Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Kisah-kisah Horor dalam Ruang Bedah Mayat Fakultas Kedokteran

Pandit Bagus oleh Pandit Bagus
24 Agustus 2021
A A
Kisah-kisah Horor dalam Ruang Bedah Mayat Fakultas Kedokteran terminal mojok.co

Kisah-kisah Horor dalam Ruang Bedah Mayat Fakultas Kedokteran terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ngomongin tentang pendidikan Kedokteran, nggak akan jauh-jauh dari kisah horor. Ada banyak alasannya. Salah satunya karena berkutat dengan mayat sudah menjadi syarat wajib sebelum menjadi dokter.

Pekan lalu saya resmi dilantik menjadi dokter di salah satu Fakultas Kedokteran di Surabaya. Pidato nostalgia Pak Dekan saat pelantikan mengingatkan masa-masa pendidikan yang bisa dikatakan penuh dengan kenangan. Namun, di antara banyak kenangan selama pendidikan, kisah-kisah horor mengenai bedah mayat adalah barang yang selalu gurih untuk dibahas.

Bedah mayat masuk dalam mata kuliah Anatomi. Dan Anatomi adalah momok. Pertama, ujiannya sulit minta ampun dan paling banyak membuat mahasiswa ngendog. Kedua, kita diharuskan tatag dalam membredeli dan membedah mayat. Di fakultas kami, setiap 10-20 mahasiswa diberikan satu kadaver (mayat) utuh untuk dibredel selama satu semester.

Jadi, mahasiswa biasanya bakal ketir-ketir selama Anatomi. Bayangan sang mayat akan balas dendam seperti di film-film selalu terlintas dalam pikiran. Semua itu diperumit dengan berbagai kisah horor turun temurun. Berikut adalah 3 cerita horor bedah mayat Fakultas Kedokteran.

#1 Dibawa pulang

Lelah yang menjadi-jadi adalah ungkapan mahasiswa yang menjalani blok Anatomi. Pagi sampai siang kuliah, dilanjutkan praktikum sampai sore. Puluhan istilah baru sudah menjadi makanan sehari-hari. Belum lagi kalau praktikum. Waduh. Kadaver yang diawetkan dengan sejenis alkohol memberikan sensasi bius tersendiri yang tidak bisa dijelaskan. Ini membuat kesadaran peserta didik sering kali tidak sesuai SNI.

Beban belajar yang tinggi membuat ketlisut menjadi suatu kewajaran. Pernah ada cerita senior yang tidak sengaja ketlisut. Dia membawa pulang barang dari ruang bedah mayat. Masalahnya, yang dibawa pulang bukan pinset atau gunting, tapi jari mayat. Wadidaw.

Mahasiswa itu bisa dikatakan tidak beruntung. Ceritanya, potongan jari itu terselip di atlas anatomi. Nah, karena atlas anatomi itu saking tebalnya (bahkan bisa buat pondasi rumah), tidak kelihatanlah jari sang kadaver. Singkat cerita, jari mayat baru diketahui malamnya sewaktu atlas dibuka untuk belajar. Kabar baiknya, mahasiswa tersebut bisa mengira itu jari mayat, bukan sosis yang gosong atau ampo Tuban.

Ada pula versi “kebawa pulang” yang lain, walaupun faktor kegoblokan lebih mendominasi dalam kasus ini.

Baca Juga:

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

UIN Tidak Cocok Punya Fakultas Kedokteran, Terlalu Maksa!

Dulu ada mahasiswa yang iseng memasukkan berbagai jenis tulang mayat ke tas sejawatnya yang penakut. Niatnya, sih, pengin nge-prank sewaktu pulang praktikum. Alih-alih kaget, korban prank tidak melihat tulang tersebut saat pulang praktikum. Sialnya, si tersangka prank pun lupa. Laporan kuat mengatakan mereka terbius oleh beratnya kuliah dan kentalnya uap alkohol.

Untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak. Korban prank malang itu pun terbelalak saat di kos membuka tasnya yang penuh dengan tulang manusia. Dia pun langsung mengembalikan tulang-tulang bersama pelaku prank setelah histeris menghebohkan satu kos. Selang kejadian tersebut, kuat dugaan tidak ada lagi tegur sapa antara kedua sejawat. Kabar baiknya, ibu kos korban prank bukanlah kolektor tulang manusia. Jadi, angkatan tersebut tidak perlu dihukum massal karena melakukan penyelundupan tulang.

#2 Dibawakan pulang

Saya yakin tidak sengaja membawa pulang jari mayat bukanlah impian mahasiswa Kedokteran, walaupun itu bukanlah yang paling mengerikan. Ceritanya, dulu pernah ada mahasiswa perempuan. Anaknya rajin dan patuh pada aturan. Jangankan melakukan hal bodoh seperti memasukan tulang ke tas kawan. Selama di dalam ruang bedah mayat matanya fokus mengidentifikasi berbagai struktur.

Sayangnya, uap alkohol kadaver tidak memandang seberapa rajin seseorang. Singkat cerita mahasiswi tersebut sudah pada ujung tanduk kesadaran dan lupa membawa pulang buku catatan saat praktikum. Sayangnya, dia sadar saat sudah sampai di kos.

