Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Pengalaman Kerja di Rumah Bekas Pembunuhan: Lebih Takut Miskin daripada Setan

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
15 Oktober 2025
A A
Kerja di Rumah Bekas Pembunuhan, tapi Lebih Takut Miskin (Unsplash)

Kerja di Rumah Bekas Pembunuhan, tapi Lebih Takut Miskin (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa tahun ini, saya kerja di salah satu agensi di Kota Bandung. Berbeda dengan perusahaan lain yang berkantor di gedung pencakar langit macam SCBD atau berkantor di ruko, agensi tempat saya bekerja letaknya di dalam perumahan. Dan kantor saya ini adalah rumah bekas pembunuhan.

Lebih tepatnya, rumah sang owner yang disulap menjadi kantor sekaligus rumah pribadinya. Hanya disekat tembok dan pintu sebagai batas kantor dan ruang privat beliau dan keluarganya.

Hampir tiga tahun saya bekerja di sini. Meski nggak tiap hari ke kantor karena bisa WFH, nggak ada yang aneh sama sekali. 

Sampai suatu ketika, teteh-teteh warung depan kantor dan ibu tetangga sebelah rumah bercerita bahwa sebelum jadi tempat kerja saya, kantor saya ini sempat terjadi peristiwa pembunuhan. Sepasang suami istri yang sebelumnya tinggal di sana jadi korban.

Tempat kerja bekas pembunuhan

Setelah pembunuhan itu terjadi, ada sejumlah stasiun televisi meliput langsung. Namun sampai tulisan ini selesai, saya masih mencari artikel terkait guna memeriksa kronologis, detail peristiwanya, hingga motifnya. Dari penuturan tetangga sekitar, motif utamanya karena masalah utang.

Entah niat nakut-nakutin atau emang beneran care pada saya dan anak-anak tempat kerja, beberapa tetangga menyuruh kami berhati-hati. Terutama selepas Magrib. 

Mereka meminta saya dan anak-anak kantor untuk rajin salat dan jangan banyak bengong di kantor. Mereka khawatir, energi negatif dari peristiwa pembunuhan tersebut masih ada di sana. Apalagi, setelah peristiwa tersebut, rumah ini sempat kosong selama beberapa tahun sebelum jadi tempat saya kerja.

Mending fokus kerja

Beberapa rekan kerja saya di kantor kerap overthinking mendengar kabar tersebut. Kabar tersebut akhirnya jadi semacam gosip kantor yang diceritakan berulang kali, terutama jika ada anak baru.

Baca Juga:

Bekerja Sampai Lelah Tidak Pernah Sepadan, tapi Berhenti Bekerja Tidak Membawa Damai

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

Saya juga menceritakan soal pembunuhan ini ke beberapa teman terdekat saya. Mereka pun menasehati saya untuk selalu berhati-hati. Jangan bengong dan jangan lupa salat kalau kerja di kantor.

Saya sih nggak ambil pusing. Dulu, sewaktu sekolah, gedung sekolah tempat saya belajar pun diwanti-wanti anker karena bangunannya bangunan lama yang dibangun saat masa Kolonial Belanda. Tapi nggak terjadi apa-apa tuh?

Bukannya saya sompral, tapi kan ada sains? Kesurupan itu bisa dijelaskan menurut ilmu kedokteran dan ilmu psikologi/psikiatri apa dan gimana-gimananya. 

Bukannya saya takabur dan terlalu mengelu-elukan sains alih-alih agama. Tapi agama juga kan mengajarkan kita bahwa kita tak usah takut pada makhluk gaib karena secara teknis kita beda alam dan derajat kita juga lebih tinggi?

Pernah terjadi pembunuhan, tapi nggak serem

Meski pernah ada pembunuhan, secara teknis, kantor atau rumah tempat saya kerja ini nggak ada seram-seramnya sama sekali. Pencahayaan di sini cukup terang sehingga siang hari nggak usah nyalain lampu sama sekali. 

Malam juga nggak ada seram-seramnya sama sekali. Ini tahun 2025, bukan tahun 80-an kayak film Suzzanna di mana lampu LED atau bahkan listrik belum semasif sekarang.

Beberapa kali, saya pernah pulang kerja malam-malam. Sering juga saya datang kerja selepas sahur. Tapi ya nggak ada apa-apa tuh seperti kata orang-orang.

Sempat ada peristiwa yang bikin geger kantor. Action figure Mega Size Gundam RX-78 yang letaknya di samping fingerprint presensi jatuh ke lantai padahal nggak ada angin sama sekali. 

