Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Kereta Api Logawa Kelas Bisnis: Nyamannya Mirip Eksekutif, Harganya Lebih Terjangkau

Muhammad Iqbal Habiburrohim oleh Muhammad Iqbal Habiburrohim
7 Mei 2024
A A
Kereta Api Logawa Kelas Bisnis: Nyamannya Mirip Eksekutif, Harganya Lebih Terjangkau Mojok.co tiket tarsus, go show

Kereta Api Logawa Kelas Bisnis: Nyamannya Mirip Eksekutif, Harganya Lebih Terjangkau Mojok.co (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kereta Api Logawa salah satu kereta yang masih mempertahankan kelas bisnis. Kereta dengan rute Jember-Purwokerto ini menjadi alternatif mereka yang hendak bepergian dari Jawa Tengah ke Jawa Timur atau sebaliknya. 

Sebenarnya KA Logawa menyediakan dua kelas, yakni Ekonomi dan Bisnis. Namun, saya lebih memilih kelas bisnis karena perjalanan saya pada waktu itu cukup jauh. Pada waktu itu saya hendak bepergian dari Jogja ke Sidoarjo. Perjalanannya memakan waktu sekitar 7 jam.

Keputusan yang tidak pernah saya sesali alias sangat tepat. KA Logawa kelas bisnis punya atmosfer yang nggak jauh berbeda dengan eksekutif. Sementara harga jauh lebih terjangkau. Saya ceritakan sedikit pengalaman saya yaa. 

Kondisi gerbong KA Logawa lebih kondusif

Salah satu yang membedakan kelas-kelas di kereta api adalah kondisi gerbong. Biasanya, kondisi gerbong di kelas ekonomi begitu ramai dan “chaos”. Ini tidak lepas dari kursi-kursinya yang selalu terisi penuh dan penumpangnya didominasi oleh keluarga besar yang hendak bepergian. 

Bagi mereka yang tidak betah menempuh perjalanan dalam kondisi seperti itu, mereka bisa memilih kelas eksekutif. Tentu saja dengan harga yang lebih merogoh kantong. Di mana-mana ada harga ada rupa. Nah, bagi mereka yang ingin nyaman, tapi kantong nggak begitu tebal,  bisa memilih kelas bisnis. 

Untung saja, KA Logawa masih menyediakan kelas ini. Mengingat, kelas bisnis mulai sulit ditemui di kereta-kereta lain. Bahkan jika beruntung, kalian bisa mendapatkan gerbong yang tidak penuh penumpangnya. Saat melakukan perjalanan Jogja–Sidoarjo, saya mendapatkan kondisi yang lebih nyaman di mana kursi di samping saya kosong selama perjalanan kurang lebih 7 jam. Tentu saja hal tersebut menjadi rezeki tersendiri bagi saya yang ingin perjalanan kondusif dan nyaman.

Pengalaman tersebut tentu nggak bisa saya dapatkan saat memilih kelas ekonomi. Untuk mendapatkan tiketnya saja harus rela war sejak H-seminggu tanggal perjalanan. Kemudian, saya juga bisa membeli tiket saat H-1 perjalanan dan jika beruntung kalian bisa memilih kursi yang belum terisi kuota di sebelahnya. Belum lagi, terkadang kondisi gerbong pada kelas ekonomi cenderung lebih berisik. Pokoknya ada saja kejadian unik yang saya temui saat memilih kelas ekonomi. Berbeda dengan Kereta Api Logawa kelas bisnis yang situasinya “lebih aman”.

Harga yang nggak terlalu menguras kantong

Layaknya kelas bisnis pada umumnya, fasilitas yang ditawarkan kelas bisnis KA Logawa lebih baik dari kelas ekonomi. Sementara dari sisi harganya, tidak semahal kelas eksekutif. Benar-benar cocok untuk kaum mendang-mending dengan berbagai pertimbangan seperti saya. 

Baca Juga:

Penumpang KA Logawa Dipaksa Legowo: Harga Tiket Naik, Fasilitas Malah Turun

Kereta Api Logawa New Generation Bikin Saya Kaget: Kereta Ekonomi Rasa Eksekutif

Asal tahu saja, harga kelas bisnis kereta api Logawa dipatok Rp220.000.  Angka itu hampir separuh harga kelas eksekutif yang dipatok Rp400.000. Memang sih harga tiket kelas bisnis KA Logawa lebih mahal daripada kelas ekonomi yang dipatok mulai dari Rp74.000. Namun, percayalah harga yang ditawarkan kelas bisnis KA Logawa sangat sebanding fasilitasnya.

