Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kenapa sih Tersangka Korupsi Sering Tiba-tiba Sakit dan Berobat ke Luar Negeri?

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
5 April 2021
A A
KPK penilapan duit bansos koruptor jaksa pinangki cinta laura pejabat boros buang-buang anggaran tersangka korupsi korupsi tidak bisa dibenarkan mojok

korupsi tidak bisa dibenarkan mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Dari segala hal yang misterius di dunia ini, ada satu hal yang sampai sekarang belum terkuak, yaitu kenapa tersangka korupsi atau yang terduga korupsi tiba-tiba sakit dan berobat ke luar negeri? Padahal sebelumnya mereka segar bugar, amat totalitas dalam ngembat duit rakyat, dan ketika sakit, obatnya cuma ada di luar negeri?

Saya yakin bukan karena kemampuan tenaga medis negara kita payah. Tapi, memang ada penyebabnya kenapa mereka harus berobat jauh, minimal ke Singapura, dan sakitnya cuman pas jadi tersangka korupsi.

ADVERTISEMENT

Tapi, kenapa nggak ke Timor Leste gitu yak berobatnya? Kan lebih deket. Lagian sakit misterius gitu belum tentu luar negeri bisa ngatasin. Belum ada juga yang nyoba berobat ke dukun gitu. Dateng ke tempat Soleh Pati gitu, sapa tau penyebab sakitnya digambar.

Kira-kira waktu digambar, dialognya gini.

“Mbah, saya kenapa ya?”

“Bentar, lagi proses, lagian mana saya tau kan saya tutup mata”

“Aduh, saya kira lagi kosple jadi Gojo Satoru”

“Nih selesai”

Baca Juga:

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI 

Ruang Merokok Changi Airport Singapura Adalah yang Terbaik Dibandingkan Soekarno-Hatta dan Bandara-bandara Lain yang Pernah Saya Sambangi

“Lho, Mbah, kok gambar kemiskinan?”

“Mungkin inilah akibat dari tindakanmu, Kisanak”

Kira-kira begitu. Balik lagi ke tersangka korupsi.

Nah, saya kan penasaran, terus saya cari dan analisis lewat internet, tanya-tanya warga sekitar, juga mencari lewat renungan batin. Hasilnya saya kasih, nih.

Jadi, saya sempat menemukan hasil penelitian Dokter Bernard Mahfouz. Beliau ini multitalenta. Aslinya dokter, tapi juga berprofesi sebagai astronot, tukang ledeng, bakul cilok, kadang orang perlente, serta orang gundul yang konsisten. Blio juga berkolaborasi dengan Elon Musk dalam project besar tentang perkembangan manusia. Nama projectnya LalatX, terinspirasi dari nama project Elon Musk yang lain, yaitu SpaceX.

Salah satu hasil dari project LalatX tersebut adalah menguak tersangka korupsi yang tiba-tiba sakit dan berobat ke luar negeri. Diam-diam, Bernard Mahfouz datang ke Indonesia selama beberapa tahun dan menganalisis fenomena ini. Dia bahkan sempat menganalisis tiang listrik yang ditabrak Setya Novanto. Sayang, dia tidak berhasil menganalisis secara penuh karena dikira Deddy Corbuzier oleh warga setempat dan diminta atraksi sulap.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ketika seseorang jadi tersangka korupsi, mereka berevolusi. Beneran ini. Jadi, manusia itu kan nama spesiesnya homo sapiens. Nah, homo sapiens yang ketangkep korupsi pada saat itu mereka berubah jadi homo bajinganensis. Evolusi ini berlangsung amat cepat, kayak Pokemon. Jadi kalau kalian menganggap koruptor sama dengan Pokemon, nggak apa-apa, coba lempar bola ke mereka, pasti ketangkep. Lebih baik sih, bolanya dari batu gitu, lemparnya ke kepala.

