Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Kenangan Mendengarkan Musik Menggunakan Pemutar Audio Portable AIWA HS-RM186

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
15 Mei 2019
A A
mendengarkan musik

mendengarkan musik

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum terkenalnya aplikasi Spotify, JOOX, atau aplikasi musik berbasis digital seperti saat ini, pada tahun 2000-an, jika saya ingin mendengarkan sebuah lagu, saya akan membeli kaset dari suatu band favorit, yang memiliki side A dan side B dengan judul lagu berbeda (biasanya ada 10-12 lagu dalam satu kaset), lalu akan didengar melalui di radio tape atau pemutar audio portable.

Selalu ada kenangan tersendiri saat mendengar lagu dengan menggunakan radio tape. Semisal, jika pita kaset kusut, akan menyebabkan lagu tidak enak didengar dan kacau. Jika terjadi hal demikian, saya harus segera mengeluarkan kaset serta merapikan gulungan pita kaset dengan menggunakan pensil, menggulungnya serapi mungkin agar lagu dapat didengar kembali. Ada jenis radio tape yang menggunakan listrik, ada pula yang menggunakan baterai.

Hobi orang tua saya yang suka bermain dan mendengarkan musik ,akhirnya menurun ke diri saya, dari situ saya mulai memiliki band dan musik favorit serta mengoleksi beberapa kaset dari band ternama, mulai dari Sheila On 7, Padi, Dewa, Netral, Peterpan, System of A Down, Good Charlotte, Linkin Park, Simple Plan, dan lain sebagainya. Untuk K-Pop, karena belum setenar saat ini, jadi, belum saya koleksi.

Memang dasarnya saya hobi mendengarkan musik di mana saja dan kapan pun, saya merasa harus memiliki satu gadget yang pada tahun 2000-an cukup tenar dan dimiliki banyak orang. Pemutar audio portable, atau biasa disebut Walkman. Yah, sejenis radio tape yang dibuat mini dan bisa dibawa ke mana-mana. Sebetulnya, Walkman sendiri kepunyaan industri Sony, namun entah kenapa orang-orang terbiasa menyebutnya demikian. Sama seperti ketika kita membeli air mineral di warung, kita akan menyebut produk AQUA, padahal yang diberikan oleh pedagang adalah merk Le Minerale yang ada manis-manisnya itu—yang ajaibnya walau yang diberi adalah merk yang berbeda, tidak menjadi suatu permasalahan.

Jadi, agar mainstream dan mengikuti pola yang ada, kita sebut saja gadget ini Walkman agar tidak repot harus menyebutkan tiga suku kata (pemutar audio portable).

Akhirnya, saya minta dibelikan kado Walkman ke Bapak sewaktu saya kelas 2 SMP. Saya ingat betul merknya AIWA jenis HS-RM186 (jika tidak percaya, boleh googling sendiri bagaimana bentuk dan spesifikasinya). Senang rasanya, akhirnya saya bisa mendengarkan lagu favorit kapan pun dan di mana saja dan berulang-ulang. Kaset pertama saya coba kala itu adalah Linkin Park.

Walkman bisa menyala karena adanya daya dari baterai, sebab itu saya harus menyediakan baterai yang cukup banyak. Awalanya saya menggunakan baterai yang sekali pakai (atau ketika daya sudah habis) langsung buang, namun karena dirasa boros, saya langsung memberi baterai yang bisa di-recharge, agar lebih hemat dan pemakaian baterai dapat berulang-ulang tanpa harus dibuang.

Walkman jenis AIWA (dan juga beberapa jenis yang lain) juga bisa diubah modenya menjadi radio—amat sangat berfungsi ketika saya bosan mendengar lagu dari beberapa kaset saya yang terbatas saat itu. Masih segar dalam ingatan, sebelum masuk tren mendengarkan musik dengan iPod atau ponsel yang dimasukan ke dalam saku, Walkman menjadi pelopor terlebih dahulu dalam hal tersebut. Meski ukurannya agak besar dan lumayan berat jika dikaitkan ke bagian pinggang pada celana—harus diakui memang kurang nyaman untuk dibawa.

Baca Juga:

Saatnya Meninggalkan Spotify dan Beralih ke Apple Music: Kualitas Audionya Jauh Lebih Baik dan Bayaran untuk Musisinya Lebih Tinggi

7 Kasta Motor Jadul yang Masih Digemari dan Diburu Kolektor Motor

Saat masih sekolah, selama SMP sampai dengan SMA, saya selalu membawa Walkman yang memang bisa digunakan saat jam istirahat, atau setidaknya saat di angkot sepulang sekolah. Maklum, pada masa itu, belum ada banyak pilihan media sosial, sehingga tidak banyak yang bisa saya lihat dari ponsel saya. Selain itu, ponsel pun masih berupa monophonic dan polyphonic. Permainan pun hanya sebatas space impact, snake, dan tetris, dengan layar yang belum berwarna.

Setelah teknologi makin berkembang, perlahan ketenaran Walkman memudar dan langsung tergantikan oleh MP3 player yang pada masanya memiliki bentuk yang lebih kecil, warna lebih menarik, dan mudah dibawa ke mana saja, mengingat ukurannya kurang lebih sama seperti flashdisk. Lebih praktis karena tidak perlu menggunakan batre dan hanya perlu di-charge seperti ponsel. Apalagi saat ini sudah ada Spotify, JOOX, dan aplikasi musik lainnya. Saya sendiri menggunakan aplikasi tersebut walaupun yang gratisan dan selalu ada iklan tiap perpindahan lagu.

Seakan ingin terus berinovasi, Sony selalu meng-upgrade segala jenis gadget-nya. Saat ini, walkman terbaru dari Sony memiliki layar sentuh dengan memori internal hingga 128 GB. Sudah pasti beda dengan model terdahulu, tidak perlu baterai apalagi kaset. Tidak perlu lagi repot menggulung pita kaset yang tiba-tiba kusut. Namun, justru kenangan itu yang saat ini saya rindukan. Sekalipun bisa dilakukan lagi, bagi saya, jelas rasanya akan berbeda.

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2021 oleh

Tags: AiwaJadulMendengarkan Musikspotify
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Rekomendasi 4 Podcast di Spotify yang Asyik buat Belajar Listening Bahasa Inggris

Rekomendasi 4 Podcast di Spotify yang Asyik buat Belajar Listening Bahasa Inggris

30 Maret 2023
Iklan Podcast Horor di Spotify Sukses Bikin Saya Langganan Spotify Premium

Iklan Podcast Horor Sukses Bikin Saya Langganan Spotify Premium

4 Desember 2023
Iklan di Spotify Adalah Iklan Terbaik yang Pernah Saya Dengar terminal mojok.co

Iklan di Spotify Adalah Iklan Terbaik yang Pernah Saya Dengar

30 Desember 2020
radio mabuk kendaraan mojok.co

Kenapa sih Kita Nggak Pernah Bosen Denger Lagu di Radio Meski Ada Spotify dan YouTube?

16 Juni 2020
Sumber gambar Pixabay

14 Lagu Hits Era 2000-an yang Wajib Masuk Playlist Kalian

9 September 2021
Nostalgia dengan 5 Mi Instan Jadul yang Saya Harap Bisa Dipasarkan Lagi Terminal Mojok.co

Nostalgia dengan 5 Mi Instan Jadul yang Saya Harap Bisa Dipasarkan Lagi

22 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

18 Januari 2026
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.