Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

Agus Miftahorrahman oleh Agus Miftahorrahman
23 April 2026
A A
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Alasan saya bisa lulus kuliah S2 tepat waktu 2 tahun sebenarnya bukan karena ambisi, tapi karena faktor finansial diri sendiri. Ini gara-garanya sebenarnya lucu: saya kira, biaya kuliah S2 itu rendah karena SPP-nya (terhitung) rendah.

Betul, alasan utama saya melanjutkan studi S2 adalah tergiur biaya SPP murah. Setelah membaca brosur, saya hitung-hitung biaya SPP nya masih reasonable untuk pemasukan bulanan saya yang tidak seberapa itu. “Kalau SPP-nya Rp. 5 juta, berarti tinggal nabung Rp. 840 ribuan setiap bulan,” ucap saya dalam hati. 

Tentu, dengan banyak imajinasi lain dan harapan akan benefit yang saya pikir bisa didapatkan setelah menyelesaikan studi Pascasarjana nanti, biaya investasi itu masih tergolong reasonable. Sebelum saya menyadari jebakan finansial yang disiapkan oleh kampus. Sebelum saya tahu betapa polosnya diri saya.

Biaya add-on wajib yang tidak masuk SPP kuliah S2

Kekagetan pertama saya baru terasa setelah 6 bulan kuliah S2. Ketika hendak membayar SPP pertama, ternyata banyak biaya add-on lain yang bersifat wajib. Seperti orang mau beli boba, tapi ketika bayar bobanya penuh topping dan mau nggak mau kita bayar. 

Misalnya, ada biaya matrikulasi, sebuah program penyetaraan atau pengayaan materi dasar sebelum perkuliahan reguler magister dimulai. Ada juga biaya untuk mengurus KRS. 

Sebagai mahasiswa alumni kampus dengan sistem UKT alias uang kuliah tunggal. Kuliah yang cuma bayar sekali tiap semester tanpa biaya add-on lain-lain tentu saya sangat kaget. Dan, sangat mengejutkan bagi kondisi keuangan saya pribadi. 

Setelah itu, saya pun berinisiatif mencari tau biaya add-on lain di semester mendatang. Ternyata masih banyak add-on lain yang perlu saya bayar dan persiapkan, apalagi menginjak semester 3 dan 4.

BACA JUGA: Kuliah Magister Itu Nggak Seindah yang di Angan-angan

Baca Juga:

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

Wajib Tes TOEFL (sampai lolos) untuk ikut ujian

Jebakan lain adalah kewajiban untuk punya skor TOEFL tertentu. Dan lebih ajurnya lagi, tes TOEFL wajib dilakukan di Unit Pengembangan Bahasa Kampus sendiri. Ujian di tempat lain tidak diakui, dan tentu harus keluar biaya untuk daftar tes TOEFL.

Saya sendiri alhamdulillah hanya perlu mengambil tes TOEFL satu kali saja. Sementara beberapa teman harus mengambil 4-5 kali tes sampai akhirnya mendapat skor minimal untuk bisa ikut ujian. 

Sekali ujian, harus selesai atau mulai dari awal kembali 

Jebakan paling ajur selanjutnya adalah skema ujian kelulusan. Bagi mahasiswa S2, untuk lulus perlu melewati 3 fase ujian. Dimulai dari seminar proposal, dilanjutkan seminar hasil, dan ditutup dengan Sidang Tesis.

Terdengar sederhana, tapi tiap fase menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Juga, ada aturan lain yang saya rasa lumayan memberatkan dan terasa seperti jebakan finansial. 

Jadi begini, untuk setiap fase ujian kita diberi tenggat waktu maksimal untuk melanjutkan ke ujian berikutnya. Rinciannya begini:

Mahasiswa wajib sudah melakukan Seminar Hasil maksimal 3 bulan setelah Seminar Proposal. Lalu, Sidang Tesis wajib dilakukan maksimal 1 bulan setelah Seminar Hasil dilaksanakan. Lebih dari tenggat waktu itu? Mulai lagi dari Seminar Proposal. Bayar lagi? Jelas!

Meskipun dapat beasiswa, belum tentu biaya kuliah S2 tercover semua

Kalau yang kuliah S2 dengan beasiswa bagaimana, Bang? Belum tentu aman. Kebanyakan beasiswa hanya mengcover biaya SPP, tapi tidak dengan biaya add-ons. Ada sih, beberapa beasiswa yang juga mengcover biaya lain-lain, tapi gak banyak. 

Selain itu, jangan lupakan biaya print, cetak, dan sampul tugas akhir yang pasti tidak dicover oleh pemberi beasiswa. Pure pengeluaran pribadi, Pak. Saya sendiri menghabiskan setidaknya Rp100 ribu untuk 1 copy tugas akhir. Tinggal dikali jumlah penguji dan dikali jumlah ujiannya saja. Lumayan? Lumayan banget, bisa buat bayar KPR 2 bulan kalau kata Mas Rizky Prasetya.

Oh iya, jangan lupa biaya Yudisium dan Wisuda, ya. Dibayar terpisah juga. 

Begitulah, menyadari jebakan finansial dan tekanan keuangan itu, mau tidak mau saya harus bisa lulus kuliah S2 tepat waktu. Bukan karena ambisius, tapi terpaksa. Supaya tidak boncos. Tulisan ini pun saya susun bukan untuk menjelekkan kampus, tapi untuk memperlihatkan realitas biaya pendidikan kita yang memang setinggi itu. Juga, supaya kalian yang mau lanjut kuliah S2 itu nanti nggak kaget dan bisa mempersiapkan sebaik mungkin. 

Penulis: Agus Miftahorrahman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 April 2026 oleh

Tags: biaya S2kuliah s2SPP kuliah S2
Agus Miftahorrahman

Agus Miftahorrahman

Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam. Menaruh perhatian atas isu-isu sosial, lingkungan, dan literasi. Setiap pekan menjaga bara semangat literasi melalui Perpustakaan Jalanan Besuki Membaca.

ArtikelTerkait

Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi

Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi

13 Oktober 2025
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

15 April 2026
5 Dosa Kampus Medioker terhadap Alumni yang Lanjut S2 di Kampus Top

5 Dosa Kampus Medioker terhadap Alumni yang Lanjut S2 di Kampus Top

3 September 2025
Kuliah S2 Jadi Asyik dan Nggak Menyeramkan Asalkan Tiga Syarat Ini Terpenuhi

Kuliah S2 Jadi Asyik dan Nggak Menyeramkan asalkan Tiga Syarat Ini Terpenuhi

11 Oktober 2024
Nelangsa Lanjut Kuliah S2 Administrasi Publik yang Birokrasinya Lagi Sibuk Ngurus Akreditasi, Mahasiswa Jadi Terlunta-lunta

Nelangsa Lanjut Kuliah S2 Administrasi Publik yang Birokrasinya Lagi Sibuk Ngurus Akreditasi, Mahasiswa Jadi Terlunta-lunta

6 Oktober 2025
Menimbang Kelebihan dan Kekurangan Lanjut Kuliah S2 Beda Jurusan Alias Nggak Linier jurusan s2

Menimbang Kelebihan dan Kekurangan Lanjut Kuliah S2 Beda Jurusan alias Nggak Linier

23 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

Terima Kasih Indomaret, Berkatmu yang Semakin Peduli dengan Lingkungan, Belanjaan Jadi Sering Nyeprol di Jalan Gara-gara Plastik yang Makin Tipis

20 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026
Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-Sama Terlupakan  Mojok.co

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.