Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kok Bisa Banyak Restoran Mewah di Kota Pekalongan, padahal UMR-nya Kecil?

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
1 Februari 2023
A A
Kok Bisa Banyak Restoran Mewah di Kota Pekalongan, padahal UMR-nya Kecil Terminal Mojok

Kok Bisa Banyak Restoran Mewah di Kota Pekalongan, padahal UMR-nya Kecil (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tidak terlalu menyukai makan di restoran mewah. Tidak suka bukan berarti tidak mau, ya. Ini murni karena ketahanan ekonomi saya masih belum cukup untuk melakukannya. Kalaupun saya bisa makan di restoran mewah, paling-paling itu karena ikut acara makan-makan dari kantor. Sejak bekerja saya memang jadi lumayan sering makan di restoran yang mewah. Atasan saya kerap mengajak karyawannya makan di restoran mewah yang ada di Kota Pekalongan.

Bagi saya makan di restoran elite adalah mukjizat. Maklum, UMR Kota Pekalongan yang terbilang rendah, menurut saya, tak memenuhi prasyarat untuk makan di restoran yang mewah. Apalagi di tengah kebutuhan hidup yang kian mahal.

Walaupun UMR-nya kecil—Rp2,3 juta—restoran mewah menjamur di Kota Pekalongan, lho. Hal itu memaksa saya merenung. Kok banyak restoran mahal di Kota Pekalongan sementara UMR-nya saja kecil? Kegelisahan ini saya utarakan kepada rekan kerja saya. Dan akhirnya, dari hasil perenungan yang dalam, saya menemukan alasannya.

Target restoran mahal bukan cuma warga lokal

Awalnya, saya ingin memasukkan alasan bahwa di Kota Pekalongan, hotel dan restoran pajaknya bisa menunggak. Tapi, saya urung menyebut itu alasan karena sulit untuk tahu bahwa pengusaha restoran dan hotel bisa menunggak bayar pajak seenak perut.

Memang betul pada sepanjang tahun 2014-2015, banyak pengusaha restoran dan hotel di Kota Pekalongan yang menunggak pajak. Dilansir dari Kontan, jumlah tunggakannya mencapai Rp400 juta. Meski begitu, saya rasa nggak perlu kita mengungkit hal itu lagi. Saya percaya, sekarang ini para pengusaha restoran dan hotel di Kota Pekalongan sudah taat pajak.

Kembali ke persoalan awal, kenapa banyak restoran mewah di Kota Pekalongan padahal UMR-nya kecil, seorang teman berusaha menjawab kegelisahan saya. Ia mengatakan, restoran mewah yang buka di Kota Pekalongan tak lantas pembelinya orang lokal. Bisa jadi targetnya memang bukan hanya warga Kota Pekalongan.

Setelah meresapi hal itu, saya rasa perkataan kawan saya itu benar. Apalagi mengingat Kota Pekalongan bukan tujuan wisata, melainkan kota singgah. Jadi, pelancong datang hanya untuk mampir di Kota Pekalongan. Itulah yang mungkin jadi alasan mengapa restoran atau kafe mewah menjamur di Kota Pekalongan.

Saya jadi teringat pernah melakukan wawancara dengan seorang pemilik rumah makan yang elite. Waktu itu restorannya ingin diulas oleh website lokal yang saya kelola bersama sejawat. Saya agak lupa namanya. Namun, saya ingat betul apa yang pemilik restoran itu sampaikan. Ia bercerita soal restorannya, mulai dari menu, sejarah berdirinya, sampai ke tata letak baik interior maupun eksterior.

Baca Juga:

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

Ketika saya bertanya apakah banyak pembeli lokal datang, sang pemilik restoran mengatakan ada tapi tidak banyak. Bahkan, katanya jumlah pembeli dari luar kota jauh mendominasi. Lebih lanjut blio bilang memang target pasarnya bukan hanya penduduk lokal, malah blio lebih memprioritaskan pelancong. Maka dari itu, ia menata sedemikian rupa restorannya. Ada rumbai-rumbai tumbuhan di dinding dan langit-langit. Usut punya usut, pemilik restoran itu tahu Kota Pekalongan punya tempat wisata baru, dan ia mengincar wisatawan dari luar kota.

