Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Kuliah 7 Tahun Itu Bukan Aib, Justru Banyak Hal Positif yang Lulusan Cumlaude sekalipun Nggak Bakalan Dapet

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
25 April 2025
A A
Lulus Kuliah Cepat 3,5 Tahun Memang Keren, tapi Bikin Menyesal kuliah 7 tahun

Lulus Kuliah Cepat 3,5 Tahun Memang Keren, tapi Bikin Menyesal (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya kuliah 7 tahun, dan saya tidak bangga dengan predikat itu. Tapi jika ditanya apakah saya menyesal dan adakah hal positif yang bisa didapat, saya akan jawab tidak dan iya.

Tidak, saya tidak menyesal. Dan betul, banyak banget hal positif yang bisa kita dapat dari kuliah 7 tahun. Saya serius.

Beneran, ada hal positif yang bisa saya dapat dari kuliah mentok ini. Nggak hanya dikit, tapi banyak banget. Bahkan saya kadang menganggap bahwa kalau saya nggak menghabiskan masa studi saya, justru hidup saya nggak semenyenangkan sekarang.

I mean, mungkin saya kuliah 4-5 tahun, IPK bagus, terus daftar PNS, keterima, gaji lumayan, dan dapat tunjangan. Tapi, hidup saya dihabiskan dengan “izin menyampaikan”, “minta izin bertanya”, “siap, Pak”. Kalian menganggap itu hidup yang menyenangkan?

Come on. Make it make sense.

Buat kalian yang bertanya-tanya, bagaimana kuliah 7 tahun yang lebih tepat disebut aib, bisa jadi hal yang menyenangkan dan positif, akan saya jelaskan di bawah.

Punya banyak kawan

Serius, banyak kawan adalah hal positif. Bagi kalian yang kuliah 7 tahun, punya banyak kawan is a must, wajib banget. Dan ini akan berguna buat kalian di pekerjaan nanti. Setidaknya, saya mengalaminya sendiri.

Contohnya gini. Waktu saya jadi Kadep Liputan, mau nggak mau saya juga harus bikin liputan kan. Nah, kebetulan, saya punya banyak kawan yang berasal dari banyak latar belakang. Kawan-kawan inilah yang bikin saya terbantu saat bikin liputan. Entah jadi narasumber, atau mengenalkan saya pada narasumber.

Baca Juga:

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

Tidak Menyesal Pernah Menelantarkan Kuliah demi Aktif di Ormas Besar

Dari sini saja, pekerjaan saya bisa terbantu banyak. Coba saya katakanlah kuliah cuman sebentar dan fokusnya hanya menyelesaikan studi. Bisa jadi saya kehilangan banyak cerita dan pengetahuan yang saya dapat di 2 tahun terakhir kuliah.

Bahan artikel saya juga banyak saya temukan di masa-masa kuliah yang lama tersebut. hal-hal baik yang saya dapat juga banyak karena kawan. Jadi ya, kuliah 7 tahun, bagi saya, adalah hal yang positif.

Bisa mencoba banyak jalur

Mau jadi apa adalah pertanyaan sejuta umat anak S1. Tapi masalahnya, waktunya kelewat dikit. Jadi banyak orang yang baru memikirkan apa yang mau mereka jalani setelah lulus. Dan menurut saya, itu telat. Pake banget.

Nah, inilah enaknya kuliah 7 tahun. Oleh karena saya kuliah lama bukan karena masalah atau biaya, tapi malah fokus di luar kuliah, jadi saya punya opsi mau jadi apa setelah lulus. Kenapa, ya karena saya mencoba menekuni hal-hal menyenangkan yang bisa jadi cuan nantinya.

Saya sempat mencoba jadi makelar rumah. Sempat berpikir jadi musisi, tapi berhenti. Fokus ngegame juga, lumayan bisa bikin saya dapat pekerjaan di dunia game sebagai QA. Belajar nulis, bikin saya jadi redaktur di Mojok. Saya sudah dapat opsi-opsi ini di awal tahun ketujuh kuliah. Jadi masa depan itu bukan suatu misteri bagi saya.

Makanya, jangan anggap enteng orang yang kuliahnya lama. Mereka bisa saja sudah punya seabrek opsi yang tinggal dieksekusi. Hati-hati, orang-orang kerap menyembunyikan senjatanya diam-diam. Bisa jadi mereka melenting sehabis lulus. Kuliah 7 tahun nggak jadi aib bagi mereka, sebab rekening mereka sudah gendut duluan.

Kuliah 7 tahun bisa bikin kalian lebih matang

Jujur, ini sebenarnya nggak pasti ada di tiap mahasiswa yang kuliah 7 tahun. Tapi harusnya, ketika kuliahmu kelewat lama, dinamikanya sudah banyak, pengalaman sudah kelewat banyak, harusnya kamu lebih matang dalam berpikir.

Ini tidak terjadi di saya sih, sebab dasarnya memang saya bodoh. Cuma ada kawan saya yang jadi makin taktis, analisisnya makin tajam, seiring pertambahan masa studinya. Lulus kuliah, kematangan berpikirnya jadi. Tapi rata-rata yang saya temui sih, mereka—kawan yang lulus kuliahnya lama, lebih kalem dan tidak mudah panik sih saat mengambil keputusan. Almost all of them hidupnya sudah settle dan menjalani karier yang amat cemerlang.

Jadi, kuliah 7 tahun yang kalian anggap aib itu, sebenarnya malah memberi berkah. Mungkin kalian menyesal, tapi nggak ada gunanya juga disesali. Ingat, waktu lama yang kalian habiskan di kampus itu membentuk kalian yang sekarang.

Kalau hidup kalian sekarang menyenangkan, ya itu efek kuliah lama yang kalian jalani. Kalau tidak, well, tidak ada kata terlambat untuk mengubahnya jadi lebih baik.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kuliah 7 Tahun Tak Masalah, Ini 5 Sisi Positifnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 April 2025 oleh

Tags: cumlaudekuliah 7 tahunsisi positif
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Tips Lulus Cepat dan Cum laude Tidak Berfungsi untuk Kaum Bad Luck terminal mojok.co

‘Tips Lulus Cepat dan Cumlaude’ Tidak Berfungsi untuk Kaum Bad Luck

16 Januari 2021
Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK (Unsplash)

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

9 Maret 2026
IPK Tinggi di Kampus Favorit, Tapi Mental Hancur Tertekan (Pexels)

Kuliah di Kampus Favorit, Belajar Setengah Mati demi IPK Tinggi tapi Mental Remuk karena Kampus Cuma Peduli Angka, Bukan Manusia

25 Maret 2025
Tidak Menyesal Pernah Menelantarkan Kuliah demi Aktif di Ormas Besar Mojok.co

Tidak Menyesal Pernah Menelantarkan Kuliah demi Aktif di Ormas Besar

6 Oktober 2025
7 Tahun Kuliah di UNY Berakhir Jadi Tertawaan dan Beban (Unsplash)

Saya Sempat Menyesal dan Malu setelah 7 Tahun Kuliah di UNY, Berakhir Jadi Beban Keluarga dan Ditertawakan Banyak Orang

25 April 2025
Kuliah Lama Nggak Melulu Memalukan, Justru Lebih Matang ketika Lulus Mojok.co

Kuliah Lama Nggak Melulu Memalukan, Justru Lebih Matang ketika Lulus

8 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung Mojok.co

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

10 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

11 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

11 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu
  • Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home
  • “Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten
  • Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah Bekasi, Dituntut Siaga Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Tumbang Mental dan Fisik
  • Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik
  • Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.