Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Kenapa ya Perempuan Gemar Nyusruk ke Toxic Relationship?

Fadrika Hening Mangesti oleh Fadrika Hening Mangesti
30 Juni 2023
A A
Kenapa ya Perempuan Gemar Nyusruk ke Toxic Relationship? (Unsplash)

Kenapa ya Perempuan Gemar Nyusruk ke Toxic Relationship? (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Orang bijak berkata, “Mengajari perempuan mencintai serupa dengan membimbing air mencari tempat yang rendah.” Bisa dibilang ungkapan tersebut sangatlah tepat. Terlebih jika disandingkan dengan ungkapan bahwa cinta membutakan dan menulikan, Bahkan membuat sinting orang yang sedang dimabuk cinta, sampai terjerembab ke dalam toxic relationship.

Cinta adalah perasaan murni yang memang Allah ciptakan. Perempuan rela berkorban demi cinta, apa saja akan dilakukan. Perempuan menganggap bahwa cinta adalah perasaan suci dan harus dijaga kesuciannya. Banyak perempuan yang bersedia berkorban demi sang kekasih sampai rela meninggalkan keluarga, harta, bahkan kedudukan.

Jika lelaki yang mencintai banyak menuntut atau perhitungan dalam memberi, perempuan tidak demikian. Mereka tidak mengenal batas dalam pemberian kepada yang dicintai. Karena itulah banyak perempuan yang terjebak dalam toxic relationship atau hubungan racun.

Toxic relationship bisa dipahami sebagai hubungan antara dua orang atau lebih. Di sana tidak adanya saling mendukung. Yang ada adalah konflik yang merusak, serta tidak adanya rasa hormat dan kurangnya kekompakkan. 

Hubungan ini sering tidak disadari dan muncul sebagai hubungan yang sempurna dan sehat berdasarkan perspektif orang lain. Namun, dalam hubungan toxic relationship sendiri hanya berisi amarah, ketidakbahagiaan, frustrasi, dan kekesalan. 

Hubungan racun ini bukan hanya dapat terjadi antara sepasang kekasih. Bisa juga terjadi di lingkungan keluarga, teman, hingga rekan kerja. Berikut beberapa alasan perempuan sering terjebak ke dalam toxic relationship.

Perasaan bosan yang muncul dari kesepian

Manusia tidak akan tahan menyendiri sepanjang hidupnya. Bahkan manusia berkecenderungan memilih rasa sakit, termasuk toxic relationship, ketimbang rasa bosan.

Menurut penelitian yang dilakukan di Maastricht University, Belanda, pada 2016 menunjukkan bahwa bagi sebagian besar orang, rasa bosan adalah sesuatu yang jauh tidak tertahankan. Terutama jika dibandingkan rasa sakit sehingga cenderung mereka akan memilih rasa sakit ketimbang rasa bosan.

Baca Juga:

Purwokerto dalam Ingatan Seorang Perempuan Hopeless Romantic

Drakor Nevertheless: Toxic Relationship dan Anggapan Perempuan Cuma Suka Bad Boy

Andi Sahadja dalam artikelnya yang terbit di Kompasiana menjelaskan bahwa terdapat mekanisme otak yang disebut response fight or flight atau respons “berkelahi atau lari”. Ini berguna mengatur perilaku kita untuk merespons situasi yang dianggap sebagai ancaman atau bahaya. Rasa sakit seperti yang dirasakan ketika kita terluka, adalah sinyal bagi otak bahwa tubuh kita mengalami cedera atau bahaya potensial.

Oleh karena itu, jika otak dihadapkan pilihan memilih rasa sakit atau bosan, maka otak lebih memilih untuk memperhatikan rasa sakit. Otak akan memicu response fight or flight yang meningkatkan kemampuan kita untuk bertahan hidup dan menghindari bahaya.

Dalam konteks ini, rasa bosan tidak “dipilih” oleh otak. Itulah alasan sebagian besar dari manusia terutama perempuan yang memang telah disetting Tuhan sejak awal untuk menerima dan menahan segala jenis rasa sakit, maka tidak heran jika mereka memilih menanggung rasa sakit. Apapun itu jenisnya. 

