Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Sultan Firman Rahmat Ramadhan oleh Sultan Firman Rahmat Ramadhan
10 Agustus 2026
A A
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam urusan bikin kebijakan, pemerintah kita memang paling jago kalau soal bertindak reaktif. Begitu ada isu yang viral atau ramai di media massa, responsnya langsung secepat kilat larang, sita, dan bakar. Salah satu korbannya adalah fenomena thrifting alias berburu baju bekas impor. Alasan resminya sangat mulia dan heroik demi melindungi industri tekstil dalam negeri dan menyelamatkan brand lokal yang katanya sedang berjuang keras.

​Tentu saja, narasi itu terdengar sangat patriotik di atas kertas. Siapa yang tidak mau mendukung produk anak bangsa? Namun, kalau kita turun ke jalanan dan melihat isi dompet anak muda kelompok menengah ke bawah, logika kebijakan ini mendadak absurd.

ADVERTISEMENT

​Melarang anak muda thrifting demi memaksa mereka membeli produk lokal itu ibarat melarang orang makan mi instan saat tanggal tua demi menyuruh mereka makan di restoran bintang lima. Niatnya mungkin membina gizi, tapi realitas finansialnya yang tidak masuk akal.

Semua karena logika finansial

​Fenomena thrifting meledak bukan semata-mata karena anak muda keranjingan gaya ala vintage atau sok kebarat-baratan. Alasan utamanya sederhana dan pragmatis murah. Dengan modal Rp50.000, seorang mahasiswa atau pekerja muda bisa mendapatkan jaket dengan bahan tebal yang tahan dipakai berkendara menembus hujan dan panas.

Sementara itu, jika uang yang sama dibawa ke toko brand lokal, mungkin baru cukup untuk membayar biaya kirim dan selembar kaus tipis yang kalau dicuci dua kali langsung berubah bentuk jadi kelambu.

​Pemerintah sering lupa bahwa brand lokal yang berkualitas bagus itu harganya kerap tidak ramah untuk kantong anak muda berkebutuhan pas-pasan. Banyak brand lokal yang mengusung konsep streetwear melempar harga kaus polos di angka Rp200.000 hingga Rp350.000. Bagi eksekutif muda di Jakarta Selatan, angka itu mungkin cuma seharga dua cangkir kopi kekinian. Tapi bagi anak muda di daerah, angka itu adalah alokasi makan untuk satu minggu. Wajar kan pada memilih thrifting?

​Di sinilah letak kereaktifan yang menggelikan itu. Pemerintah mendadak jadi pahlawan proteksionisme ketika melihat tumpukan baju bekas di pasar kaget, tetapi mendadak amnesia pada struktur biaya produksi dalam negeri.

Kenapa bahan baku tekstil lokal mahal? Kenapa efisiensi pabrik kita kalah dari negara tetangga? Serta, kenapa biaya logistik antarpulau di negeri sendiri justru lebih mahal dibanding mengimpor barang dari luar?

Baca Juga:

4 Tipuan Pedagang Baju Thrifting yang Menyalahi Kodrat Baju Bekas

5 Cara Mendapatkan Uang 500 Ribu dalam Sehari

Masalah-masalah struktural seperti ini rumit dan membutuhkan kerja keras jangka panjang untuk diselesaikan. Karena malas pusing, cara paling praktis ya tinggal razia pedagang thrifting. Pakaian disita, masuk berita, lalu klaim keberhasilan membela industri dalam negeri. Selesai.

Caranya bukan dengan memberantas thrifting

​Jika pemerintah memang tulus ingin masyarakat mencintai produk lokal, caranya bukan dengan memberangus pilihan murah yang ada di pasar tanpa memberi alternatif yang sepadan. Buatlah ekosistem industri yang membuahkan produk lokal berkualitas dengan harga yang benar-benar terjangkau oleh kantong rakyat biasa. Bukan cuma terjangkau oleh kantong pejabat yang merumuskan kebijakannya.

​Selama produk lokal yang terjangkau masih sebatas wacana dan produk lokal yang bagus harganya masih bikin elus dada, melarang thrifting hanya akan melahirkan satu hal anak muda yang pakaiannya makin lusuh, tapi tetap dilarang tampil gaya secara hemat. Jika gaya hidup hemat saja sudah dilarang oleh negara, lantas kita harus gaya pakai apa lagi?

Penulis: Sultan Firman Rahmat Ramadhan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA ‘Aku Suka Thrifting’: Dari Lapak Murah hingga Jejak Ketimpangan Dunia dan Waste Colonialism

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2026 oleh

Tags: harga baju thriftharga brand lokalpakaian bekas importhrifting
Sultan Firman Rahmat Ramadhan

Sultan Firman Rahmat Ramadhan

Berlatar belakang pendidikan Ilmu Pemerintahan dengan minat mendalam pada isu tata kelola publik, pengadaan barang/jasa pemerintah, serta dinamika kebijakan daerah. Mengamati perkembangan hukum dan isu-isu sosial-politik sambil menikmati analisis taktik sepak bola di waktu luang.

ArtikelTerkait

3 Tips Thrifting Pakaian supaya Nggak Kena Tipu

3 Tips Thrifting Pakaian supaya Nggak Kena Tipu

17 April 2022
Romantisnya Thrifting di Pasar Senthir, Salah Satu Pasar Klithikan Jogja terminal mojok.co

Romantisnya Thrifting di Pasar Senthir, Salah Satu Pasar Klithikan Jogja

12 Januari 2021
Rekomendasi 5 Toko Baju Thrift Terpercaya di Shopee Terminal Mojok

Rekomendasi 5 Toko Baju Thrift Terpercaya di Shopee

31 Juli 2022
Thrifting Bukan Budaya Surabaya, Budaya Surabaya Adalah TP Pagi terminal mojok

Online Thrifting Bukan Budaya Surabaya, Budaya Surabaya Adalah TP Pagi

21 Desember 2021
Thrift Shop yang Pasang Harga Setinggi Langit Itu Maunya Apa, sih_ terminal mojok

Thrift Shop yang Pasang Harga Setinggi Langit Itu Maunya Apa, sih?

4 Mei 2021
Panduan Thrifting bagi Pemula terminal mojok

Panduan Thrifting bagi Pemula

14 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.