Nah, homo bajinganensis ini, meski titik evolusi lanjut dari homo sapiens, mereka jadi vulnerable alias rentan terhadap perubahan. Mereka bisa sakit tiba-tiba dan Indonesia belum ada obatnya. Sebenarnya, negara mana pun belum ada obatnya. Cuma, tersangka korupsi alias homo bajinganensis ini nggak tau kenapa, kalau makin jauh dari Indonesia, penyakitnya berangsur-angsur hilang. Aneh kan? Nggak juga, sih, soalnya itu Setya Novanto sampe nabrak tiang. Itu bukti kalau Indonesia nggak bagus buat koruptor. Coba dia bawa mobilnya di Italia gitu, pasti dia nggak nabrak tiang.

Bernard Mahfoudz juga menemukan penyakit-penyakit yang menyerang homo bajinganensis alias tersangka korupsi ini. Penyakit tersebut ada tiga, yang pertama gendelenmus lekengensis alias selangkangan yang membengkak. Kedua, silitngaritmus cangkembosokensis, dan yang ketiga adalah modarmus ndasmus.

Penyakit pertama biasanya menyerang selangkangan. Penyakit kedua adalah mulutnya bernanah dan bau mulutnya nggilani. Yang ketiga ini agak aneh, dia sakit kalau dimaki dan disumpahin oleh rakyat gara-gara korupsi.

Ketiga penyakit tersebut baru mengeluarkan gejala kalau mereka masih di Indonesia, dan makin menjadi kalau mereka sudah dekat dengan persidangan. Makanya jangan kaget kalau tersangka korupsi tiba-tiba minta izin berobatnya dah kek anak SMA izin ke kamar mandi. Bayangin koruptor yang necis-necis itu tiba-tiba bernanah mulutnya pas sidang?

Saya sih, seneng.

Kenapa penelitian Bernard Mahfouz ini tidak diketahui banyak orang? Sebab laporan ini amat rahasia, hanya bisa didapatkan oleh agen-agen sangar macam Mardigu yang katanya agen rahasia yang nggak rahasia amat. Kalau kenapa ini bisa di tangan saya, saya nggak berani cerita. Nanti saya kena doxing lagi. Lha wong ngomongin rektor UNY aja saya kena doxing buzzer, apalagi ngomongin koruptor, bisa ketauan warna sempak saya.

Jadi setelah baca ini, sebaiknya kalian tak lagi punya prasangka buruk terhadap tersangka korupsi yang tiba-tiba berobat ke Singapura, Inggris, Amerika, atau Arabasta gitu. Tapi, kalau kalian beneran benci, sebaiknya doakan saja sesampainya mereka di negara tujuan, mereka ditabrak odong-odong bermesin Ducati.

BACA JUGA Korupsi Bansos dan Dana Haji, Mana yang Lebih Bajingan? dan artikel Rizky Prasetya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 April 2021 oleh

Tags: koruptorsingapuratersangka korupsiuang rakyat
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI Mojok.co

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI 

13 Juli 2026
Ketika Anggota Grup WhatsApp Ada yang Tersandung Korupsi terminal mojok.co

Ketika Anggota Grup WhatsApp Ada yang Tersandung Korupsi

15 Desember 2021
Menaruh Belas Kasih pada Keluarga Koruptor Itu Tak Masuk Akal, Koruptornya Aja Nggak Kasihan sama Keluarganya

Menaruh Belas Kasih pada Keluarga Koruptor Itu Tak Masuk Akal, Koruptornya Aja Nggak Kasihan sama Keluarganya

10 April 2025
Singapura Memang Semenyenangkan Itu, dan Memang Bikin Betah Banget, Wajar kalau Pada Pindah

Singapura Memang Semenyenangkan Itu, dan Memang Bikin Betah Banget, Wajar kalau Pada Pindah

31 Juli 2023
korban bully badut terawan bismillah cinta sinetron dialog jahat mojok

Daripada Bantu Koruptor, Pemerintah Harusnya Bantu Korban Bully Lain yang Lebih Butuh Bantuan

25 Agustus 2021
4 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan ke Batam

Batam, Kota Penuh Ambisi sekaligus Pengubur Mimpi Perantau yang Silau dengan Kemegahan

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.