Sakit bekerja, sakit belajar, sakit berolahraga, dan terutama menanggung rasa sakit bertahan dengan seseorang yang padahal sudah tahu terus menyakiti dan tidak memberi kebahagiaan. Termasuk toxic relationship di dalamnya.

Masochisme

Tertulis dalam buku yang berjudul “Perempuan” karya Prof. Quraish Shihab. Di sana dikatakan bahwa menurut pakar psikologi Mesir bernama Zakaria Ibrahim bahwa perempuan memiliki kecenderungan masokisme. 

Maksudnya, mencintai diri sendiri yang terkait dengan kecenderungan untuk menyakiti diri (berkorban) demi melanjutkan keturunan. Oleh sebab itu, perempuan lebih mudah terjebak dalam toxic relationship.

Sebagaimana memang kodrat wanita memikul rasa sakit khususnya ketika haid, mengandung, melahirkan, menyusukan serta membesarkan anak. Sudah begitu ditambah dengan kecintaan kepada dirinya sendiri. Menjadikan perempuan punya kuasa lebih mengatasi kesulitan dari rasa sakit yang ditimpakan kepadanya.

Rasa takut setelah putus dan harapan sikap berubah

Pastinya, perasaan yang dirasakan setelah putus, terutama toxic relationship, akan berat pada awalnya. Rasa sedih, bingung, lega, menyesal, dan lainnya campur dari satu. 

Ada juga ketakutan yang dirasakan apabila pasangan yang ditinggalkan punya sikap yang buruk, takut dijahati, atau bahkan diteror. Mungkin juga ada kemungkinan para perempuan bertahan karena berharap dia dapat mengubah sikap pasangannya. Meskipun pasangannya terlihat tidak ada perubahan, seorang perempuan ketika sudah bertekad akan sulit dibelokkan.

Dari ketiga hal di atas, hendaknya kita sebagai manusia yang butuh pasangan, terutama untuk perempuan harus bisa mengendalikan diri dan menyaring orang yang dekat dengan kita. Yah, supaya tidak ada lagi perempuan-perempuan yang terjerumus dalam kubangan racun, toxic relationship, sehingga sulit untuk keluar dari ikatan tersebut.

Penulis: Fadrika Hening Mangesti

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA First Love, Cinta Pertama Berakhir Indah Hanya Ada di Serial Netflix

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2023 oleh

Tags: hubungan tidak sehatperempuan dan toxic relationshiptoxic relationship
Fadrika Hening Mangesti

Fadrika Hening Mangesti

Seorang penikmat syukur yang percaya bahwa dunia terlihat lebih baik dari balik sebuah senyuman. Memilih merayakan hidup dengan tawa.

ArtikelTerkait

Film Story of Kale: Menguras Emosi, tapi Juga Bikin Sadar Diri! terminal mojok.co

Film Story of Kale: Menguras Emosi, tapi Juga Bikin Sadar Diri!

29 Oktober 2020
cermin lelaki, toxic relationship MOJOK.CO

Dear Love, Jangan Pernah Takut Bilang Cukup Untuk Toxic Relationship, Kamu Berhak Bahagia

24 Mei 2020
Hubungan Dilan dan Milea Itu Bukan Relationship Goal tapi Toxic Relationship

Hubungan Dilan dan Milea Itu Bukan Relationship Goal tapi Toxic Relationship

21 Februari 2020
Wawancara dengan Truk Gandeng: Apakah Selalu Gandengan Itu Bikin Bahagia?

Wawancara dengan Truk Gandeng: Apakah Selalu Gandengan Itu Bikin Bahagia?

30 Maret 2020
cermin lelaki, toxic relationship MOJOK.CO

Biarkan Cermin Lelaki Memandumu

21 Juni 2020
tiga setia gara

Tiga Setia Gara: Bucin dan Toxic Love Relationship

20 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated (Unsplash)

7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated: Kombinasi Rasa yang Memanjakan Lidah dan Semua Cocok Jadi Buah Tangan

21 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.