Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Live TikTok Tampilkan Adegan Orang Tua Diguyur Bukan Hiburan melainkan Penyiksaan

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
6 Januari 2023
A A
Live TikTok Tampilkan Adegan Orang Tua Diguyur Air Bukan Hiburan melainkan Penyiksaan Terminal Mojok

Live TikTok Tampilkan Adegan Orang Tua Diguyur Bukan Hiburan melainkan Penyiksaan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Live TikTok yang menampilkan adegan orang tua diguyur tu maksudnya gimana, sih?

Menjadi tua nggak menyenangkan. Menjadi tua berarti secara perlahan kita kehilangan kuasa atas tubuh. Tangan yang semula begitu lincah menari di atas kemudi, mulai gemetar menemukan lubang kunci. Setali tiga uang, bagian tubuh lain pun demikian. Mata, misalnya. Saat kamu menua, ketajaman matamu tidak akan lagi mampu menembus lubang jarum. Tak peduli berapa kali benang ditegakkan dan diluruskan, ujung benang itu selalu gagal menemukan jalan.

Kehilangan kuasa atas tubuh itu pula yang kemudian membuat mereka yang telah mencapai gelar “simbah-simbah” jadi menggantungkan hidupnya pada mereka yang masih bergas. Ya kan nggak mungkin modelan simbah-simbah tetap nekat angkat galon atau naik ke atap untuk benerin genteng. Bisa tremor nanti. Maka sudah selayaknya yang muda-muda hadir untuk membantu dan menjaga mereka yang sudah di ujung senja.

Sayangnya, konsep yang muda menjaga yang tua nggak berlaku bagi orang-orang yang otaknya geser ke dengkul. Keberadaan simbah-simbah yang lemah dan penuh ketidakberdayaan tersebut justru dijadikan komoditas untuk meraup keuntungan. Kalau nggak percaya, tuh, lihat saja di TikTok. Banyak beredar konten yang memperlihatkan adegan simbah-simbah digebyur air malam-malam demi dapat saweran dari penonton live TikTok. Makin terlihat lemah si simbah, makin bagus. Makin cuan.

Cuan, ndasmu!

Dipikir sampai salto pun saya masih gagal paham tentang apa sih sebenarnya maksud konten ngemis-ngemis dengan memanfatkan… tunggu, kata “memanfaatkan” sepertinya terlalu halus. Lebih pas kalau disebut menyiksa, sih.

💚 TW : TIKT0K
guys ini termasuk eksploitasi gasi? ibu nya disuru live sama anaknya😭 trs anaknya di belakang kamera, nanti aku drop video nya pic.twitter.com/8F37tVOXMQ

— Tanyarl ㅡ Dilarang 🔞 (@tanyakanrl) January 4, 2023

Jadi, apa coba maksudnya bikin live TikTok menyiksa simbah-simbah dengan membiarkan mereka guyar-guyur air malam hari? Ada yang bisa jelaskan? Kalau memang tujuan pembuatan konten tersebut hanya untuk hiburan seperti yang tertera di keterangan video, justru saya makin tanda tanya.

Baca Juga:

Konten Review Tanaman Bupati Lamongan Adalah Konten Pejabat Paling Membingungkan yang Pernah Saya Tonton, Nggak Paham Prioritas!

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

Menurut KKBI, hiburan adalah sesuatu atau perbuatan yang dapat menghibur hati (melupakan kesedihan dan sebagainya). Pertanyaannya: memangnya hati kalian merasa terhibur ketika melihat ada simbah diguyur malam-malam? Beneran terhibur seperti kalau nonton SpongeBob atau baca komik Shinchan? Kalau jawabannya iya… Dude, buruan gih periksain otak lu. Ada orang menderita kok kamu terhibur? Kamu psikopat?