Jualan tempat

Teman yang mendengar kegelisahan saya menjelaskan secara lugas mengapa harga makanan dan minuman di restoran mewah itu mahal. Singkatnya, karena yang dijual adalah tempatnya, bukan makanan atau minumannya. Begitu pula kafe dan restoran mewah di Kota Pekalongan.

Ini memang alasan yang klise. Saya sering mendengar alasan ini, tapi barangkali memang seperti itulah keadaannya.

Ketika diamati, banyak restoran mewah di Kota Pekalongan yang tampilannya cukup menawan. Dindingnya bersih, kacanya apalagi, dan yang paling penting penataan interiornya sering kali bervariatif, ada semacam tema yang diambil. Jadi, setiap restoran memang memiliki temanya masing-masing. Intinya ya cuma satu, biar cozy abis.

Saya cermati, segala detail yang menyangkut estetika diperhatikan betul oleh si pemilik restoran. Bahkan sampai ke pemilihan jenis piring, sendok, garpu, gelas, sampai penampan. Asumsi itu saya konfirmasikan ke salah satu pemilik kafe di Kota Pekalongan. Dan benar, blio mengatakan bahwa di kafenya yang jadi barang jualan adalah tempatnya. Tapi mengapa?

Gengsi orang Pekalongan tinggi

Teman saya kembali memberi jawaban. Katanya, restoran mewah itu nuruti gengsi warga Kota Pekalongan yang tinggi. Tapi, apa benar begitu? Bisa jadi benar, dan kemungkinannya cuma itu.

Buat apa pemilik restoran mendesain restorannya sebagus dan semenawan itu kalau tidak untuk latar foto? Salah satu pemilik restoran yang saya wawancarai juga secara tidak langsung berkata demikian.

Katanya, blio sengaja menata interior dan eksterior restorannya dengan tema hutan memang untuk jadi objek foto. Malah dia menyediakan spot foto khusus. Dengan begitu orang tidak sekadar datang untuk makan, tapi juga datang untuk nyetok foto.

Foto di restoran mewah, meski itu hanya sekali dan untuk ke sana nabungnya setengah mampus, bisa menaikkan derajat setiap insan di Kota Pekalongan. Artinya, gengsi terpenuhi.

Apalagi di era post truth seperti sekarang ini. Tidak pernah ke restoran mewah sering dianggap cupu, mati gaya, atau ya paling tidak norak. Tapi soal itu, saya tidak masalah, sih. Menuruti gengsi, berfoto bersama atau swafoto dengan latar restoran mewah bisa jadi langkah ampuh untuk menyembunyikan betapa menderitanya warga Kota Pekalongan.

Penulis: Muhammad Arsyad
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kota Kreatif, Pembangunan Terbaik, dan Kebohongan Lain tentang Kota Pekalongan yang Harus Diluruskan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Februari 2023 oleh

Tags: jawa tengahkafeKota Pekalonganrestoranrestoran mewahrumah makanUMR
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

Glempang, Daerah Paling Hedon di Purwokerto dan Menyilaukan bagi Mahasiswa Kota Satria

Glempang, Daerah Paling Hedon di Purwokerto dan Menyilaukan bagi Mahasiswa Kota Satria

6 Juli 2024
Dialek yang Perlu Dipelajari Kalau Merantau ke Kota Kudus Terminal Mojok

Bahasa Jawa Khas Orang Kudus yang Perlu Dipelajari Kalau Hendak Merantau ke Kota Kretek

2 Juli 2022
6 Hal yang Bisa Dilakukan di Kawasan Wisata Kopeng terminal mojok

6 Hal yang Bisa Dilakukan di Kawasan Wisata Kopeng

6 Desember 2021
Gombong, Jalur Penghubung Banjarnegara-Kebumen yang Berbahaya

Gombong, Jalur Penghubung Banjarnegara-Kebumen yang Berbahaya

30 September 2023
Warga Ibu Kota, Nggak Perlu Nyinyir kalau Orang Daerah Antre Mie Gacoan Terminal Mojok.co kudus

Mie Gacoan, Tolok Ukur Kemajuan Suatu Daerah

15 Agustus 2022
Kafe di Malang Udah Terlalu Banyak, Jangan Ikut-ikutan Bikin Kafe Lagi di Sini!

Kafe di Malang Sudah Terlalu Banyak, Jangan Ikut-ikutan Bikin Kafe Lagi di Sini!

30 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.