Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Sebagai Mantan Pengurus Kopma, Saya Prihatin dengan Koperasi Hari Ini

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
18 Desember 2023
A A
Koperasi yang Banyak Masalah dan Membuat Saya Prihatin (Unsplash)

Koperasi yang Banyak Masalah dan Membuat Saya Prihatin (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Pada awal masa perkuliahan, saya mendaftar di banyak ormawa. Tetapi, saya hanya mampu bertahan di beberapa ormawa saja sampai masa akhir perkuliahan. Salah satunya adalah koperasi mahasiswa (kopma). Bahkan, saya sempat menjadi pengurus di sana.

Sebagai mantan pengurus kopma, kadang saya masih mengikuti berita terkait koperasi hingga hari ini. Namun, sayangnya, tak sedikit berita yang bikin prihatin. Sikap senada juga ditunjukkan Pak Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM. Mengutip kumparan.com, beliau sempat mengaku babak belur mengurus koperasi.

Mau tau kenapa bisa begitu? berikut bagaimana kondisi koperasi hari ini:

Anggota nggak paham konsep koperasi

Entah mengapa banyak anggota bermasalah yang nggak ngerti konsep koperasi. Entah karena tidak mendapatkan pendidikan koperasi yang cukup sejak awal. Atau, anggotanya memang benar-benar bebal.

Salah satu contoh mispersepsi anggota bermasalah adalah menganggap dirinya investor, bukan anggota yang merupakan bagian dari koperasi. Hal ini membuat si anggota tak mempunyai rasa memiliki. Maunya hanya dapat untung.

Sebatas lembaga simpan pinjam

Di pandangan masyarakat awam, koperasi hari ini sebatas lembaga simpan pinjam. Pandangan masyarakat ini memang nggak salah, sih. Pasalnya, memang ada Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Hanya, pandangan tersebut terlalu sempit.

Sebenarnya, koperasi lebih dari sekadar tempat simpan pinjam. Jenis usahanya ada beragam. Mulai dari koperasi produsen, konsumen, sampai jasa. Cuma yang paling populer di masyarakat memang soal simpan pinjam.

Dianggap lintah darat

Kepopuleran KSP bukan tanpa sebab. Kemudahan mengakses pinjaman jadi alasan utama KSP terkenal. Syarat dan ketentuan pinjaman di KSP umumnya lebih mudah ketimbang perbankan.

Baca Juga:

Pengalaman Saya Menjadi Tukang Tagih di Koperasi Swasta

Biar Nggak Gagal Paham, Saya Kasih Tahu Bedanya Bank, Leasing, dan Koperasi

Akan tetapi, tidak ada makan siang yang gratis. Sama halnya dengan pinjol, KSP memberikan pinjaman yang mudah dengan bunga yang lumayan tinggi. Minimal lebih tinggi dari standar bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Sampai-sampai ada temannya teman saya, yang menganggap KSP ini lintah darat. Soalnya, debitur koperasi yang merupakan keluarganya dikenakan bunga sangat tinggi. Bukan hanya bunga, si debitur kena penalti dan denda pula, total keseluruhannya hampir menyentuh setengah pinjamannya.

Banyak kasus KSP

Wajar kalau Menteri Koperasi dan UKM merasa babak belur mengurus koperasi. Bagaimana tidak? Lha wong kasusnya cukup banyak. Dan, masih ada yang belum menemui titik terang sampai detik ini.

Setidaknya ada 8 kasus koperasi yang saya ketahui dari media. Tapi, kayaknya nggak perlu kita jabarkan semuanya. Karena jadi kepanjangan. Cukup salah satunya saja.

Contoh kasus KSP terbesar adalah Indosurya. Saya yakin kamu juga pernah mendengar beritanya. Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana KSP Indosurya ini nilainya tak main-main. Kabarnya, kerugian nasabah menyentuh angka Rp106 triliun.

Buset, duit semua tuh, bukan daun.

Diduga menerima dana dari penyalahgunaan fasilitas pinjaman BPR untuk kampanye

Mengutip tempo.co, PPATK menyatakan adanya aliran dana kampanye yang berasal dari penyalahgunaan fasilitas pinjaman BPR. Kasus ini juga sudah disampaikan ke Bawaslu dan KPU. Sebagai wasit dari pelaksanaan kompetisi pemilihan orang nomor satu di Indonesia.

Diduga aliran dana tersebut berpindah-pindah ke beberapa rekening perusahaan dan individu. Bahkan, diduga mengalir ke salah satu koperasi. Tidak hanya sampai di situ. Kabarnya, sebagian perusahaan yang menerima aliran dana itu terafiliasi dengan koperasi tersebut.

Aliran dananya tak bisa dibilang sedikit. Nilainya menyentuh Rp94 miliar. Yang paling apes lagi adalah kenapa nama koperasi lagi-lagi terseret dalam pusaran kasus besar ini.

Begitu sekiranya beragam hal yang membuat saya prihatin. Koperasi layaknya sebuah tools. Bila yang mengoperasikan tools ini benar, hasilnya akan baik. Bila mengoperasikan tools ini ngawur, tentu hasilnya juga tidak akan baik-baik saja.

Penulis: Ahmad Arief Widodo 

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Pengalaman Saya Menjadi Tukang Tagih di Koperasi Swasta

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Desember 2023 oleh

Tags: kasus koperasikasus kspkoperasikoperasi simpan pinjamkopmaKSPksp indosurya
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Daripada Blusukan Daring, Gibran Rakabuming Mending Lakukan Hal yang Lebih Wangun kaesang pilkada jokowi terminal mojok.co

Gibran, Dinasti Politik, dan Kustini Sri Purnomo yang Diragukan di Pilkada Sleman 2020

3 Agustus 2020
kliring bank antre panjang teller leasing mojok

Biar Nggak Gagal Paham, Saya Kasih Tahu Bedanya Bank, Leasing, dan Koperasi

6 September 2020
menagih utang tips agar tak kena denda karena telat bayar utang kuhperdata mojok.co membyara utang nagih utang tukang tagih

Pengalaman Saya Menjadi Tukang Tagih di Koperasi Swasta

4 Oktober 2020
Makan Gorengan Kustini Sambil Nyeplus Lombok Rawit dinasti politik MOJOK.CO

Makan Gorengan Kustini Sambil Nyeplus Lombok Rawit

22 Juli 2020
Kustini Sri Purnomo dan Parikan Jawa ‘Nandur Opo sing Dipangan, Mangan Opo sing Ditandur’ MOJOK.CO

Kustini Sri Purnomo dan Parikan Jawa ‘Nandur Opo sing Dipangan, Mangan Opo sing Ditandur’

10 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.