Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Lima Usulan Alternatif Prank Hantu untuk Para YouTuber di Depok

Juli Prasetya oleh Juli Prasetya
17 Juli 2019
A A
prank hantu

prank hantu

Share on FacebookShare on Twitter

Depok memang nggak pernah berhenti  dari pemberitaan, viral, menginspirasi dan penuh kontroversi. Belum lama kemarin  sedang hangat-hangatnya tempat parkir antara Ikhwan dan akhwat yang dipisah, belum selesai dengan itu, remaja-remaja kreatifnya membuat konten cosplay Tuyul buat ngeprank pejalan kaki dan pengendara.

Tapi memang malang tak dapat ditolak dan untung tak dapat diraih, tim prank hantu Tuyul ini memang lagi apes betul, karena calon korban yang akan diprank ternyata tim Jaguar kota Depok, yakni satuan elite kepolisian pemberantasan kriminalitas Kota Depok.  Tim yang dipercaya sanggup membekuk begal, membubarkan pembalap liar, hingga menangkap hantu jadi-jadian.

Tak berhenti sampai di situ baru-baru ini Wali Kota Depok, M. Idris Abdul Somad membuat kebijakan “keren”, alih-alih mengurai kemacetan Wali Kota membuat kebijakan memutar lagu di setiap lampu merah. Tidak main-main lagu yang diciptakan oleh musisi Koko Thole itu langsung dinyanyikan oleh pak Wali Kota sendiri. Sungguh syahdu sekali. Kurang sayang apalagi coba Pak Wali Kota kepada para warganya. Pemutaran lagu bertujuan untuk menghibur sekaligus menghilangkan setress para pengendara saat terjadi kemacetan di lampu merah.

Tapi saya di sini tidak akan membahas kebijakan pemutaran lagu itu kok, pada kesempatan kali ini saya akan lebih memperhatikan yang muda saja, tulisan untuk generasi tua besok-besok saja. Baik, generasi millenial sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar, tergantung bagaimana mengarahkannya agar menjadi lebih baik dan berguna bagi nusa, bangsa dan agama—subhanallah. Mereka sudah sangat akrab dengan kecanggihan teknologi dan kecepatan informasi, maka tidak heran jika banyak anak-anak dari generasi ini ingin bercita-cita jadi YouTuber maupun influencer.

Menjadi YouTuber bukan hanya perihal gaji yang besar, ini lebih dari itu bahwa profesi YouTuber sangat diapresiasi oleh masyarakat kita, bahkan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ)  membuka jalur mandiri bagi calon mahasiswa YouTuber melalui jalur prestasi dengan syarat memiliki Youtube Content Creator  minimal 10 ribu subscribers—kan asik tuh.

Tapi menjadi content creator dan YouTuber profesional  memang tak gampang, my lov. Harus memiliki visi dan misi ke depannya. Harus kerja keras dan tidak gampang menyerah, disiplin dan profesional. Prank hantu Tuyul remaja Depok kemarin adalah bukti dari sebuah keprofesionalan sejati, totalitas—kepala botak, pakai celana pendek plastik kaya pampers, sekujur tubuh dibaluri tepung—apa ini kalau bukan sebuah kegoblokan keprofesionalan hakiki.

Maka untuk ikut meramaikan khazanah dunia prank Indonesia, saya mengusulkan 5 alternatif prank hantu yang patut kamu coba.

1. Jadi Miyangga

Baca Juga:

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

Miyangga adalah hantu air legendaris yang dikenal dan banyak diceritakan di masyarakat pedesaan, khususnya di wialayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Membuat konten YouTube dengan menjadi Miyangga mungkin patut dicoba, tapi memang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli rambut palsu yang sangat panjang, dan keluarnya pun harus dari genangan air di jalanan. Nah ini mungkin juga bisa dibuat sebagai kritik kepada Pemerintah setempat untuk membetulkan jalan-jalan berlubang.

Kenapa harus muncul dalam genangan air? Karena Miyangga dikenal sebagai hantu air yang muncul dari dalam sungai yang memiliki rambut panjang kuku panjang dan mata merah.  Saat keluar dari permukaan yang terlihat hanyalah kepala dan rambutnya. Dia menangkap mangsanya dengan jeratan rambutnya.

2. Jadi Grandong
Ngeprank menggunakan cosplay Grandong sangat amat jarang terjadi. Hal ini mungkin bisa menjadi satu langkah pasti untuk mengawali generasi prank cosplay Grandong.