Kursi cukup nyaman untuk perjalanan jauh

Pertanyaan yang paling sering muncul saat melakukan perjalanan dengan kereta api adalah kondisi dan tingkat kenyamanan kursi. Saya pikir kondisi kursi KA Logawa bisnis cukup nyaman. Kursi KA Logawa bisnis berupa kursi panjang dengan bantalan yang lebih empuk dan kondisi kemiringan punggung nggak terlalu tegak seperti kursi pada kelas ekonomi. Selain itu, Kursi di sini juga nggak punya meja seperti kereta eksekutif. Secara garis besar kursinya lebih nyaman dibandingkan kelas ekonomi walaupun cukup jauh dengan kursi eksekutif.

Saya pikir dengan harga hampir setengahnya dari KA kelas eksekutif, kondisi kursinya cukup nyaman. Kursinya juga bisa diputar apabila kalian bepergian dengan keluarga, tapi jika bepergian sendiri arah kursinya mengikuti arah kepergian kereta. Selama kurang lebih tujuh jam perjalanan, badan saya aman dari rasa pegal-pegal dan bisa tidur dengan nyaman dibandingkan saat bepergian dengan kelas ekonomi.

KA Logawa kelas bisnis bisa menjadi pilihan yang menarik apabila kalian ingin bepergian jarak jauh rute Jember–Purwokerto atau sebaliknya. Saya cukup merekomendasikan kereta kelas ini karena kalian bisa mendapatkan atmosfer seperti bepergian dengan kereta kelas eksekutif dengan harga yang lebih terjangkau. Ya, bedanya hanya pada kenyamanan kursi yang menurut saya masih wajar saja sih dengan harga segitu. Daripada harus berjibaku dengan kelakuan “unik” penumpang di kelas ekonomi, kalian hanya perlu sedikit menambah biaya untuk bisa mendapatkan pengalaman perjalanan yang jauh lebih nyaman. Bagaimana tertarik kan?

Penulis: Muhammad Iqbal Habiburrohim
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kereta Api Matarmaja, Kereta Ekonomi yang Bikin Penumpang Cenat-cenut Sepanjang Perjalanan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2024 oleh

Tags: KA Logawakereta api LogawaLogawa
Muhammad Iqbal Habiburrohim

Muhammad Iqbal Habiburrohim

Seorang lokal Yogyakarta yang menjalani hidup dengan rute yang dinamis. Berpindah dari satu koordinat ke koordinat lain demi tuntutan profesi, sembari merawat kewarasan dengan menumpahkan segala keluh kesah ke dalam barisan kata.

ArtikelTerkait

Penumpang KA Logawa Dipaksa Legowo: Harga Tiket Naik, Fasilitas Malah Turun

Penumpang KA Logawa Dipaksa Legowo: Harga Tiket Naik, Fasilitas Malah Turun

24 Oktober 2025
Kenangan Naik Kereta Api Logawa Waktu Kecil: Jajan Pecel di Atas Kereta hingga Kemalingan Barang Bawaan

Kenangan Naik Kereta Api Logawa Waktu Kecil: Jajan Pecel di Atas Kereta hingga Kemalingan Barang Bawaan

18 Maret 2024
Kereta Api Logawa New Generation Bikin Saya Kaget: Kereta Ekonomi Rasa Eksekutif

Kereta Api Logawa New Generation Bikin Saya Kaget: Kereta Ekonomi Rasa Eksekutif

7 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

20 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Indomie Hype Abis Nyemek Jogja Rasa Rendang Enak, tapi Serba Nanggung!

Indomie Hype Abis Nyemek Jogja Rasa Rendang Enak, tapi Serba Nanggung!

22 Januari 2026
Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru Mojok.co

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

18 Januari 2026
20 Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang Penulisan dan Bunyinya Sama, tapi Maknanya Jauh Berbeda Mojok.co

20 Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang Penulisan dan Bunyinya Sama, tapi Maknanya Jauh Berbeda

22 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Gudeg Jogja Lebih Superior ketimbang Bakmi Jawa, Wisatawan Termakan oleh Branding Wisata Kuliner yang (Bisa) Menyesatkan
  • Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki
  • Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026
  • Warung Bakso Horor di Selatan Jogja: Teror Gaib yang Tak Kunjung dan Belum akan Berhenti
  • Gara-Gara Kapitalisme, Kita Lebih Mudah Nyawer Gift TikTok atau Berdonasi Online daripada Membantu Tetangga yang Susah
  • Menciptakan Rasa Aman Finansial dengan Langkah Sederhana Bernama Menabung: Tips Cuan dari Nabung Harian Ala Bapak2ID

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.