Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Ketika Jin yang Menyerupai Seorang Teman Ikut Salat Jumat

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
26 September 2019
A A
salat jumat wabah corona protokol kesehatan mojok.co

salat jumat wabah corona protokol kesehatan mojok.co rifky-nur-setyadi-nomQt1Dnpk4-unsplash

Share on FacebookShare on Twitter

Saat salat Jumat di kantor, saya bertemu Mas Yono. Lha, padahal katanya mau ke kantor klien?

Setiap pagi, khususnya di hari Jumat dan sebelum mulai bekerja, saya biasa bercengkrama terlebih dahulu dengan beberapa teman. Selain memang belum memasuki waktu kerja, ya agar dapat membangun mood positif terlebih dulu—biar makin semangat kerjanya. Bukan filosofi, sih, tapi begitu kira-kira. Namanya juga kebiasaan, ada yang kurang jika tidak dilakukan. Apalagi besok akhir pekan, jadi agak santuy sedikit, lah. Hehehe.

Di sela-sela obrolan, saya terbiasa menyelipkan satu pertanyaan kepada seorang teman yang biasanya bersedia memberi saya tumpangan saat pulang di motornya. Lagi-lagi, khususnya karena hari Jumat, hari di mana biasanya saya ingin segera tiba di rumah dibanding hari-hari lain untuk sekadar rebahan dan beristirahat. Teman saya ini, sebut saja Yono.

“Mas Yono, hari ini boleh bareng kayak biasa nggak?”

“Maaf, Mas. Pagi ini saya memang di kantor, tapi sekitar jam 10 nanti sebelum Jumatan saya di kantor klien sampai jam pulang. Jadi, kayaknya sih nggak bareng dulu. Maaf, ya”.

Begitu kira-kira jawaban dari teman yang biasa memberi tumpangan kepada saya sampai stasiun. Berkat jasanya, perjalanan pulang terasa lebih cepat karena saya tidak perlu berlama-lama menunggu kedatangan TransJakarta yang biasanya penuh sesak oleh penumpang yang tidak lain adalah para pekerja, juga tidak dihadapkan dengan macetnya jalanan ibu kota pada jam pulang kerja. Terlebih, bisa menghemat ongkos juga, sih. Namun, hari itu mau tidak mau saya harus pulang sendiri dengan menggunakan TransJakarta. Nggak apa-apa, lah. Toh, hanya sesekali, pikir saya.

Pada hari tersebut, karena bertepatan pada hari Jumat, sebagaimana lelaki muslim pada umumnya, saya mengikuti salat Jumat. Karena sedang berada di kantor, apa pun pekerjaan yang ada harus ditunda dan mengutamakan ibadah pada jam yang sudah ditentukan.

Saya tiba di masjid sekitar pukul 11.30, sambil menunggu khotbah dimulai, biasanya sesekali saya bermain dan cek handphone. Sekitar jam 11.50, Mas Yono datang dan salat Jumat di masjid yang sama dengan saya—dekat kantor. Dia sempat melihat saya, lalu duduk bersila di depan saya tanpa menyapa sama sekali. Pikir saya, mungkin karena sudah memasuki waktu khotbah jadi Mas Yono lebih memilih untuk berdiam diri dan mendengarkan ceramah.

Baca Juga:

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

4 Keuntungan Punya Rumah Dekat Kuburan yang Jarang Disadari Orang

Sebelum itu, saya juga sempat berpikir, “Tadi Mas Yono bukannya ke klien, ya? Yowes, mungkin nggak jadi atau hanya sebentar”. Ditambah baju yang dikenakan pun beda. Pagi tadi mengenakan kaos abu-abu, sedangkan salat Jumat mengenakan polo dengan corak garis. Di sela-sela kebimbangan, teman yang berada di sebelah saya berkata, “Kita pura-pura nggak lihat Yono, kita main HP saja,” ujar seorang teman yang berniat usil.

Tak terasa, waktu khotbah sudah habis dan sebentar lagi salat Jumat dimulai. Saya menepuk Mas Yono dan mengajaknya untuk berada di barisan yang sama, “Sini bareng-bareng, Mas. Sendiri aja, diem-diem bae”. Mas Yono hanya menengok dan tersenyum, tidak ada satu kata pun yang terucap.

Selesai salat Jumat, biasanya Mas Yono selalu membuka obrolan untuk makan siang bersama. Namun, kali ini tidak. Menyapa pun tidak sama sekali. Saya tidak ambil pusing dan akhirnya makan siang dengan teman-teman yang lain.

Pada jam pulang kerja, karena saya pikir Mas Yono ada di kantor, akhirnya saya putuskan untuk bertanya via WhatsApp, berharap bisa nebeng seperti biasa.

“Mas, di mana? Boleh bareng?”

“Nggak bareng dulu, Mas. Saya kan dari jam 10 di kantor klien.”

“Oh, oke. Saya pikir bisa, soalnya tadi Mas Yono kan Jumatan di kantor, dikirain sampe sore di kantornya.”

“Wah, ngawur kamu, Mas. Saya kan dari jam 10 sampai sekarang nggak di kantor, salat Jumat juga di kantor klien.”

Seketika saya kaget dan membalas, “Sumpah, demi apa, Mas?”

“Demi Allah, Mas. Saya salat Jumat di kantor klien.”

Kemudian, saya menjelaskan ke Mas Yono tentang apa yang terjadi sewaktu salat Jumat. Lalu, siapa sosok yang saya lihat dengan teman pada waktu Jumatan? Semuanya persis, mirip, identik dengan Mas Yono. Dalam lamunan saya berpikir mungkin itu jin baik yang menyerupai Mas Yono dan ikut serta salat Jumat di antara kami, para manusia.

Meskipun begitu, tetap saja dalam perjalanan pulang saya merasa panas-dingin tidak karuan, memikirkan sosok seperti apa yang saya tepuk dan ajak bicara sesaat sebelum salat Jumat dimulai.

BACA JUGA Lagu Lingsir Wengi dan Kaitannya Terhadap Kemunculan Kuntilanak di Penginapan atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2022 oleh

Tags: cerita hantuCurhatHororjinmistissalat jumat
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

kkn di desa penari

Persamaan Pengalaman KKN Saya dengan KKN di Desa Penari

5 September 2019
salah jurusan

Masuk Kuliah: Saatnya Salah Jurusan

2 Agustus 2019
Indigo (Wannabe) Memang Merepotkan, Minta Diamini dan Diamini, tapi Tak Mau Memberi Bukti

Indigo (Wannabe) Memang Merepotkan, Minta Diamini dan Diimani, tapi Tak Mau Memberi Bukti

22 Oktober 2024
Detail Kecil tentang KKN yang Luput di Film KKN di Desa Penari Terminal Mojok

Mencoba Memahami Kenapa KKN di Desa Penari Jadi Film Terlaris Sepanjang Masa

14 Januari 2023
Bahasan 'Ditinggal Nikah Mantan' Makin Usang dan Sudah Saatnya Ditinggalkan terminal mojok.co

Merapikan Kenangan Mantan dengan Metode Marie Kondo

28 Juni 2019
6 Celetukan yang Sering Keluar Saat Nonton Film Horor terminal mojok.co

6 Celetukan yang Sering Keluar Saat Nonton Film Horor

14 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.