Modal untuk menjadi grandong mungkin cukup ribet sih, rambut panjang palsu, baju rombengan, gigi taring palsu. Dan suara yang dimonster-monsterkan

3. Jadi Mak Lampir
Jika berbicara tentang Grandong, kita tidak bisa lepas dari big bossnya Grandong yakni Mak Lampir. Mak Lampir adalah tokoh antagonis yang ikonik dalam drama kolosal sinetron Misteri Gunung Merapi yang dulu sempat hits di era 2000-an.

Untuk menjadi Mak Lampir memang gampang-gampang susah—gampang karena semua orang bisa berdandan seperti dirinya—tapi untuk soal ketawa kita butuh usaha ekstra untuk menirunya. Ketawa Mak Lampir adalah ketawa legend yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh Farida Pasha. Tapi tak apa kalau mau mencoba.

4. Jadi Buto Ijo
Tak ada salahnya jika kalian memiliki teman yang memiliki badan besar, dan ingin jadi cosplayer low budget. Anda bisa menawarinya jadi Buto ijo. Buto ijo sendiri penggambarannya mungkin seperti Hulk dengan kearifan lokal, tapi dalam versi lebih ambyar.

Modal untuk menjadi Hulk sendiri sungguh sederhana, kita hanya harus membeli cat hijau kegelap-gelapan. Lalu dibaluri ke seluruh tubuh calon cosplayer yang telanjang dada, dan pada wajah jangan lupa dibaluri dengan minyak dan arang agar terkesan orisinal, dan otentik. Oh ya, tambah taring-taringan jangan lupa.

5. Jadi Orang Ketiga
Orang ketiga bagaimanapun bentuknya tetap dipahami sebagai hantu atau setan—setan kepala hitam. Bukankah ketika ada dua  orang sedang berbicara berdua-duaan maka yang ketiga adalah setan. Maka membuat konten YouTube dengan alternatif menjadi orang ketiga patut dicoba.

Menjadi orang ketiga ini pun sangat sederhana, hanya dibutuhkan mental berani, bangsat—meskipun lebih bangsat koruptor sih—pengkhianat, sekaligus muka tembok. Ini patut dicoba oleh saudara-saudaraku yang ingin membuat konten prank hantu. Dengan menjadi orang ketiga maka prank yang dihasilkan diharapkan akan lebih cemerlang dan menggelegar. Super sekali!

Demikian 5 usulan prank hantu untuk para konten kreator prank hantu di Depok. Semoga bermanfaat, sukses selalu. Tetap sabar, tenangkan hati dan jiwa saat mendengar single terbaru Pak Wali Kota yang diputar  saat terik matahari menerjang kalian di lampu merah. Karena sesungguhnya Tuhan bersama orang-orang yang sabar. Subhanallah. Tabik.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: begal depokdepokprank pocong depokprank youtubertim jaguar depok
Juli Prasetya

Juli Prasetya

Pemuda desa asal Banyumas yang percaya pada ketulusan, meski perjalanan hidup kerap memberi pelajaran tak terduga. Sekarang sedang berproses di Bengkel Idiotlogis asuhan Cepung.

ArtikelTerkait

Bagi Mahasiswa UI, Sinyal Jelek di Lingkungan Kampus Adalah Makanan Sehari-hari, UKT Elit Sinyal Sulit! depok

Bagi Mahasiswa UI, Sinyal Jelek di Lingkungan Kampus Adalah Makanan Sehari-hari, UKT Elit Sinyal Sulit!

22 Maret 2024
Tanggapan buat Netizen yang Ngeluh Prestasi Bidang Agama Tak Pernah Diliput Media terminal mojok.co

5 Bukti Universitas Gunadarma Bisa Bersaing dengan Universitas Indonesia

6 April 2020
Cinere, Kecamatan di Depok yang Vibes-nya Lebih Jaksel ketimbang Depok kerja di jakarta

Cinere, Tempat Terbaik bagi Orang yang Bekerja di Jakarta, Akses Mudah, Harga Hunian Masih (Lumayan) Masuk Akal

10 Agustus 2024
Cikarang Gudang Kejadian Aneh Melebihi Bantul dan Cilacap (Unsplash)

Cikarang, Daerah Paling Aneh yang Bikin Keanehan di Bantul dan Cilacap Terasa Biasa Saja

24 Oktober 2023
Jogja Itu Sebenarnya Jumawa atau Malah Tutup Mata Perkara Sampah? TPA Cipayung depok

Depok Bikin Bingung, yang Longsor TPA Cipayung, tapi yang Dibangun kok Margonda?

15 Juli 2024
Depok Memang Layak Dapat Penghargaan Penataan Transportasi Umum, Selamat!

Depok Memang Layak Dapat Penghargaan Penataan Transportasi Umum, Selamat!

12 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.