Tolong diingat, yang namanya psikopat itu nggak melulu berwujud tukang cincang tubuh kayak Rian Jombang. Nggak pula selalu tentang makan daging manusia seperti Dr. Hannibal di serial Hannibal. Namun, yang juga termasuk dalam tanda seseorang memiliki gangguan kepribadian psikopat adalah nggak punya empati terhadap orang lain. Hayo, lho. Melihat ada orang tua direndam di kolam malam-malam tapi kamu nggak kasihan dan justru terhibur? Jangan-jangan kamu…

Para viewer yang kedapatan ikut nyawer saat live TikTok, mungkin beralibi bahwa mereka memberikan saweran bukan karena terhibur dengan aksi saat si simbah gebyar-gebyur. Namun, mereka nyawer atas dasar kasihan. Nggak tega dengan si simbah. Tapi masalahnya, yang kayak gitu justru menginpirasi orang lain untuk bikin konten serupa, Malih~

Kenapa? Ya karena paling enak memang jualan penderitaan!

Padahal kalau memang benar-benar merasa kasihan dengan si simbah dalam video, report saja videonya. Atau jangan ditonton sekalian biar videonya sepi. Jadi, orang yang mau bikin konten serupa bakal mikir dua kali. Buat apa? Lha wong penontonnya sepi, kok. Mending bikin video lain saja!

Nah, kalau sekarang kan yang terjadi malah kebalikannya. Live TikTok dengan cara menjadikan simbah-simbah sebagai objek, justru laris manis ditonton ratusan hingga ribuan orang. Maka, jangan heran jika konten-konten serupa bakal sering kita lihat di fyp TikTok. Bahkan mungkin, berikutnya akan lebih gila lagi.

Oke, mungkin ada yang berspekulasi bahwa sosok orang tua yang ditampilkan di video bukanlah orang tua kandung melainkan orang tua sewaan yang sengaja dibayar untuk pembuatan konten. Tapi, ya agak ngotak dikit lah. Hanya karena kamu sudah membayar tenaga seseorang bukan berarti kamu bisa memperlakukan orang tersebut dengan seenak udel kamu sendiri. Apalagi orang tersebut sudah renta. Dih. Kompeni insecure sama kamu, Maseh.

Sungguh. Kemunculan pengemis online baik yang objeknya simbah-simbah maupun bukan, sudah sangat meresahkan. Harus segera ditindaklanjuti. Dalam hal ini, Kemenkominfo mungkin bisa ambil peran untuk jadi satpol PP di dunia maya. Selain itu, kamu yang demen nonton live TikTok berbau ngemis online juga harus stop, dong. Ganti nonton live lainnya aja ya, Bestie~

Pokoknya jangan sampai deh ngemis online makin subur. Bahaya! Bisa-bisa pengemis yang biasanya beredar di pemukiman atau lampu merah jadi terinspirasi dan ikut-ikutan mutasi ke dunia maya. Terus, nanti ada penguasa yang dengan jumawa mengklaim kalau daerahnya sudah bebas dari pengemis. Padahal mah pengemisnya masih buanyak, cuma pindah dimensi aja, sih.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Memahami Apa Itu PMO yang Ramai Diperbincangkan di TikTok dan Cara Mengatasinya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2023 oleh

Tags: kontenpengemis onlinetiktokTikTok Live
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Semua Boleh Mendaki Gunung, Tidak Perlu Takut Dianggap FOMO

Semua Boleh Mendaki Gunung, Tidak Perlu Takut Dianggap FOMO

27 Juli 2024
Ide Konten yang Lebih Waras buat Ria Ricis

3 Ide Konten yang Lebih Waras buat Ria Ricis

7 Januari 2023
Melacak Pencipta Linting Daun, Lagu TikTok Paling Fenomenal

Melacak Pencipta Linting Daun, Lagu TikTok Paling Fenomenal

16 Juni 2022
Aplikasi TikTok Antara Pengguna yang Goblok dan Teknologi yang Mashok terminal mojok.co

Aplikasi TikTok Antara Pengguna yang Goblok dan Teknologi yang Mashok

30 Mei 2021
TikTok Music, Aplikasi Streaming Musik Terbaru Lebih Unggul daripada Spotify

TikTok Music, Aplikasi Streaming Musik Terbaru Lebih Unggul daripada Spotify

27 Maret 2024
Live Berburu Hantu di TikTok Sangat Tidak Pantas, para Kreator Sudah Keterlaluan!

Live Berburu Hantu di TikTok Sangat Tidak Pantas, para Kreator Sudah Keterlaluan!

27 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.