Namun, bukan itu masalah utamanya. Buku itu justru kembali tepat di malam yang sama, setelah si mahasiswi tidur lebih awal.

Hampir tengah malam ibu kosnya mengetok. Setelah dibukakan, ibu kos memberikan buku dan kotak pensil, “Dik, ini titipan katanya barang sampean ketinggalan,” ujar ibu kos. Awalnya, sih, si mahasiswi senang. Ia bisa menyalurkan hobi horornya (read: belajar) malam itu.

Iseng-iseng dia bertanya, “Bu, siapa yang mengembalikan?”

“Itu, Mbak, usianya sekitar 57 tahunan. Trus ciri-cirinya bla-bla-bla….” Mendengar itu, si mahasiswi terdiam. Rupanya, setiap detail yang disebutkan ibu kos persis dengan kadaver yang ia bredel tiap hari. Si mahasiswi rajin pun lunglai, diikuti posisi kaku setengah gemetar. Ia meminta agar diperbolehkan tidur di ruang tamu ibu kos.

#3 Dikasih bocoran

Bocoran ujian bukanlah hal yang baik. Meskipun begitu, selalu ada sekelompok mahasiswa yang mencoba mengaksesnya mati-matian. Termasuk dalam mata kuliah Anatomi. Walaupun akhirnya adalah zonk alias tidak tembus, tapi ini tidak berlaku pada si Bonam

Bonam adalah mahasiswa yang terkenal supel. Dia banyak bicara dan cerdas. Sayangnya, si Boenam juga punya kelemahan yaitu takut dengan kadaver. Kalau sudah di ruang bedah mayat, ia seperti mati kutu. Memang tidak sampai ngompol apalagi pingsan. Akan tetapi, bawaanya sulit konsentrasi dan bahkan tidak mampu melihat wajah kadaver. Meskipun begitu, dosen-dosen tetap berusaha mendukungnya. Sebut saja, ia tidak diusir dari ruang bedah mayat.

Si Boenam yang tengah berputus asa pun duduk menyendiri di taman menjelang ujian praktikum. Ia meratapi semilir angin. Tiba-tiba, datang laki-laki paruh baya menyapanya. Bonam mengamati sang lelaki. Dari pakaiannya, Boenam mengira dia tukang kebun. Orang yang merawat pohon kamboja di taman depan ruang bedah mayat. Bonam pun menceritakan kesulitannya.

Seperti Deddy Corbuzier, lelaki paruh baya menyuruhnya untuk tenang. Tidak disangka tak dinyana, dia tiba-tiba mengajari berbagai struktur Anatomi. Bonam pun terkagum-kagum akan kehebatan pak kebon. Lalu, ia mengira lelaki paruh baya tersebut adalah petugas ruang bedah mayat. Sayangnya, ketika si Boenam bertanya, sang lelaki hanya tersenyum.

Hari ujian praktikum pun tiba dan Bonam masuk ke ruang bedah mayat. Aneh bin ajaib. Bonam terlihat lebih tenang ketika ujian praktikum. Setelah ujian, dosen-dosen pun kaget bukan kepalang karena si Bonam dapat nilai A ujian praktikum Anatomi. Si Boenam sendiri mengaku kaget karena merasa bisa mengerjakan soal-soal dengan mudah. Setelah diingat-ingat, soal yang keluar persis dengan yang diajarkan oleh lelaki paruh baya.

Di akhir blok, Bonam ingin melihat kadaver ujian bedah mayat sebelum beranjak. Si Bonam kaget, ternyata wajah kadaver untuk ujiannya sama persis dengan wajah “bapak tukang kebun” yang mengajari dia soal Anatomi.

BACA JUGA Cara Kuliah di Fakultas Kedokteran tapi UKT Cuma 1,3 Juta per Bulan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Agustus 2021 oleh

Tags: fakultas kedokteranfeaturedRuang Bedah Mayat
Pandit Bagus

Pandit Bagus

Dokter Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Menulis disela kegiatan praktik dan penelitian.

ArtikelTerkait

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
Cita-cita Jadi Ketua RT Lebih Keren ketimbang Jadi Presiden terminal mojok

Cita-cita Jadi Ketua RT Lebih Keren ketimbang Jadi Presiden

29 Agustus 2021
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Seharusnya Buka Prodi Bahasa dan Sastra Madura Dulu Saja daripada Fakultas Kedokteran

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Seharusnya Buka Prodi Bahasa dan Sastra Madura Dulu Saja daripada Fakultas Kedokteran

17 April 2024
Fakultas Kedokteran, Wujud Obsesi Orang Tua akan Duit Banyak (Unsplash)

Terpaksa Masuk Fakultas Kedokteran karena Obsesi Orang Tua akan Gengsi dan Hidup Sejahtera Punya Duit Banyak

10 Maret 2024
7 Krim Abal-abal nan Durjana Paling Laris yang Bisa Bikin Kulit Menangis terminal mojok

7 Krim Abal-abal nan Durjana Paling Laris yang Bisa Bikin Kulit Menangis

26 Agustus 2021
7 Kuliner Paling Nggak Masuk Akal terminal mojok

7 Kuliner Paling Nggak Masuk Akal

23 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.