi normal padahal mereka memiliki keadaan khusus. Maka dari itu mereka menggunakan bahasa isyarat agar lebih bisa mempresentasikan komunikasi dengan lebih jelas lewat gerakan-gerakan yang secara visual. Ekspresi memang lebih bisa menggambarkan secara lebih jitu ketimbang membaca gerak bibir maupun berusaha memproduksi suara yang kebanyakan mereka mengeluh sakit ketika melakukannya. Sebab, insan tuli memang berbeda dari insan dengar pada umumnya yang tidak terbiasa mendengar serta memproduksi suara dari bayi.

Dosen saya pernah bilang, mengapa insan tuli sulit memproduksi suara? Alasannya karena tidak ada input, makanya sulit membuat output. Ibaratnya tidak ada data masuk maka tidak ada data yang akan diproses untuk keluar. Beda dengan insan dengar yang dari kecil terbiasa mendengar suara dan bahasa ibu, makanya kita bisa belajar bicara dengan alami karena kita mendengar dan bisa menirunya menjadi ucapan. Pada praktiknya, di SLB di mana saya mengajar sekarang menggunakan sistem campuran yaitu menggunakan bahasa oral dan isyarat. Tapi memang tidak dimungkiri, mereka lebih banyak menggunakan bahasa isyarat yang membuat mereka lebih nyaman dalam berkomunikasi. Saya sih guru demokratis, apa yang membuat murid saya nyaman ya manga wae, asalkan sembada.

Oleh karena di kampus tidak diajari, saya akhirnya berinisiatif untuk mencari ilmu bahasa isyarat sendiri dengan bergabung organisasi tuli di Yogya. Ternyata, syarat untuk belajar isyarat sebetulnya gampang sekali. Kami harus punya guru tuli dan senantiasa nginthil untuk belajar bahasa isyarat langsung kepadanya. Ini merupakan suatu sopan santun agar kami paham dari sumbernya serta belajar budaya tuli yang memang beda dan memiliki budaya khas.

Alasan saya belajar bahasa isyarat selain untuk persiapan agar ketika saya sudah menjadi guru saya tidak terlihat bodo-bodo amat. Tidak saya mungkiri juga niat belajar saya yang lain memang agar terlihat keren di mata orang-orang. Ini memang motivasi yang tidak baik untuk ditiru, tapi agar memunculkan niat belajar sungguh-sungguh, boleh saja Anda tiru. Tulisan ini akan saya tutup dengan quote, carilah niat belajar meskipun kamu tidak berniat untuk mencari niat. Terkadang, dipaksa itu ada enaknya meskipun awalnya kita ogah-ogahan. Tapi pas sudah dirasakan, penasaran dan malah ingin tambah. Selamat mencari niat dan selamat belajar hidup dalam masyarakat.

Baca Juga:

Pengalaman Guru yang Nggak Bisa Bahasa Isyarat Mengajar Murid Tuli

Desa Bengkala di Bali: Surga Bagi Penyandang Tunarungu dan Tunawicara

BACA JUGA Ternyata Belajar Bahasa Isyarat Tak Susah-susah Amat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2021 oleh

Tags: bahasa isyaratpendidikan luar biasapendidikan terminalslbtunarungu
Saraswati Devi

Saraswati Devi

Seorang guru SLB yang kecanduan bau bayi.

ArtikelTerkait

telur ayam usaha ternak ayam mojok

Duluan Mana, Ayam atau Telur Ayam? Duluan Ayamnya, Lah!

2 Juni 2021
rekomendasi warkop untuk warga kediri fast bar skripsian di coffee shop home brewer kopi cafe kafe coffee shop mojok

Artikel Balasan: Saya Skripsian di Coffee Shop karena Ingin Lulus, Bukan Gaya-gayaan

3 Juni 2021
Kata Siapa Jadi Contact Person CP Sebuah Acara Itu Enak, Justru Stok Sabarnya Harus Ekstra terminal mojok

Kata Siapa Jadi Contact Person (CP) Sebuah Acara Itu Enak? Justru Stok Sabarnya Harus Ekstra!

17 Juli 2021
Agribisnis, Prodi Lintas Jurusan Secara Nggak Sengaja terminal mojok

Agribisnis, Prodi Lintas Jurusan Secara Nggak Sengaja

28 Juli 2021
Pengalaman Guru yang Nggak Bahasa Isyarat Mengajar Murid Tuli Mojok.co

Pengalaman Guru yang Nggak Bisa Bahasa Isyarat Mengajar Murid Tuli

1 November 2023
Begini Rasanya Jadi Murid yang Selalu Juara Kelas Kayak Dekisugi terminal mojok.co

Begini Rasanya Jadi Murid yang Selalu Juara Kelas kayak Dekisugi

22 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Layak Diperebutkan, Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi Mojok.co

Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi

28 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

27 Februari 2026
Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.