Pesawat pun tak menyelamatkanmu
Satu hal yang sebenarnya cukup unik dari pantai di sana adalah pemandangan pesawat. Terutama kalau sedang berada di Pantai Glagah yang letaknya tidak jauh dari Bandara Internasional Yogyakarta.
Kadang saat duduk di tepi pantai, kita bisa melihat pesawat melintas cukup rendah sebelum mendarat atau setelah lepas landas. Ombak besar di depan, pesawat lewat di langit—kombinasi yang sebenarnya cukup menarik.
Masalahnya, bahkan dengan bonus pemandangan pesawat seperti itu, pantai di Kulon Progo tetap terasa tidak seramai pantai-pantai di Gunungkidul. Begitu sekali saja pergi ke Gunungkidul, saya langsung paham kenapa orang-orang selalu merekomendasikan tempat itu. Salah satu yang pernah saya kunjungi adalah Pantai Drini.
Begitu sampai, suasananya terasa berbeda. Pasirnya putih kecoklatan, bukan hitam seperti di Bantul atau Kulon Progo. Pantainya juga diapit tebing karst yang membuatnya terasa seperti teluk kecil. Di Gunungkidul, setiap pantai rasanya punya karakter sendiri. Ada yang tersembunyi di balik bukit, ada yang pasirnya luas, ada yang ombaknya relatif lebih tenang.
Sementara pantai di Bantul dan Kulon Progo kebanyakan langsung menghadap laut selatan yang terbuka. Garis pantainya panjang, ombaknya besar, pasirnya gelap. Secara visual memang gagah, tapi pengalaman yang dirasakan sering tidak jauh berbeda antara satu pantai dan pantai lainnya.
Kalau harus jujur, pantai di Bantul sebenarnya masih punya “cerita”. Parangtritis misalnya, bukan hanya soal laut dan pasir. Ada sejarah, ada mitos, ada suasana yang membuat orang tetap ingin datang. Sedangkan pantai di Kulon Progo, ya tidak. Ia sering terasa seperti ruang luas yang tenang. Cocok untuk duduk sebentar, melihat ombak, atau menunggu pesawat melintas di langit dekat YIA.
Jadi ya, sampai kapan pun, kayaknya, kalau bicara pantai indah, Gunungkidul akan selalu jadi top of mind, dan itu wajar. Kulon Progo tak perlu iri, karena ya, sudah beda spek. Mau protes juga nggak bisa, jadi ya, nikmati saja ketenangan ini.
Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Kulon Progo Cocok untuk Orang Mumet karena Ada 6 Tempat Ajaib Ini
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat

















