Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ironi Kota Bandung: Ibu Kota Provinsi yang Nggak Punya Sistem Transportasi Publik yang Proper

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
27 Juli 2023
A A
Kota Bandung yang Semakin Terasa Asing (Unsplash)

Kota Bandung yang Semakin Terasa Asing (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak saya kanak-kanak, saya selalu didoktrin oleh orang-orang di sekitar saya bahwa Jakarta itu macet, panas, dan semerawut. Beda jauh dengan Kota Bandung. Hal ini semakin saya yakini setelah satu sekolah dan satu kampus dengan perantau asal Jakarta yang sengaja jauh-jauh menuntut ilmu di Bandung karena mereka nggak mau macet-macetan dan panas-panasan di Jakarta. Mereka mau hidup dengan tenang di kota ini.

Dua puluh tahun yang lalu, argumen saya di atas masih relevan. Sampai-sampai membuat saya besar kepala saking bangganya. Tapi sekarang hal tersebut sudah tidak relevan sama sekali. Berikut ini alasannya.

Kota Bandung resmi jadi kota termacet di Indonesia

Dilansir dari Ayobandung.com, Asian Development Outlook 2019-Update menyebut bahwa Kota Bandung menempati urutan ke-14 sebagai kota termacet di Asia. Urutan tersebut di atas Jakarta yang menempati posisi ke-17, yang artinya lebih macet dari Jakarta. Populasi masyarakat di Kota Bandung sendiri jumlahnya 2,4 juta jiwa, sedangkan jumlah kendaraan bermotor yang ada di Kota Bandung jumlahnya mencapai 2,2 juta unit. Gimana nggak macet?

Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat) belum punya sistem bus yang proper seperti di Jakarta. Bandung Raya juga belum punya kereta rel listrik commuter line (KRL), ada mass rapid transit (MRT), ada light rail transit (LRT) seperti Jabodetabek. Sehingga, mau nggak mau, masyarakat Bandung Raya harus menggunakan kendaraan pribadi sebagai sarana untuk bepergian setiap hari.

Bandung Raya memang memiliki Kereta Api Commuter Line Bandung Raya. Tapi, keberadaan kereta tersebut saya nilai tidak terlalu membantu mengurai kemacetan di Bandung Raya. Pasalnya, kereta tersebut hanya melewati rute PP Bandung Barat (Padalarang dan sekitarnya) ke Bandung Timur (Cicalengka dan sekitarnya) saja. Sedangkan wilayah Bandung Utara (Lembang dan sekitarnya) dan Bandung Selatan (Ciwidey dan sekitarnya) tidak terjamah sama sekali.

“Kalau bus gimana?”

Bandung Raya memang memiliki Bus Trans Metro Bandung (TMB) dan Bus Trans Metro Pasundan (TMP) yang bisa mengurangi ketergantungan masyarakat Bandung Raya akan kendaraan pribadi. Tapi jumlah armada dan koridornya masih sangat terbatas. Selain itu,  sejak pertama diluncurkan, Bus TMP kerap mendapatkan pengadangan dari oknum sopir angkot sehingga lagi-lagi, masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi.

Baca halaman selanjutnya

Baca Juga:

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Kenapa nggak bikin sistem yang proper sih?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2023 oleh

Tags: Kemacetankota bandungsistem transportasi
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

4 Lampu APILL di Jogja yang Sebaiknya Dihindari

4 Lampu APILL di Jogja yang Sebaiknya Dihindari

16 Januari 2022
SPBU Self Service di Kota Bandung yang Malah Nyusahin (Unsplash.com)

SPBU Self Service di Kota Bandung yang Malah Nyusahin

28 Agustus 2022
Cibeunying Kidul, Kecamatan Paling Mantul Seantero Kota Bandung

Cibeunying Kidul, Kecamatan Paling Mantul Seantero Kota Bandung

6 Desember 2023
6 Kebohongan tentang Kota Bandung Terminal Mojok

6 Kebohongan tentang Kota Bandung

22 Agustus 2022
lampu merah

Ini Loh Faedahnya Lampu Merah Berdurasi Lama

30 September 2019
Underpass Bunderan Taman Pelangi Surabaya, Bukti Pemkot Surabaya Nggak Pernah Belajar dari Kasus Kemacetan yang Ada (Pixabay.com)

Underpass Bundaran Taman Pelangi Surabaya, Bukti Pemkot Surabaya Nggak Pernah Belajar dari Kasus Kemacetan yang Ada

16 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.