Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kisah Mistis Tanjakan Panganten di Garut yang Melegenda

Muhammad Ridwansyah oleh Muhammad Ridwansyah
3 November 2020
A A
tanjakan panganten garut mojok

tanjakan panganten garut mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Di Twitter, tepatnya April lalu, thread misteri tanjakan panganten (pengantin) di Garut sempat ramai dibicarakan. Thread itu ditulis oleh Ifan dan dibaca ribuan orang. Sebagai warga Garut, saya tertarik untuk menuliskan kembali thread tersebut di sini. Sebab, apa yang Ifan ceritakan di dalam threadnya, ternyata kejadian juga oleh salah satu teman saya. Saya bersyukur, setelah saya menghubungi Ifan, beliau mengizinkan saya untuk menuliskan kembali threadnya.

Akan tetapi, saya bilang kepada Ifan bahwa thread yang ia tulis akan ada sedikit tambahan dari saya. Tambahannya yaitu tentang kisah teman saya yang meninggal dunia saat berada di tanjakan panganten itu. Jadi, begini ceritanya..

Di Garut, tepatnya di Jalan Raya Pakenjeng-Pamulihan terdapat tanjakan yang cukup mistis dan melegenda. Nama tanjakannya yaitu tanjakan panganten. Mulanya, nama tanjakan ini adalah tanjakan Cisandaan. Namun, karena tanjakan ini banyak mengalami kecelakaan dan korbannya adalah rombongan pengantin, calon pengantin, dan pengantin baru, maka nama tanjakannya diubah menjadi tanjakan panganten.

Tanjakan panganten terletak di sebuah tebing. Tanjakan ini bermedan curam dengan tingkat kemiringan sekitar 45 derajat. Selain medan yang terjal, suasana ruas jalan sepanjang 700 meter terlihat sangat sepi. Tebing, jurang, dan hutan yang berada di tanjakan panganten ini menambah suasana seram dan ekstrem.

Data terakhir yang Ifan temukan, tanjakan panganten ini sudah mengalami sebelas kali kecelakaan. Dari berita terakhir yang beliau baca di situs Detik, rombongan pengantin yang mengalami kecelakaan terjadi pada 2013 lalu. Rombongan tersebut berasal dari Jawa Tengah.

Ada sebuah mitos yang menyatakan bahwa jika ingin selamat dari tanjakan panganten, rombongan pengantin pria harus turun dulu dari mobil, lalu naik motor. Kemudian, setelah melewati jalan tersebut, baru lah naik mobil lagi. Bahkan, ada cara lain seperti pengantin wanita yang harus menjemput rombongan pengantin pria.

Nah, pertanyaannya, kenapa harus pengantin yang menjadi korban kecelakaan di tanjakan panganten, bahkan sampai meninggal dunia? Apakah warga Garut dan sekitarnya tahu cerita mistis dibalik tanjakan panganten ini? Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut, Ifan pernah mendengarkan cerita dari pamannya yang waktu itu kebetulan menjadi pengantin dan menikahi wanita di daerah sana. Pamannya Ifan juga mendengarkan cerita ini dari cerita orang lain.

Jadi, paman Ifan mengatakan bahwa dulu ada seorang wanita yang akan dinikahi oleh lelaki yang berasal dari luar Garut. Namun, kendaraan sang mempelai lelaki saat berada di tanjakan panganten jatuh ke dalam jurang hingga meninggal dunia dan menewaskan hampir semua rombongan.

Baca Juga:

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

Garut Itu Luas, Malu Sama Julukan Swiss Van Java kalau Hotel Cuma Numpuk di Cipanas

Mengetahui calon suaminya meninggal, wanita itu langsung tidak sadarkan diri. Keesokan harinya wanita itu ditemukan meninggal dunia akibat depresi, dan bunuh diri. Setelah seminggu berlalu, rupanya wanita itu menghantui warga setempat dan bersumpah bahwa jika suatu hari ada orang yang akan melangsungkan acara pernikahan, sosok wanita itu akan menyelakakan calon pengantin pria sampai meninggal dunia.

