Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kue Kembang Waru, Oleh-oleh Khas Jogja yang Bisa Jadi Pilihan selain Bakpia yang Mulai Ngaco

Rizqian Syah Ultsani oleh Rizqian Syah Ultsani
17 Juli 2024
A A
Kue Kembang Waru, Oleh-oleh Khas Jogja yang Nggak Kalah Autentik dari Bakpia Mojok.co

Kue Kembang Waru, Oleh-oleh Khas Jogja yang Nggak Kalah Autentik dari Bakpia (budaya.jogjaprov.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Kue kembang waru bisa jadi oleh-oleh khas Jogja menggeser bakpia yang mulai ngaco. 

Bakpia sudah menjadi top mind oleh-oleh khas Jogja. Nggak heran banyak sekali toko bakpia yang ada di Jogja. Saking banyaknya merek bakpia di pasaran, wisatawan terkadang dibuat bingung dengan bakpia yang paling orisinil dan paling enak. Nggak sedikit wisatawan yang malah membeli bakpia yang “ngaco” atau bakpia yang keluar dari pakemnya. 

ADVERTISEMENT

Asal tahu saja, di balik kepopulerannya, bakpia memang punya sisi-sisi lain yang patut diwaspadai oleh pembeli. Saya pernah menuliskannya di Sisi Gelap Bakpia Jogja yang Bikin Orang Mikir Dua Kali Sebelum Beli. Itu mengapa, di tulisan ini saya coba tawarkan alternatif oleh-oleh khas Jogja selain bakpia yakni kue kembang waru. Secara popularitas kue ini memang jauh di bawah bakpia. Namun, panganan ini nggak kalah autentik dibanding bakpia.

Kue kembang waru yang hampir punah

Anak muda Jogja kemungkinan besar nggak kenal kue ini. Beda cerita dengan mereka yang sudah berumur, saya yakin mereka akan bernostalgia ketika nama panganan ini disebutkan. Kue kembang waru yang berasal dari Kotagede adalah panganan khas yang hampir punah. Itu mengapa banyak orang Jogja sendiri yang nggak tahu panganan yang sudah ada dari masa Kesultanan Mataram Islam ini. 

Bagi yang nggak tahu, kembang waru adalah bunga dari pohon waru. Secara bentuk, kue ini memang mirip sama bunga waru yang sedang merekah dengan warna coklat kemerahan. Kenapa bunga waru karena bentuknya lebih mudah dibuat daripada bunga yang lain. Tekstur kuenya sendiri lembut dan manis mirip bolu, jadi cocok banget untuk teman ngopi atau ngeteh di pagi dan sore. 

Bahan pembuatannya sederhana saja, terdiri dari tepung terigu, gula, telur, dan susu. Kemudian dicetak pakai cetakan dari logam berbentuk bunga. Proses bikinnya sendiri masih manual dan dipanggang pakai oven yang juga sederhana. Kue ini jadi terlihat simple tapi sangat nikmat.

Terinpirasi dari pohon

Selain rasanya yang enak, kue ini ternyata punya sejarah yang panjang. Sebenarnya nggak diketahui siapa persisnya yang pertama bikin kue ini. Hanya saja soal asal-usul bentuknya, panganan ini terinspirasi dari pohon-pohon yang ada di sekitar Kraton Kotagede. Salah satu pohon yang ada di sana adalah pohon waru yang bentuk daunnya seperti  sekop di permainan kartu itu. Pohon tersebut punya bunga yang berwarna coklat kemerahan, maka dibuatlah kue yang terinspirasi dari bunga waru dengan bentuk bulat dengan delapan kelopak. Dulunya kue ini jadi salah satu hidangan favorit di hajatan atau acara adat.

Bentuknya dengan delapan kelopak ini nggak dibuat tanpa alasan. Jogja dan jawa selalu menyisipkan nilai dalam berbagai hal termasuk di kue ini. Delapan kelopak bermakna delapan konsep asta brata yaitu konsep laku kepemimpinan yang merupakan personifikasi dari delapan elemen alam yaitu tanah, air, angin, api, matahari, bulan, bintang, dan langit. Jika seseorang pemimpin dapat menerapkan delapan laku tersebut, maka dia akan menjadi pemimpin yang berwibawa dan dapat mengayomi rakyatnya.

Baca Juga:

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

Panganan yang kaya nilai sejarah dan moral

Makan kue ini nggak hanya bisa memanjakan lidah dan bikin perut kenyang, tapi juga dapat belajar dan tahu dengan nilai yang rasanya sangat dibutuhkan sama pemimpin-pemimpin kita sekarang. Tahu sendiri sekarang kriteria jadi pemimpin agak ngaco. Modal terkenal aja bisa dicalonkan jadi kepala daerah, padahal nggak punya cukup bekal buat mimpin dan nggak punya laku kepemimpinan astabrata ini blas.

Kalau ke Jogja bisa banget beli kue kembang waru buat oleh-oleh. Kue jadul ini bahkan sudah mulai dijual bahkan sampai ke Sumatera dan Kalimantan. Biasanya, panganan ini ada di kawasan Kotagede dan dijual secara satuan dengan harga yang terjangkau. Tapi, sekarang juga tersedia versi travel pack-nya dengan harga mulai dari 40.000 per kotak dan kayaknya sudah banyak toko oleh-oleh yang menyediakannya. Cukup terjangkau bukan? Cus beli. Hitung-hitung juga turut melestarikan kuliner Jogja legendaris yang mulai langka ini.

Penulis: Rizqian Syah Ultsani
Edit: Kenia Intan 

BACA JUGA Jangan Salah Pilih, Tempe Kacang Adalah Oleh-oleh Khas Malang yang Paling Autentik. Oleh-oleh Lain Lewat!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2024 oleh

Tags: bakpiaJogjaKue Kembang WaruOleh-Oleholeh-oleh khas jogja
Rizqian Syah Ultsani

Rizqian Syah Ultsani

Lulusan Sosiologi UGM yang tinggal di Jogja. Suka mengulas tentang Jogja dan segala isinya. Memiliki hobi lari.

ArtikelTerkait

5 Tempat Horor di Jogja yang Underrated dan Bisa Jadi Opsi Wisata Ekstrem

5 Tempat Horor di Jogja yang Underrated dan Bisa Jadi Opsi Wisata Ekstrem

23 Juli 2022
4 Alasan Surabaya Nggak Bisa Diromantisasi Layaknya Jogja Terminal Mojok.co

4 Alasan Surabaya Nggak Bisa Diromantisasi Layaknya Jogja

19 Mei 2022
Klaten Nggak Melulu Candi Prambanan dan Umbul Ponggok, Ada Desa Kemudo yang Tak Kalah Istimewa! klaten solo jogja

Empat Tahun Mondar-mandir Solo-Jogja, Musuh Terberatku Bukan Macet, tapi Klaten

13 Agustus 2025
40 Jam Disiksa Bus Putra Remaja dari Jogja Sampai Jambi (Unsplash)

Pengalaman Naik Bus Putra Remaja dari Jogja Menuju Jambi: Seni Bertahan Hidup Selama 40 Jam di Atas Kursi Rusak yang Menyiksa

16 Juni 2026
Kalau Jogja Bikin Muak, Purwokerto ternyata Bikin Saya Menyesal (Unsplash)

Jogja Bikin Muak, Purwokerto Bikin Menyesal: Kisah 2 Kota yang Menjadi Korban Jahatnya Romantisme karena Mengaburkan Realita yang Ada

11 November 2025
3 Hal yang Tidak Bisa Dilakukan di Jogja

3 Hal yang Tidak Bisa Dilakukan di Jogja

7 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.