Peristiwa tersebut terekam CCTV kantor dan langsung bikin heboh. Saya sih nggak ambil pusing. Gundam itu jatuh karena gaya gravitasi, bukan karena demit atau makhluk astral.

Peristiwa lain yang bikin geger tempat kerja

Jadi, kantor kerja saya ini ada satu ruangan untuk melakukan proses photoshoot. Nah, dalam salah satu asisten fotografer cerita ke saya bahwa dia melihat sejumlah barang, seperti baterai kamera yang sedang di-charge itu bergerak-gerak ngggak jelas, seperti ada yang sengaja menggesernya. 

Saya sih nggak ambil pusing. Itu mah dia kecapekan kerja aja. Mana belum makan dan juga punya darah rendah. Makanya jadi halu!

Saya cukup yakin bahwa kantor atau rumah tempat saya kerja nggak ada setan yang mengganggu sama sekali. Sebab, anak-anak kantor banyak yang ibadah salat lima waktu di sini. 

Selain itu, owner perusahaan saya dan keluarganya pun rutin melakukan ibadah menurut kepercayaan mereka, yakni Katolik dan Kristen, secara rutin. Dikeroyok tiga agama sekaligus apakah nggak minder itu setan?

Lebih takut miskin!

Lagian, kalau beneran ada setan, saya nggak takut. Sebab saya lebih takut miskin! Terbukti, saya pernah melewati Tol Cisumdawu yang gelap banget pukul tiga pagi seorang diri setelah sebelumnya ke kantor dulu buat ambil mobil. 

Kalau diganggu setan, bakal saya maki-maki, “Emang maneh ngapain sih ganggu orang kerja? Emang mau bayarin tagihan listrik aing? Bayarin pajak motor aing?”

Lagian setan ini suka aneh. Kalaupun gangguin manusia kenapa yang digangguin rakyat jelata yang lagi fokus kerja, sih? Koruptor tuh gangguin! Rakyat jelata kencing sembarangan di hutan langsung kesurupan, tapi oligarki babat hutan didiemin aja. Heran!

Jadi, kalau ada yang tanya apa yang paling menakutkan selama saya kerja di rumah bekas pembunuhan ini, jawabannya bukan setan. Tapi invoice klien yang suka telat sehingga gajian saya juga telat, atau reimburse kantor yang cairnya lama.

Penulis: Raden Muhammad WIsnu

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Delapan Tahun Tinggal di Rumah Hantu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2025 oleh

Tags: kerjapembunuhanperumahanprofesirumah bekas pembunuhanSCBD
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

profesi kamen rider di indonesia mojok

Kamen Rider Bakal Punya 3 Pekerjaan Ini Andai Mereka Hidup di Indonesia

6 Agustus 2021
radha krishna Sulitnya Hidup Bertangga dengan Orang yang Tidak Paham Adab terminal mojok.co

Ketika Film Vivarium Ber-setting Tempat di Perumahan Banguntapan Jogja

22 Mei 2020
Kecamatan Gamping, Kecamatan Paling Underrated di Kabupaten Sleman gamping sleman

Kisah Saya Hidup di Kecamatan Gamping Sleman, Desa Enggan, Kota Tak Mampu, Akhirnya Terjebak di Tengah-tengahnya

19 April 2025
Sisi Gelap Kerja di SCBD: Gaji Sebulan Habis buat Hedon Gara-gara Stres Kerjaan

Sisi Gelap Kerja di SCBD: Gaji Sebulan Habis buat Hedon Gara-gara Stres Kerjaan

25 Mei 2025
Apa Harga Sepadan untuk Kamu yang Bekerja Sampai Lelah? (Unsplash)

Bekerja Sampai Lelah Tidak Pernah Sepadan, tapi Berhenti Bekerja Tidak Membawa Damai

23 Maret 2026
UX Writer: Profesi Paling Pengertian, Calon Jodoh Idaman Mertua

UX Writer: Profesi Paling Pengertian, Calon Jodoh Idaman Mertua

3 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

ASN Rajin Adalah Tempat Sampah Buat Atasan (Shutterstock)

Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

28 Maret 2026
Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo Mojok.co

Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo

26 Maret 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Pengalaman Menyenangkan Naik Kereta Whoosh, Kereta Cepat yang Jauh Lebih Baik ketimbang Kereta Cepat Taiwan

26 Maret 2026
Sisi Gelap Purwokerto yang Membunuh Wisatanya Sendiri (Unsplash)

Purwokerto Murah? Murah untuk Siapa? Kenapa Warga Asli Tidak Merasakannya?

27 Maret 2026
Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

29 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.