Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

3 Kesalahpahaman tentang Kumon yang Harus Diluruskan. Les di Kumon Itu Nggak Menyeramkan, apalagi Traumatis

Titah Gusti Prasasti oleh Titah Gusti Prasasti
5 Mei 2024
A A
3 Kesalahpahaman tentang Kumon yang Harus Diluruskan. Les di Kumon Itu Nggak Menyeramkan, apalagi Traumatis (mojok.co)

3 Kesalahpahaman tentang Kumon yang Harus Diluruskan. Les di Kumon Itu Nggak Menyeramkan, apalagi Traumatis (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang lalu, saya nggak sengaja menemukan kreator konten TikTok yang sharing pengalamannya les Kumon selama 17 tahun. Ya, kalian tidak salah baca: 17 tahun. Usia genap untuk seseorang mendapatkan KTP. Setelah saya usut lewat akun miliknya, ternyata dia adalah anak dari pemilik salah satu cabang Kumon. Pantas saja, batin saya dalam hati waktu itu.  Konsistensi selama belasan tahun itu mungkin ada campur tangan orang tuanya.

Di samping soal ceritanya yang struggle selama di Kumon, saya juga tertarik membaca berbagai komentar netizen di video tersebut. Komentarnya sungguh beragam. Ada beberapa “testimoni” dari orang yang belajar di Kumon, baik yang jadi completer ataupun yang putus di tengah jalan. Ada pula netizen awam yang kebingungan dan salah paham dengan banyak hal soal tempat les ini. Setelah membaca komentar-komentar tersebut, sebagai asisten Kumon saya merasa perlu meluruskan beberapa kesalahpahaman.

#1 Membebani siswa dengan banyak PR

Di antara banyak komentar yang saya baca, mayoritas orang berpendapat bahwa Kumon membebani siswa dengan banyak PR. Itu mengapa, nggak sedikit siswa yang merasa tertekan dan stres. Bahkan, salah satu komentar netizen mengungkapkan, selalu ada drama saat sebelum berangkat Kumon karena dia harus menyiapkan PR.

Oke, gambaran tersebut pasti tampak menyeramkan, terutama bagi orang awam. Padahal, kenyataannya nggak begitu, kok. Perihal Kumon selalu memberikan PR kepada siswa sebagai latihan, itu memang benar. Tapi, ya enggak sebanyak itu, woi!

Sebenarnya, PR Kumon sehari hanya satu set saja. Ingat ya, sehari hanya satu set. Kalau penuh, satu set PR berisi 10 lembar. Tapi, ada pula yang mendapat PR hanya 5 lembar, 3 lembar, atau bahkan 2 lembar. Banyak sedikitnya pekerjaan rumah yang harus dikerjakan sudah disesuaikan dengan kemampuan siswa. Jadi, kalau ada yang bilang PR-nya banyak, pasti mereka siswa yang nggak tertib mengerjakan PR sehari satu. Akhirnya, semua PR terpaksa dikerjakan sekaligus sebelum berangkat les. Hayo, ngaku!

#2 Tempat les yang materinya sesuai mapel sekolah

Selain PR yang “katanya” banyak, Kumon juga sering dikira serupa dengan tempat les pada umumnya. Maksudnya, materinya disesuaikan dengan mapel sekolah. Misal, di sekolah belajar bangun ruang, di Kumon pun demikian. Anggapan ini juga kurang tepat, ya. Sebab, tempat les asal Jepang ini punya metode sendiri untuk menyampaikan materi, baik pada bidang matematika, bahasa Inggris, ataupun bahasa Indonesia.

Di Kumon, ada level dengan beban materi yang berbeda-beda. Level ini dimulai dari level 7A sampai dengan level O. Siswa akan belajar di level tertentu setelah mengikuti tes penempatan saat awal masuk. Setelahnya, proses belajar akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Jadi, antara satu siswa dengan yang lain bisa saja berbeda, meski mereka berada di jenjang kelas yang sama. 

#3 Logo Kumon adalah gambaran siswa tertekan

Pasti kalian nggak asing lagi dengan logo Kumon, kan? Iya, tulisan Kumon dengan lambang wajah yang terkesan flat di huruf “O” itu, lho. Kata banyak orang, logo tersebut gambaran siswa yang tertekan dan sedih karena dapat banyak PR. Konspirasi ini sebenarnya lucu sih, tapi terpaksa harus saya luruskan.

Baca Juga:

Menghindari Matematika, Alasan Terkonyol yang Pernah Aku Ucapkan Saat Memilih Jurusan KPI

Dear Orang Tua, Stop Paksa Anak Les Bidang yang Tidak Ia Suka, Anak Bukan Pemuas Ego Kalian!

Lambang wajah tersebut ternyata bukan ekspresi tertekan, tapi ekspresi berpikir. Menilik dari Wikipedia, lambang tersebut merepresentasikan siswa, orang tua, pembimbing, asisten, dan seluruh orang yang berhubungan dengan Kumon yang senantiasa berpikir dan terus berkembang. Filosofis banget, nggak sih? Jangan sampai diplesetin lagi ya.

Nah, di atas 3 kesalahpahaman tentang Kumon yang perlu saya luruskan. Kalau kata Mbak Nurul Fauziah di salah satu Terminal Mojok, Kumon itu tempat les aneh, tapi sukses membantu siswa. Jadi, nggak usah ragu untuk menjadikan Kumon sebagai opsi tempat les anak atau adik kalian, ya!

Penulis: Titah Gusti Prasasti
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 5 Sisi Gelap Kumon, Tempat Les yang Katanya Banyak Membantu Kemampuan Matematika Anak

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2024 oleh

Tags: kumonlesMatematikaSiswatempay les
Titah Gusti Prasasti

Titah Gusti Prasasti

Manusia yang tengah sibuk mencari kesibukan.

ArtikelTerkait

Bahasa Indonesia, Mata Pelajaran yang Jadi Musuh para Siswa Terminal Mojok

Bahasa Indonesia, Mata Pelajaran yang Jadi Musuh para Siswa

11 November 2022
5 Rekomendasi Aplikasi Belajar Matematika, Bikin Belajar Jadi Menyenangkan

5 Rekomendasi Aplikasi Belajar Matematika, Bikin Belajar Jadi Menyenangkan

19 Maret 2023
Jangan Mudah Terbujuk Program Bimbel karena Nggak Menjamin Masuk Sekolah Impian dan Bisa Burnout Mojok.co

Jangan Mudah Terbujuk Program Bimbel karena Nggak Menjamin Masuk Sekolah Impian dan Bisa Burnout

6 Juli 2025
Jam ke-0 untuk Bimbel Sekolah Cuma Bikin Siswa Capek, Nggak Tambah Pintar Mojok.co

Jam ke-0 untuk Bimbel Sekolah Cuma Bikin Siswa Capek, Nggak Tambah Pintar 

13 November 2023
Anggapan Keliru Soal Anak Kelas Akselerasi yang Selalu Keren. Aslinya Ya Begitu... terminal mojok.co

Jangan Iri! Jadi Siswa Kelas Unggulan Itu Sebetulnya Nggak Enak!

6 Oktober 2020
Mau Meningkatkan Kemampuan Matematika_ Nih, Saya Kasih Tipsnya terminal mojok

Mau Meningkatkan Kemampuan Matematika? Nih, Saya Kasih Tipsnya

6 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.