Wanita itu berdalih bahwa siapa pun harus mengalami hal tragis dan merasakan sakit hati yang teramat nyeri yang pernah ia rasakan karena hal tadi, yakni pernikahannya batal akibat mempelai lelaki mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Wanita itu akan terus meneror di tanjakan panganten itu sampai rasa dendamnya hilang.

Pamannya Ifan, mendengar cerita mistis ini sedikit ragu saat akan menikahi wanita yang berasal dari daerah Bungbulang, salah satu kecamatan di Kabupaten Garut, daerah di mana tanjakan panganten ini berada. Tapi, dengan mengikuti arahan “mitos” warga di sana, paman Ifan selamat hingga saat ini dan masih sehat wal’afiat.

Kata Ifan, menilik dari cerita mistis ini mungkin bagi Anda yang membaca, khususnya warga Garut, bakal ada yang percaya dan tidak. Tapi, menurutnya, ini sih kembali kepada kepercayaan kita masing-masing.

Dari thread Ifan yang saya rangkum di atas, awalnya saya tidak percaya. Bahkan pertanyaan kedua dari beliau soal apakah warga Garut dan sekitarnya tahu mengenai cerita mistis ini, saya pribadi tidak tahu.

Saya kemudian bisa percaya ketika teman saya beberapa bulan lalu meninggal dunia ketika dia menikah dengan wanita yang berasal dari Bungbulang. Saat dia melangsungkan pernikahannya, dia memang melakukan mitos soal cara agar selamat melewati tanjakan panganten. Dia turun dulu dari mobil dulu, lalu naik motor, dan setelah melewati tanjakan tersebut dia naik mobil lagi, ini memang benar. Benar, teman saya melakukannya dan selamat.

Akan tetapi, ada yang janggal saat teman saya meninggal yaitu setelah satu bulan menikah, dia mengendarai mobil dan akan menuju ke tanjakan panganten itu. Tujuannya untuk ke rumah mertuanya. Tapi, dia tidak kepikiran soal melakukan mitos agar selamat tadi. Ya mungkin buat apa juga soalnya sudah permah dia lakukan.

Lantas, janggalnya di mana? Balik ke thread paragraf ketiga, “Namun, karena tanjakan ini banyak mengalami kecelakaan dan korbannya adalah rombongan pengantin, calon pengantin dan PENGANTIN BARU, maka namanya diubah menjadi tanjakan panganten”. Jadi, status teman saya masih pengantin baru. Oleh karena dia tidak melakukan mitos agar selamat tadi, dia kemudian mengalami kecelakaan hingga mobilnya masuk ke dalam jurang di sekitar tanjakan tersebut.

Kesimpulannya, tanjakan penganten ini memang cukup mistis di Garut. Tapi, tenang saja, meski cerita ini diambil dari kisah nyata tapi masih banyak yang selamat di sana.

BACA JUGA Mewawancarai Satpam BCA soal Kenapa Pelayanan Mereka Dianggap Terbaik dan tulisan Muhammad Ridwansyah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2021 oleh

Tags: garutHorormisteriMitostanjakan panganten
Muhammad Ridwansyah

Muhammad Ridwansyah

Founder penulis Garut. Penulis bisa disapa lewat akun Twitter dan Instagram @aaridwan16.

ArtikelTerkait

Merayakan Halloween, Merayakan Suzzanna dan Mitosnya

Merayakan Halloween, Merayakan Suzzanna dan Mitosnya

30 Oktober 2022
Iklan Podcast Horor di Spotify Sukses Bikin Saya Langganan Spotify Premium

Iklan Podcast Horor Sukses Bikin Saya Langganan Spotify Premium

4 Desember 2023
Mitos Nyeleneh Seputar Anak Teater terminal mojok

Pernyataan Nyeleneh Seputar Anak Teater yang Sulit Dicerna Akal Sehat

21 Februari 2021
kepuhunan

Kepuhunan, Larangan Menolak Makanan di Kalimantan

9 Desember 2021
5 Film yang Bisa Bikin Parno selain Final Destination

5 Film yang Bisa Bikin Parno selain Final Destination

17 Januari 2022
Wong Alas Carang: Mitos Manusia Pedalaman Purbalingga yang Misterius

Wong Alas Carang: Mitos Manusia Pedalaman Purbalingga yang Misterius

24 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba Mojok.co

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

12 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.